Dentum Tambur Menjaga Napas Tradisi di Kota Tangerang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Picture Story

Dentum Tambur Menjaga Napas Tradisi di Kota Tangerang

Gilang Faturahman - detikTravel
Minggu, 01 Feb 2026 09:00 WIB

Tangerang - Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota.

Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota.
Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat para pemuda berlatih barongsai dan liong, menjaga tradisi lintas budaya jelang Imlek.
Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota.
Jreng-jeng-jeng. Jreng-jeng-jeng. Trak-tak-tak. Trak-tak-tak. Dentuman tambur, simbal, dan gong memecah keheningan malam di sudut Kota Tangerang. Irama itu menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, rumah ibadah yang telah berdiri sejak 1948.
Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota.
Di dalam kelenteng, puluhan pemuda tampak berlatih dengan gerakan disiplin dan terukur. Mereka adalah anggota kelompok seni olahraga Barongsai dan Liong Kelenteng Tjo Su Bio. Setiap hentakan kaki, lompatan, dan ayunan tubuh mengikuti ritme musik yang berpadu antara tenaga, konsentrasi, dan kekompakan.
Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota.
Latihan malam itu menjadi bagian dari persiapan menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Tahun ini, kelompok Barongsai Tjo Su Bio menerima belasan undangan tampil di berbagai wilayah, mulai dari Tangerang, Jakarta, hingga kota-kota lain.
Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota.
Sebelum memasuki latihan inti, para anggota melakukan pemanasan di halaman kelenteng. Mereka mengenakan kaus putih, celana hitam, dan ikat pinggang merahβ€”warna yang kerap diasosiasikan dengan semangat dan keberuntungan. Keringat mulai mengalir bahkan sebelum kepala singa dan tubuh naga dikenakan.
Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota.
Kelompok Barongsai Tjo Su Bio berdiri sejak 2008 dan terus bertahan di kawasan Rawa Kucing yang padat. Di tengah tekanan ruang kota dan perubahan zaman, mereka berupaya menjaga warisan seni olahraga Tionghoa agar tetap hidup dan relevan.
Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota.
Bagi Kevin (29), pelatih sekaligus pegiat seni olahraga Tionghoa, barongsai dan liong bukan sekadar pertunjukan. β€œIni soal mental dan kerja sama tim,” ujarnya. Setiap gerakan akrobatik menuntut keberanian, ketepatan, dan keseimbangan, karena satu kesalahan kecil bisa berujung cedera.
Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota.
Dalam mitologi Tionghoa, Liong atau naga melambangkan kekuatan dan kebijaksanaan, sementara Barongsai merepresentasikan singa sebagai simbol keberanian dan keberuntungan. Nilai-nilai itulah yang terus ditanamkan dalam setiap sesi latihan.
Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota.
Seiring waktu, barongsai tak lagi dimainkan oleh satu etnis semata. Pemuda-pemudi non-Tionghoa dari berbagai latar agama dan budaya kini turut bergerak di balik kepala singa dan tubuh naga, menjadikan barongsai sebagai ruang perjumpaan lintas identitas.
Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota.
Di Indonesia, barongsai pun berkembang melampaui ritual tradisi. Ia diakui sebagai cabang olahraga resmi yang berpijak pada budaya, sekaligus menjadi medium pelestarian nilai, disiplin, dan kebersamaanβ€”seperti dentum tambur yang terus bergema, menjaga napas tradisi agar tak pernah padam.
Dentum Tambur Menjaga Napas Tradisi di Kota Tangerang
Dentum Tambur Menjaga Napas Tradisi di Kota Tangerang
Dentum Tambur Menjaga Napas Tradisi di Kota Tangerang
Dentum Tambur Menjaga Napas Tradisi di Kota Tangerang
Dentum Tambur Menjaga Napas Tradisi di Kota Tangerang
Dentum Tambur Menjaga Napas Tradisi di Kota Tangerang
Dentum Tambur Menjaga Napas Tradisi di Kota Tangerang
Dentum Tambur Menjaga Napas Tradisi di Kota Tangerang
Dentum Tambur Menjaga Napas Tradisi di Kota Tangerang
Dentum Tambur Menjaga Napas Tradisi di Kota Tangerang
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads