x

PHOTOS

Potret Las Vegas dari Italia, Sekarang Jadi Kota Hantu

Selasa, 01 Des 2020 08:47 WIB · Getty Images/iStockphoto - detikTravel

Inilah kota Consonno di Italia. Dahulu gemerlap kota ini membuatnya dijuluki Las Vegas dari Italia. Ribuan wisatawan datang ke sini buat liburan. Namun, itu dulu. Sekarang, Consonno ditinggalkan penghuninya dan jadi kota hantu.

Inilah kota Consonno di Italia. Dahulu gemerlap kota ini membuatnya dijuluki Las Vegas dari Italia. Ribuan wisatawan datang ke sini buat liburan. Namun, itu dulu. Sekarang, Consonno ditinggalkan penghuninya dan jadi kota hantu.

Kota ini didirikan oleh pengusaha tajir bernama Count Mario Bagno di era tahun 1960-an. Dia ingin membuat sebuah kota gemerlap mirip Las Vegas. Dia pun menjatuhkan pilihan ke Consonno, sebuah kota kecil yang berjarak sekitar 80 menit perjalanan darat di sebelah selatan kota Milan.

Kota ini didirikan oleh pengusaha tajir bernama Count Mario Bagno di era tahun 1960-an. Dia ingin membuat sebuah kota gemerlap mirip Las Vegas. Dia pun menjatuhkan pilihan ke Consonno, sebuah kota kecil yang berjarak sekitar 80 menit perjalanan darat di sebelah selatan kota Milan.

Count Bagno membeli seluruh lahan di Consonno seharga 22,5 Juta Lira di masa itu nilainya setara Rp 5,2 Miliar waktu itu. Dia pun menggusur 60 orang penduduk dan meratakan rumah mereka untuk dibangun resort. Di tahun 1968, fase pertama pembangunan Consonno selesai.

Count Bagno membeli seluruh lahan di Consonno seharga 22,5 Juta Lira di masa itu nilainya setara Rp 5,2 Miliar waktu itu. Dia pun menggusur 60 orang penduduk dan meratakan rumah mereka untuk dibangun resort. Di tahun 1968, fase pertama pembangunan Consonno selesai.

Pembangunan tidak lepas dari masalah, terjadi bencana tanah longsor yang sempat menunda acara Grand Opening destinasi ini. Terlepas dari itu, pengunjung tetap berdatangan dan destinasi ini populer sampai beberapa tahun.

Pembangunan tidak lepas dari masalah, terjadi bencana tanah longsor yang sempat menunda acara Grand Opening destinasi ini. Terlepas dari itu, pengunjung tetap berdatangan dan destinasi ini populer sampai beberapa tahun.

Di dalam Consonno terdapat taman rekreasi, sirkuit mobil balap, kebun binatang, pagoda China, lapangan tenis dan sepakbola, dan aneka fasilitas kemewahan duniawi lainnya. Namun di tahun 1976, masalah mulai muncul di Consonno.

Di dalam Consonno terdapat taman rekreasi, sirkuit mobil balap, kebun binatang, pagoda China, lapangan tenis dan sepakbola, dan aneka fasilitas kemewahan duniawi lainnya. Namun di tahun 1976, masalah mulai muncul di Consonno.

Bencana tanah longsor kali kedua terjadi di Consonno,  mengakibatkan terputusnya akses jalan utama dan aliran listrik menuju ke Consonno. Kerusakan ekonomi akibat blokade itu begitu menghantam telak Consonno sehingga menyebabkan destinasi ini tidak bisa bangkit lagi.

Bencana tanah longsor kali kedua terjadi di Consonno,  mengakibatkan terputusnya akses jalan utama dan aliran listrik menuju ke Consonno. Kerusakan ekonomi akibat blokade itu begitu menghantam telak Consonno sehingga menyebabkan destinasi ini tidak bisa bangkit lagi.

Count Bagno pun disebut sebagai pengusaha yang ragu-ragu. Rencananya terhadap Consonno kerap berubah-ubah. Di tahun 1980, dia berencana untuk melakukan modernisasi terhadap kota yang dibangunnya. Namun sayang, di tahun 1995 Count Bagno meninggal dunia.

Count Bagno pun disebut sebagai pengusaha yang ragu-ragu. Rencananya terhadap Consonno kerap berubah-ubah. Di tahun 1980, dia berencana untuk melakukan modernisasi terhadap kota yang dibangunnya. Namun sayang, di tahun 1995 Count Bagno meninggal dunia.

Rencana itu pun tidak pernah terealisasi sampai sekarang. Di tahun 2014, keluarga Count Bagno berusaha menjual Consonno seharga 12 Juta Euro atau setara Rp 203 Miliar, namun sampai sekarang belum ada calon pembeli yang berminat membeli kota hantu tersebut.

Rencana itu pun tidak pernah terealisasi sampai sekarang. Di tahun 2014, keluarga Count Bagno berusaha menjual Consonno seharga 12 Juta Euro atau setara Rp 203 Miliar, namun sampai sekarang belum ada calon pembeli yang berminat membeli kota hantu tersebut.