Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Nov 2021 21:45 WIB

PHOTOS

Foto: Berlari 51 Km Demi 20.000 Buku Cerita Relief Candi Borobudur

Eko Susanto
detikTravel

Magelang - Namanya William Sidharta. Niatnya sungguh mulia. Demi menggalang dana untuk 20.000 buku cerita relief Candi Borobudur, dia rela berlari solo marathon 51 Km.

Inilah William Sidharta, pemuda berusia 23 tahun asal Temanggung. Demi menggalang dana untuk 20.000 buku cerita relief Borobudur bagi pegiat wisata di Candi Borobudur, dia rela lari solo marathon sejauh 51 kilometer! (Eko Susanto/detikTravel)

Inilah William Sidharta, pemuda berusia 23 tahun asal Temanggung. Demi menggalang dana untuk 20.000 buku cerita relief Borobudur bagi pegiat wisata di Candi Borobudur, dia rela lari solo marathon sejauh 51 kilometer! (Eko Susanto/detikTravel)

Rencananya, William akan melakukan lari marathon 50 km secara pradaksina. Namun dalam praktek riilnya, jarak yang ditempuh 51 kilometer, dengan total waktu tempuh 5 jam 1 menit. 

Rencananya, William akan melakukan lari marathon 50 km secara pradaksina. Namun dalam praktek riilnya, jarak yang ditempuh 51 kilometer, dengan total waktu tempuh 5 jam 1 menit. 

William berlari mengelilingi candi Borobudur selama 30 kali tanpa berhenti. Untuk sekali putaran keliling Candi Borobudur jaraknya sekitar 1,7 kilometer. Total jarak yang dia tempuh 51 kilometer. 

William berlari mengelilingi candi Borobudur selama 30 kali tanpa berhenti. Untuk sekali putaran keliling Candi Borobudur jaraknya sekitar 1,7 kilometer. Total jarak yang dia tempuh 51 kilometer. 

William mendedikasikan lari marathon tersebut untuk penggalangan dana bagi pelaku wisata di Candi Borobudur. Dia akan membagikan 20.000 eksemplar buku edukasi tentang cerita relief Borobudur. 

William mendedikasikan lari marathon tersebut untuk penggalangan dana bagi pelaku wisata di Candi Borobudur. Dia akan membagikan 20.000 eksemplar buku edukasi tentang cerita relief Borobudur. 

William bukan atlet lari profesional. Lari hanya sekadar hobi bagi dia. Sekalipun demikian, menargetkan tiap tahunnya bakal melakukan aksi kemanusiaan dengan penggalangan dana dengan berlari. 

William bukan atlet lari profesional. Lari hanya sekadar hobi bagi dia. Sekalipun demikian, menargetkan tiap tahunnya bakal melakukan aksi kemanusiaan dengan penggalangan dana dengan berlari. 

Kegiatan menggalang dana dengan berlari di Candi Borobudur merupakan yang kedua kalinya dilakukan William. Adapun yang pertama dilakukan di Temanggung pada bulan Maret 2021 lalu.

Kegiatan menggalang dana dengan berlari di Candi Borobudur merupakan yang kedua kalinya dilakukan William. Adapun yang pertama dilakukan di Temanggung pada bulan Maret 2021 lalu.

Ketika ditanya, kenapa buku cerita relief Borobudur? Karena sebetulnya yang paling istimewa dari Candi Borobudur adalah 1.460 untaian panel reliefnya. Inilah suatu rekor dunia tersendiri yang tidak ada di tempat atau monumen Buddhis lainnya di seluruh dunia. 

Ketika ditanya, kenapa buku cerita relief Borobudur? Karena sebetulnya yang paling istimewa dari Candi Borobudur adalah 1.460 untaian panel reliefnya. Inilah suatu rekor dunia tersendiri yang tidak ada di tempat atau monumen Buddhis lainnya di seluruh dunia. 

Candi Borobudur dipilih sebagai lokasi lari penggalangan dana, karena candi Borobudur merupakan candi kebajikan terbesar di Indonesia. Selain itu, Candi Borobudur menjadi ikon pariwisata di Indonesia. 

Candi Borobudur dipilih sebagai lokasi lari penggalangan dana, karena candi Borobudur merupakan candi kebajikan terbesar di Indonesia. Selain itu, Candi Borobudur menjadi ikon pariwisata di Indonesia. 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA