Potret Seni Cadas Tertua Sejagat di Leang Metanduno, Pulau Muna

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Potret Seni Cadas Tertua Sejagat di Leang Metanduno, Pulau Muna

Femi Diah - detikTravel
Sabtu, 24 Jan 2026 19:45 WIB

Jakarta - Leang Metanduno di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara menjadi saksi bisu ditemukannya lukisan cadas tertus di dunia. Usinya 67.800 tahun.

Lukisan gua tertua di dunia ada di Muna Sultra Indonesia
Adalah tim gabungan peneliti Indonesia dari Indonesia dan Australia mengungkapkan misteri gambar tangan di Leang Metanduno, yang berada di Desa LiangkabhoriΒ itu. Gua Metanduno sudah sejak lama menjadi tujuan wisata situs purbakala dan biasa dikunjungi wisatawan untuk melihat lukisan dinding prasejarah. Kawasan itu juga masuk warisan budaya Sultra. (Griffith University/Maxime Aubert)
Penampakan dari atas gua Liang Metanduno, tempat lukisan gua tertua di Muna Sultra
Hasil penelitian kolaborasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Griffith University dan Southern Cross University (Australia), yang mengungkap penemuan seni cadas berupa cap tangan manusia berusia 67.800 tahun di Leang MetandunoΒ itu dipublikasikanΒ dalam jurnal ilmiah internasional Nature, dengan judul β€œRock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi”. (BRIN/Ratno Sardi)
Penampakan dari atas gua Liang Metanduno, tempat lukisan gua tertua di Muna Sultra
Penampakan Leang Metanduno, lokasi lukisan cadas tertua di dunia itu.Β Β (BRIN/Ratno Sardi)
Penampakan dari atas gua Liang Metanduno, tempat lukisan gua tertua di Muna Sultra
Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN, Adhi Agus Oktaviana mengungkapkan bahwa usia minimum seni cadas Pulau Muna ini lebih tua 16,6 ribu tahun dibandingkan seni cadas dari Maros–Pangkep yang ditemukan sebelumnya. Seni cadas ini juga 1,1 ribu tahun lebih tua dibandingkan cap tangan yang ditemukan di Gua Maltravieso di Caceres, Spanyol yang dikaitkan dengan Neanderthal dan selama ini dianggap sebagai seni gua tertua di dunia. (BRIN/Ratno Sardi)
Lukisan gua tertua di dunia ada di Muna Sultra Indonesia
Penemuan cap tangan berusia setidaknya 67.800 tahun di gua batu gamping ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat terpenting dalam sejarah awal seni simbolik dan penjelajahan laut manusia modern di dunia. (Griffith University/Maxime Aubert)
Lukisan gua tertua di dunia ada di Muna Sultra Indonesia
Temuan ini merupakan seni cadas tertua yang pernah tertanggal secara andal, sekaligus memberikan bukti langsung bahwa manusia telah menyeberangi laut secara sengaja sejak hampir 70.000 tahun lalu.Β (Griffith University/Maxime Aubert)
Lukisan gua tertua di dunia ada di Muna Sultra Indonesia
Temuan ini menegaskan bahwa Wallacea bukan hanya jalur menuju Australia, melainkan ruang hidup utama bagi manusia modern awal. β€œSangat mungkin bahwa pembuat lukisan ini merupakan bagian dari populasi yang kemudian menyebar lebih jauh ke timur dan akhirnya mencapai Australia,” kata Adhi.Β (Griffith University/Maxime Aubert)
Lukisan gua tertua di dunia ada di Muna Sultra Indonesia
Temuan ini sekaligus memperkuat model kronologi panjang, yang menyatakan bahwa manusia telah mencapai daratan Sahul (Australia–Papua) setidaknya sekitar 65.000 tahun lalu. Β (Griffith University/Maxime Aubert)
Lukisan gua tertua di dunia ada di Muna Sultra
Penelitian di Gua Metanduno itu dilakukan hampir satu dekade. Salah satu peneliti Basran Burhan mengatakan perjalanan dari pusat kota menuju Desa Liangkabhori tidak lama, hanya makan waktu sekitar 15 menit dengan mobil. Lokasinya tak jauh dari permukiman warga. Β (BRIN/Ahdi Agus Oktaviana)
Lukisan gua tertua di dunia ada di Muna Sultra
Dikutip dari BBC, dari dekat mulut gua, hamparan lukisan purbakala berwarna cokelat, merah dan jingga, dengan ukuran besar. Di sana terdapatΒ gambar binatang mirip sapi, gambar menyerupai manusia menunggang kuda. Ukurannya sekitar tiga meter, jadi dari kejauhan sudah terlihat. Selain itu terdapat gambar dengan motifΒ figur manusia dengan berbagai gaya, termasuk orang berburu rusa dengan tombak, gambar kapal-kapal dengan penumpang manusia, dan cap tangan dengan modifikasi bentuk jari menyerupai cakar. Ada pula gambar hewan-hewan kecil serupa ayam, babi, anjing, ular, lipan, kapal, matahari, stensil tangan, dan sejumlah motif geometri lain.(BRIN/Ahdi Agus Oktaviana)
Potret Seni Cadas Tertua Sejagat di Leang Metanduno, Pulau Muna
Potret Seni Cadas Tertua Sejagat di Leang Metanduno, Pulau Muna
Potret Seni Cadas Tertua Sejagat di Leang Metanduno, Pulau Muna
Potret Seni Cadas Tertua Sejagat di Leang Metanduno, Pulau Muna
Potret Seni Cadas Tertua Sejagat di Leang Metanduno, Pulau Muna
Potret Seni Cadas Tertua Sejagat di Leang Metanduno, Pulau Muna
Potret Seni Cadas Tertua Sejagat di Leang Metanduno, Pulau Muna
Potret Seni Cadas Tertua Sejagat di Leang Metanduno, Pulau Muna
Potret Seni Cadas Tertua Sejagat di Leang Metanduno, Pulau Muna
Potret Seni Cadas Tertua Sejagat di Leang Metanduno, Pulau Muna
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads