Meski Dibatalkan, Peserta Karnaval Tetap Berpawai di Port-au-Prince
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Foto Travel

Meski Dibatalkan, Peserta Karnaval Tetap Berpawai di Port-au-Prince

Rengga Sancaya - detikTravel
Selasa, 17 Feb 2026 06:00 WIB

Haiti - Meski secara resmi dibatalkan oleh pemerintah karena alasan keamanan, perayaan karnaval tetap berlangsung di Port-au-Prince, Haiti.

Meski secara resmi dibatalkan oleh pemerintah karena alasan keamanan, perayaan karnaval tetap berlangsung di Port-au-Prince, Haiti, pada 15 Februari 2026. Sejumlah warga terlihat turun ke jalan, mengikuti pawai dan merayakan karnaval dengan penuh semangat. REUTERS/Fildor Pq Egeder
Di beberapa titik kota, para peserta karnaval tampak berarak di sepanjang jalan sambil menari dan memainkan musik.Β REUTERS/Fildor Pq Egeder
Meski secara resmi dibatalkan oleh pemerintah karena alasan keamanan, perayaan karnaval tetap berlangsung di Port-au-Prince, Haiti, pada 15 Februari 2026. Sejumlah warga terlihat turun ke jalan, mengikuti pawai dan merayakan karnaval dengan penuh semangat. REUTERS/Fildor Pq Egeder
Peristiwa ini mencerminkan bagaimana tradisi karnaval tetap hidup di Port-au-Prince, bahkan dalam kondisi penuh keterbatasan. Di tengah pembatalan dan kekhawatiran keamanan, warga memilih tetap merayakan karnaval sebagai bentuk ekspresi budaya dan kebersamaan. REUTERS/Fildor Pq Egeder
Meski secara resmi dibatalkan oleh pemerintah karena alasan keamanan, perayaan karnaval tetap berlangsung di Port-au-Prince, Haiti, pada 15 Februari 2026. Sejumlah warga terlihat turun ke jalan, mengikuti pawai dan merayakan karnaval dengan penuh semangat. REUTERS/Fildor Pq Egeder
Bagi sebagian warga, karnaval bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan simbol identitas budaya dan sarana melepas penat di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi negara tersebut. REUTERS/Fildor Pq Egeder
Meski secara resmi dibatalkan oleh pemerintah karena alasan keamanan, perayaan karnaval tetap berlangsung di Port-au-Prince, Haiti, pada 15 Februari 2026. Sejumlah warga terlihat turun ke jalan, mengikuti pawai dan merayakan karnaval dengan penuh semangat. REUTERS/Fildor Pq Egeder
Seorang perempuan terlihat menjajakan marakas kepada pengunjung, sementara peserta lain mengekspresikan kegembiraan mereka di tengah suasana yang tetap meriah meski tanpa penyelenggaraan resmi. REUTERS/Fildor Pq Egeder
Meski secara resmi dibatalkan oleh pemerintah karena alasan keamanan, perayaan karnaval tetap berlangsung di Port-au-Prince, Haiti, pada 15 Februari 2026. Sejumlah warga terlihat turun ke jalan, mengikuti pawai dan merayakan karnaval dengan penuh semangat. REUTERS/Fildor Pq Egeder
Kerumunan warga memadati ruas-ruas jalan utama, menunjukkan kuatnya tradisi karnaval dalam kehidupan masyarakat setempat. REUTERS/Fildor Pq Egeder
Meski secara resmi dibatalkan oleh pemerintah karena alasan keamanan, perayaan karnaval tetap berlangsung di Port-au-Prince, Haiti, pada 15 Februari 2026. Sejumlah warga terlihat turun ke jalan, mengikuti pawai dan merayakan karnaval dengan penuh semangat. REUTERS/Fildor Pq Egeder
Pembatalan resmi dilakukan menyusul kekhawatiran atas situasi keamanan yang belum kondusif. Namun demikian, antusiasme masyarakat tampak sulit dibendung. Aparat keamanan terlihat berjaga di sejumlah lokasi untuk memantau situasi dan mencegah potensi gangguan. REUTERS/Fildor Pq Egeder
Meski Dibatalkan, Peserta Karnaval Tetap Berpawai di Port-au-Prince
Meski Dibatalkan, Peserta Karnaval Tetap Berpawai di Port-au-Prince
Meski Dibatalkan, Peserta Karnaval Tetap Berpawai di Port-au-Prince
Meski Dibatalkan, Peserta Karnaval Tetap Berpawai di Port-au-Prince
Meski Dibatalkan, Peserta Karnaval Tetap Berpawai di Port-au-Prince
Meski Dibatalkan, Peserta Karnaval Tetap Berpawai di Port-au-Prince
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads