Penampakan Before After Rumah 'Surga' Cianjur, Dulu Hijau Kini Rusak

Seperti ini penampakan rumah Abah Jajang sebelum viral di media sosial. Halamannya ditumbuhi rumput hijau nan asri. Dengan latar belakang curug Citambur yang indah, banyak yang menjuluki rumah abah sebagai rumah dengan pemandangan 'surga'. (Ikbal Selamet/detikcom)
Namun lihat kondisinya sekarang setelah viral dan dikunjungi ribuan wisatawan. Halaman rumput di rumah Abah Jajang tak lagi hijau, hanya menyisakan tanah berwarna kecoklatan dan berlumpur. Rumput yang tadinya asri, kini rusak. (dok. Istimewa)
Padahal sebelumnya, rerumputan hijau semakin mendambah keindahan rumah abah. Sejak viral di media sosial, rumah Abah Jajang jadi semacam tempat wisata dadakan. Ribuan orang datang ke sini. (Ikbal Selamet/detikcom)
Rusaknya halaman rumah Abah Jajang akibat membeludaknya wisatawan sangat disayangkan oleh banyak traveler. Mereka lebih suka melihat halaman rumah abah yang hijau dan asri. (dok. Istimewa)
Kendati halaman rumahnya tak lagi asri, namun abah Jajang tidak keberatan sama sekali. Dia menganggap kedatangan wisatawan malah membuat suasana rumahnya menjadi hangat. Begitu menurut Endang Supyandi, anak abah. (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Abah Jajang sepertinya legowo jika halaman rumahnya tak lagi hijau. "Abah mah tidak marah," kata Endang. (Ikbal Selamet/detikcom)
Seperti ini penampakan rumah Abah Jajang sebelum viral di media sosial. Halamannya ditumbuhi rumput hijau nan asri. Dengan latar belakang curug Citambur yang indah, banyak yang menjuluki rumah abah sebagai rumah dengan pemandangan surga. (Ikbal Selamet/detikcom)
Namun lihat kondisinya sekarang setelah viral dan dikunjungi ribuan wisatawan. Halaman rumput di rumah Abah Jajang tak lagi hijau, hanya menyisakan tanah berwarna kecoklatan dan berlumpur. Rumput yang tadinya asri, kini rusak. (dok. Istimewa)
Padahal sebelumnya, rerumputan hijau semakin mendambah keindahan rumah abah. Sejak viral di media sosial, rumah Abah Jajang jadi semacam tempat wisata dadakan. Ribuan orang datang ke sini. (Ikbal Selamet/detikcom)
Rusaknya halaman rumah Abah Jajang akibat membeludaknya wisatawan sangat disayangkan oleh banyak traveler. Mereka lebih suka melihat halaman rumah abah yang hijau dan asri. (dok. Istimewa)
Kendati halaman rumahnya tak lagi asri, namun abah Jajang tidak keberatan sama sekali. Dia menganggap kedatangan wisatawan malah membuat suasana rumahnya menjadi hangat. Begitu menurut Endang Supyandi, anak abah. (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Abah Jajang sepertinya legowo jika halaman rumahnya tak lagi hijau. Abah mah tidak marah, kata Endang. (Ikbal Selamet/detikcom)