Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 24 Okt 2021 13:00 WIB

PHOTOS

Siap Buka Pintu Buat WNI, Ini Syarat Masuk ke Singapura

Getty Images
detikTravel

Singapura - Singapura diketahui siap membuka pintu bagi wisatawan dari Indonesia. Meski begitu, ada sejumlah syarat yang harus diperhatikan. Apa saja syaratnya?

Wisatawan dari Indonesia akhirnya bakal segera bisa masuk Singapura. Negeri Singa buka pintu buat WNI mulai Rabu (27/10/2021), tetapi dengan syarat. Getty Images/Ore Huiying.
Wisatawan dari Indonesia akhirnya bakal segera bisa masuk Singapura. Negeri Singa buka pintu buat WNI mulai Rabu (27/10/2021), tetapi dengan syarat. Getty Images/Ore Huiying.
Traveler dari Indonesia dan enam negara di Asia Tenggara lainnya dilarang masuk Singapura karena pandemi virus Corona. Dikutip dari The Straits Times, pengumuman itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung dalam konferensi pers virtual gugus tugas multi-kementerian (MTF) tentang COVID-19 pada Sabtu (23/10). Getty Images/Ore Huiying.
Traveler dari Indonesia dan enam negara di Asia Tenggara lainnya dilarang masuk Singapura karena pandemi virus Corona. Dikutip dari The Straits Times, pengumuman itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung dalam konferensi pers virtual gugus tugas multi-kementerian (MTF) tentang COVID-19 pada Sabtu (23/10). Getty Images/Ore Huiying.
Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengumumkan semua wisatawan, kecuali pengunjung jangka pendek dengan riwayat perjalanan 14 hari ke Bangladesh, India, Myanmar, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka, diizinkan masuk atau transit melalui negara tersebut. Getty Images/Ore Huiying.
Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengumumkan semua wisatawan, kecuali pengunjung jangka pendek dengan riwayat perjalanan 14 hari ke Bangladesh, India, Myanmar, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka, diizinkan masuk atau transit melalui negara tersebut. Getty Images/Ore Huiying.
MOH juga menyatakan telah meninjau situasi COVID-19 di Myanmar dan lima negara Asia Selatan yang sebelumnya dilarang masuk. MOH menambahkan bahwa pelancong dari negara-negara ini akan dikenakan tindakan perbatasan yang paling ketat, yang melibatkan periode karantina (stay at home/SHN) selama 10 hari di fasilitas khusus. Getty Images/Clive Mason.
MOH juga menyatakan telah meninjau situasi COVID-19 di Myanmar dan lima negara Asia Selatan yang sebelumnya dilarang masuk. MOH menambahkan bahwa pelancong dari negara-negara ini akan dikenakan tindakan perbatasan yang paling ketat, yang melibatkan periode karantina (stay at home/SHN) selama 10 hari di fasilitas khusus. Getty Images/Clive Mason.
Sementara itu, MOH menyebut akan melonggarkan aturan untuk pelancong dari beberapa negara lain, termasuk Malaysia dan Indonesia. Singapura mengklasifikasikan negara dan wilayah ke dalam empat kategori berdasarkan risiko Covid-19. Kategori itu membedakan syarat masuk Singapura. Getty Images/Chris McGrath. 
Sementara itu, MOH menyebut akan melonggarkan aturan untuk pelancong dari beberapa negara lain, termasuk Malaysia dan Indonesia. Singapura mengklasifikasikan negara dan wilayah ke dalam empat kategori berdasarkan risiko Covid-19. Kategori itu membedakan syarat masuk Singapura. Getty Images/Chris McGrath.
 
Kategori I adalah negara-negara Hong Kong, Makau, China, dan Taiwan. Traveler dari negara ini hanya perlu melakukan tes PCR pada saat kedatangan. Kemudian, wisatawan dari negara kategori II harus sudah divaksinasi atau melalui jalur penerbangan vaccinated travel line (VTL). Nah, pelancong dari negara kategori II dengan penerbangan non-VTL tidak perlu lagi menjalani tes PCR saat kedatangan, tetapi harus menjalani tes PCR keluar di akhir karantina tujuh hari mereka.
Kategori I adalah negara-negara Hong Kong, Makau, China, dan Taiwan. Traveler dari negara ini hanya perlu melakukan tes PCR pada saat kedatangan. Kemudian, wisatawan dari negara kategori II harus sudah divaksinasi atau melalui jalur penerbangan vaccinated travel line (VTL). Nah, pelancong dari negara kategori II dengan penerbangan non-VTL tidak perlu lagi menjalani tes PCR saat kedatangan, tetapi harus menjalani tes PCR keluar di akhir karantina tujuh hari mereka.
Wisatawan dari negara Kategori III dan IV juga tidak perlu lagi menjalani PCR saat tiba (on arrival), tetapi harus mengikuti tes exit PCR di akhir karantina, yang durasinya 10 hari. MOH mengatakan pelancong dari Malaysia dan Indonesia, bersama dengan Kamboja, Mesir, Hongaria, Israel, Mongolia, Qatar, Rwanda, Samoa, Seychelles, Afrika Selatan, Tonga, Uni Emirat Arab (UEA) dan Vietnam akan ditempatkan dalam kategori III.
Wisatawan dari negara Kategori III dan IV juga tidak perlu lagi menjalani PCR saat tiba (on arrival), tetapi harus mengikuti tes exit PCR di akhir karantina, yang durasinya 10 hari. MOH mengatakan pelancong dari Malaysia dan Indonesia, bersama dengan Kamboja, Mesir, Hongaria, Israel, Mongolia, Qatar, Rwanda, Samoa, Seychelles, Afrika Selatan, Tonga, Uni Emirat Arab (UEA) dan Vietnam akan ditempatkan dalam kategori III.
Wisatawan dari wilayah kategori III wajib menjalani karantina 10 hari dan tinggal atau akomodasi yang sudah ditetapkan, terlepas dari status vaksinasi dan riwayat perjalanan wisatawan dan anggota rumah tangga mereka.
Wisatawan dari wilayah kategori III wajib menjalani karantina 10 hari dan tinggal atau akomodasi yang sudah ditetapkan, terlepas dari status vaksinasi dan riwayat perjalanan wisatawan dan anggota rumah tangga mereka.
Selama karantina, wisatawan harus selalu tetap berada di akomodasi yang sudah ditentukan dan memakai alat pemantau elektronik.
Selama karantina, wisatawan harus selalu tetap berada di akomodasi yang sudah ditentukan dan memakai alat pemantau elektronik.
Singapura juga akan memfasilitasi masuknya lebih banyak pekerja rumah tangga yang sudah divaksinasi lengkap untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Ong mengatakan angka yang saat ini di kisaran 200 seminggu akan ditingkatkan menjadi 1.000 per minggu.
Singapura juga akan memfasilitasi masuknya lebih banyak pekerja rumah tangga yang sudah divaksinasi lengkap untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Ong mengatakan angka yang saat ini di kisaran 200 seminggu akan ditingkatkan menjadi 1.000 per minggu.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA