Jakarta - Dibangun pada 1628, Jembatan Kota Intan di Kota Tua Jakarta menjadi saksi lalu lintas air Kalibesar pada masa Batavia.
Foto Travel
Jembatan Kota Intan, Peninggalan VOC di Kota Tua Jakarta
Kota Tua Jakarta masih menyimpan jejak sejarah peninggalan masa kolonial Belanda. Salah satunya adalah Jembatan Kota Intan di, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (1/2/2026).
Jembatan ini menghubungkan Jalan Kali Besar Timur dan Kali Besar Barat.
Jembatan bersejarah ini memiliki panjang sekitar 30 meter dan lebar 4,4 meter. Lantai jembatan terbuat dari kayu dengan rangka besi yang dicat cokelat. Pagar jembatan juga menggunakan material kayu.
Nama Jembatan Kota Intan berasal dari lokasinya yang berada di bekas Bastion Diamant (intan), bagian dari Kastil Batavia yang kini telah runtuh.
Jembatan ini merupakan satu-satunya jembatan peninggalan VOC yang masih tersisa hingga kini, dari sejumlah jembatan yang dibangun pada masa Batavia. Jembatan Kota Intan sendiri dibangun pada 1628.
Jembatan jungkit ini membentang di atas Sungai Kalibesar, yang pada masanya menjadi jalur lalu lintas air penting penghubung Pelabuhan Sunda Kelapa dengan Kota Batavia. Struktur jembatan terdiri dari dua bagian yang saling berhadapan di sisi sungai. Saat perahu melintas, jembatan dapat ditarik ke atas.
Pada 7 September 1972, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, menetapkan Jembatan Kota Intan sebagai benda cagar budaya. Namun, kondisi jembatan saat ini dinilai kurang terawat. Sejumlah bagian terlihat mengalami kerusakan.












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?