x

PHOTOS

Foto: Desa Adat Liang Ndara dan Sambutan Tuak

Rabu, 16 Sep 2020 06:45 WIB ยท Bonauli - detikTravel

Beginilah cara Desa Adat Liang Ndara menyambut wisatawan, akan ada ayam putih yang jadi penolak bala. (Bonauli/detikcom)

Beginilah cara Desa Adat Liang Ndara menyambut wisatawan, akan ada ayam putih yang jadi penolak bala. (Bonauli/detikcom)

Setelah itu wisatawan diajak masuk ke dalam rumah adat untuk mendengarkan sambutan tetua adat. (Bonauli/detikcom)

Setelah itu wisatawan diajak masuk ke dalam rumah adat untuk mendengarkan sambutan tetua adat. (Bonauli/detikcom)

Setelah diterima, wisatawan akan diberi tuak atau sopi sebagai tanda persahabatan. (Bonauli/detikcom)

Setelah diterima, wisatawan akan diberi tuak atau sopi sebagai tanda persahabatan. (Bonauli/detikcom)

Selama di sana wisatawan akan dihibur dengan berbagai macam tarian, yang ini namanya tarian sirih pinang. (Bonauli/detikcom)

Selama di sana wisatawan akan dihibur dengan berbagai macam tarian, yang ini namanya tarian sirih pinang. (Bonauli/detikcom)

Tarian caci jadi yang paling populer. Tarian ini mengandung filosofi mendalam soal kehidupan. (Bonauli/detikcom)

Tarian caci jadi yang paling populer. Tarian ini mengandung filosofi mendalam soal kehidupan. (Bonauli/detikcom)

Pesertanya adalah laki-laki dan menggunakan cambuk. (Bonauli/detikcom)

Pesertanya adalah laki-laki dan menggunakan cambuk. (Bonauli/detikcom)

Yang ini namanya tarian rangkuk alu. Dulu permainan ini dijadikan sebagai ajang cari jodoh, lo. (Bonauli/detikcom)

Yang ini namanya tarian rangkuk alu. Dulu permainan ini dijadikan sebagai ajang cari jodoh, lo. (Bonauli/detikcom)

Uniknya semua pemain musik harus perempuan. Karena musik memiliki simbol kelembutan dan wanita adalah sosoknya. (Bonauli/detikcom)

Uniknya semua pemain musik harus perempuan. Karena musik memiliki simbol kelembutan dan wanita adalah sosoknya. (Bonauli/detikcom)

Inilah Kristoforus Nison dan keluarga yang menjadi pendiri dari desa adat Liang Ndara. (Bonauli/detikcom)

Inilah Kristoforus Nison dan keluarga yang menjadi pendiri dari desa adat Liang Ndara. (Bonauli/detikcom)