Jalur Trail Cisadon, Destinasi Favorit Pelari Berburu Elevasi
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Picture Story

Jalur Trail Cisadon, Destinasi Favorit Pelari Berburu Elevasi

Andhika Prasetia - detikTravel
Minggu, 22 Feb 2026 08:30 WIB

Jakarta - Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor, kian diminati pelari Jabodetabek berkat medan variatif, elevasi menantang, dan suasana desa yang masih alami.

Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor, kian diminati pelari Jabodetabek berkat medan variatif, elevasi menantang, dan suasana desa yang masih alami.

Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, semakin populer sebagai lokasi latihan lari trail bagi pelari Jabodetabek. Aksesnya yang relatif dekat dari kawasan perkotaan serta karakter medan yang bervariasi menjadikan jalur ini cocok untuk pelari pemula hingga berpengalaman yang ingin melatih daya tahan dan berburu elevasi di alam terbuka.

Sejumlah pelari rutin memanfaatkan jalur ini untuk latihan berkala, bahkan memulai aktivitas sejak dini hari. Salah satunya Eko, karyawan swasta asal Jakarta, yang bersama rekan-rekannya hampir setiap bulan berlari di Cisadon. Rute dari area sekitar kandang sapi milik Presiden Prabowo Subianto menuju Desa Cisadon dapat mencapai sekitar 7 kilometer sekali jalan, dengan jarak tempuh yang bisa bertambah sesuai jalur dan menu latihan.

Di sepanjang rute, papan penunjuk arah membantu pelari dan pendaki menuju berbagai destinasi lain seperti Bukit Paniisan, Situ Rawa Gede, Pasir Limo, hingga jalur yang terhubung ke Gunung Pancar dan kawasan Puncak. Jalur trekking Cisadon juga menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar sawah, kebun teh, hutan pinus, sungai, dan perbukitan yang terbuka luas, termasuk panorama dari Bukit Pasir Limo yang menampilkan lanskap Bogor dari ketinggian.

Namun, karakter jalur yang berupa jalan desa rusak, tanah, makadam, serta lintasan anak sungai dan kubangan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika jalur berubah menjadi licin dan berlumpur. Minimnya sinyal seluler serta suasana desa yang tenang dan alami justru menjadi daya tarik tambahan, menghadirkan pengalaman latihan yang menyatu dengan kehidupan warga lokal sekaligus kesempatan untuk sejenak lepas dari hiruk-pikuk dunia digital.
Dua pelari berlatih melintasi jalur trail Cisadon yang terletak di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jalur trail ini populer di kalangan pelari Jabodetabek karena lokasinya yang strategis dari perkotaan dan relatif bersahabat untuk pemula. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor, kian diminati pelari Jabodetabek berkat medan variatif, elevasi menantang, dan suasana desa yang masih alami.

Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, semakin populer sebagai lokasi latihan lari trail bagi pelari Jabodetabek. Aksesnya yang relatif dekat dari kawasan perkotaan serta karakter medan yang bervariasi menjadikan jalur ini cocok untuk pelari pemula hingga berpengalaman yang ingin melatih daya tahan dan berburu elevasi di alam terbuka.

Sejumlah pelari rutin memanfaatkan jalur ini untuk latihan berkala, bahkan memulai aktivitas sejak dini hari. Salah satunya Eko, karyawan swasta asal Jakarta, yang bersama rekan-rekannya hampir setiap bulan berlari di Cisadon. Rute dari area sekitar kandang sapi milik Presiden Prabowo Subianto menuju Desa Cisadon dapat mencapai sekitar 7 kilometer sekali jalan, dengan jarak tempuh yang bisa bertambah sesuai jalur dan menu latihan.

Di sepanjang rute, papan penunjuk arah membantu pelari dan pendaki menuju berbagai destinasi lain seperti Bukit Paniisan, Situ Rawa Gede, Pasir Limo, hingga jalur yang terhubung ke Gunung Pancar dan kawasan Puncak. Jalur trekking Cisadon juga menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar sawah, kebun teh, hutan pinus, sungai, dan perbukitan yang terbuka luas, termasuk panorama dari Bukit Pasir Limo yang menampilkan lanskap Bogor dari ketinggian.

Namun, karakter jalur yang berupa jalan desa rusak, tanah, makadam, serta lintasan anak sungai dan kubangan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika jalur berubah menjadi licin dan berlumpur. Minimnya sinyal seluler serta suasana desa yang tenang dan alami justru menjadi daya tarik tambahan, menghadirkan pengalaman latihan yang menyatu dengan kehidupan warga lokal sekaligus kesempatan untuk sejenak lepas dari hiruk-pikuk dunia digital.
Eko, karyawan swasta asal Jakarta, berlari di jalur trail Cisadon. Eko bersama kawan-kawan rutin berlari di Cisadon hampir setiap bulannya dan mulai berlari sekitar pukul 02.00 dini hari. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor, kian diminati pelari Jabodetabek berkat medan variatif, elevasi menantang, dan suasana desa yang masih alami.

Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, semakin populer sebagai lokasi latihan lari trail bagi pelari Jabodetabek. Aksesnya yang relatif dekat dari kawasan perkotaan serta karakter medan yang bervariasi menjadikan jalur ini cocok untuk pelari pemula hingga berpengalaman yang ingin melatih daya tahan dan berburu elevasi di alam terbuka.

Sejumlah pelari rutin memanfaatkan jalur ini untuk latihan berkala, bahkan memulai aktivitas sejak dini hari. Salah satunya Eko, karyawan swasta asal Jakarta, yang bersama rekan-rekannya hampir setiap bulan berlari di Cisadon. Rute dari area sekitar kandang sapi milik Presiden Prabowo Subianto menuju Desa Cisadon dapat mencapai sekitar 7 kilometer sekali jalan, dengan jarak tempuh yang bisa bertambah sesuai jalur dan menu latihan.

Di sepanjang rute, papan penunjuk arah membantu pelari dan pendaki menuju berbagai destinasi lain seperti Bukit Paniisan, Situ Rawa Gede, Pasir Limo, hingga jalur yang terhubung ke Gunung Pancar dan kawasan Puncak. Jalur trekking Cisadon juga menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar sawah, kebun teh, hutan pinus, sungai, dan perbukitan yang terbuka luas, termasuk panorama dari Bukit Pasir Limo yang menampilkan lanskap Bogor dari ketinggian.

Namun, karakter jalur yang berupa jalan desa rusak, tanah, makadam, serta lintasan anak sungai dan kubangan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika jalur berubah menjadi licin dan berlumpur. Minimnya sinyal seluler serta suasana desa yang tenang dan alami justru menjadi daya tarik tambahan, menghadirkan pengalaman latihan yang menyatu dengan kehidupan warga lokal sekaligus kesempatan untuk sejenak lepas dari hiruk-pikuk dunia digital.
Plang petunjuk arah terpasang di kampung Cisadon. Pendaki atau pelari juga bisa menuju lokasi lain seperti Bukit Paniisan Sentul, Situ Rawa Gede, Pasir Limo, dan jalur lainnya. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor, kian diminati pelari Jabodetabek berkat medan variatif, elevasi menantang, dan suasana desa yang masih alami.

Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, semakin populer sebagai lokasi latihan lari trail bagi pelari Jabodetabek. Aksesnya yang relatif dekat dari kawasan perkotaan serta karakter medan yang bervariasi menjadikan jalur ini cocok untuk pelari pemula hingga berpengalaman yang ingin melatih daya tahan dan berburu elevasi di alam terbuka.

Sejumlah pelari rutin memanfaatkan jalur ini untuk latihan berkala, bahkan memulai aktivitas sejak dini hari. Salah satunya Eko, karyawan swasta asal Jakarta, yang bersama rekan-rekannya hampir setiap bulan berlari di Cisadon. Rute dari area sekitar kandang sapi milik Presiden Prabowo Subianto menuju Desa Cisadon dapat mencapai sekitar 7 kilometer sekali jalan, dengan jarak tempuh yang bisa bertambah sesuai jalur dan menu latihan.

Di sepanjang rute, papan penunjuk arah membantu pelari dan pendaki menuju berbagai destinasi lain seperti Bukit Paniisan, Situ Rawa Gede, Pasir Limo, hingga jalur yang terhubung ke Gunung Pancar dan kawasan Puncak. Jalur trekking Cisadon juga menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar sawah, kebun teh, hutan pinus, sungai, dan perbukitan yang terbuka luas, termasuk panorama dari Bukit Pasir Limo yang menampilkan lanskap Bogor dari ketinggian.

Namun, karakter jalur yang berupa jalan desa rusak, tanah, makadam, serta lintasan anak sungai dan kubangan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika jalur berubah menjadi licin dan berlumpur. Minimnya sinyal seluler serta suasana desa yang tenang dan alami justru menjadi daya tarik tambahan, menghadirkan pengalaman latihan yang menyatu dengan kehidupan warga lokal sekaligus kesempatan untuk sejenak lepas dari hiruk-pikuk dunia digital.
Jalur trekking Cisadon memiliki spot-spot foto yang menarik di sepanjang rutenya. Kamu bisa berfoto dengan latar pemandangan sawah, kebun teh, hutan pinus, danau Cisadon, sungai, dan perbukitan. Lokasi ini terletak di kilometer 7 Cisadon. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor, kian diminati pelari Jabodetabek berkat medan variatif, elevasi menantang, dan suasana desa yang masih alami.

Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, semakin populer sebagai lokasi latihan lari trail bagi pelari Jabodetabek. Aksesnya yang relatif dekat dari kawasan perkotaan serta karakter medan yang bervariasi menjadikan jalur ini cocok untuk pelari pemula hingga berpengalaman yang ingin melatih daya tahan dan berburu elevasi di alam terbuka.

Sejumlah pelari rutin memanfaatkan jalur ini untuk latihan berkala, bahkan memulai aktivitas sejak dini hari. Salah satunya Eko, karyawan swasta asal Jakarta, yang bersama rekan-rekannya hampir setiap bulan berlari di Cisadon. Rute dari area sekitar kandang sapi milik Presiden Prabowo Subianto menuju Desa Cisadon dapat mencapai sekitar 7 kilometer sekali jalan, dengan jarak tempuh yang bisa bertambah sesuai jalur dan menu latihan.

Di sepanjang rute, papan penunjuk arah membantu pelari dan pendaki menuju berbagai destinasi lain seperti Bukit Paniisan, Situ Rawa Gede, Pasir Limo, hingga jalur yang terhubung ke Gunung Pancar dan kawasan Puncak. Jalur trekking Cisadon juga menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar sawah, kebun teh, hutan pinus, sungai, dan perbukitan yang terbuka luas, termasuk panorama dari Bukit Pasir Limo yang menampilkan lanskap Bogor dari ketinggian.

Namun, karakter jalur yang berupa jalan desa rusak, tanah, makadam, serta lintasan anak sungai dan kubangan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika jalur berubah menjadi licin dan berlumpur. Minimnya sinyal seluler serta suasana desa yang tenang dan alami justru menjadi daya tarik tambahan, menghadirkan pengalaman latihan yang menyatu dengan kehidupan warga lokal sekaligus kesempatan untuk sejenak lepas dari hiruk-pikuk dunia digital.
Pelari melintasi anak sungai di jalur Cisadon. Permukaan jalur Cisadon sebenarnya adalah jalan desa yang masih rusak, terdiri dari permukaan tanah, jalur makadam, hingga beberapa kali melewati anak sungai dan kubangan. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor, kian diminati pelari Jabodetabek berkat medan variatif, elevasi menantang, dan suasana desa yang masih alami.

Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, semakin populer sebagai lokasi latihan lari trail bagi pelari Jabodetabek. Aksesnya yang relatif dekat dari kawasan perkotaan serta karakter medan yang bervariasi menjadikan jalur ini cocok untuk pelari pemula hingga berpengalaman yang ingin melatih daya tahan dan berburu elevasi di alam terbuka.

Sejumlah pelari rutin memanfaatkan jalur ini untuk latihan berkala, bahkan memulai aktivitas sejak dini hari. Salah satunya Eko, karyawan swasta asal Jakarta, yang bersama rekan-rekannya hampir setiap bulan berlari di Cisadon. Rute dari area sekitar kandang sapi milik Presiden Prabowo Subianto menuju Desa Cisadon dapat mencapai sekitar 7 kilometer sekali jalan, dengan jarak tempuh yang bisa bertambah sesuai jalur dan menu latihan.

Di sepanjang rute, papan penunjuk arah membantu pelari dan pendaki menuju berbagai destinasi lain seperti Bukit Paniisan, Situ Rawa Gede, Pasir Limo, hingga jalur yang terhubung ke Gunung Pancar dan kawasan Puncak. Jalur trekking Cisadon juga menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar sawah, kebun teh, hutan pinus, sungai, dan perbukitan yang terbuka luas, termasuk panorama dari Bukit Pasir Limo yang menampilkan lanskap Bogor dari ketinggian.

Namun, karakter jalur yang berupa jalan desa rusak, tanah, makadam, serta lintasan anak sungai dan kubangan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika jalur berubah menjadi licin dan berlumpur. Minimnya sinyal seluler serta suasana desa yang tenang dan alami justru menjadi daya tarik tambahan, menghadirkan pengalaman latihan yang menyatu dengan kehidupan warga lokal sekaligus kesempatan untuk sejenak lepas dari hiruk-pikuk dunia digital.
Pelari melintasi Masjid Al A'laa Cisadon. Kehadiran suasana desa memperlihatkan karakter Cisadon yang menyatu dengan kehidupan warga lokal. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor, kian diminati pelari Jabodetabek berkat medan variatif, elevasi menantang, dan suasana desa yang masih alami.

Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, semakin populer sebagai lokasi latihan lari trail bagi pelari Jabodetabek. Aksesnya yang relatif dekat dari kawasan perkotaan serta karakter medan yang bervariasi menjadikan jalur ini cocok untuk pelari pemula hingga berpengalaman yang ingin melatih daya tahan dan berburu elevasi di alam terbuka.

Sejumlah pelari rutin memanfaatkan jalur ini untuk latihan berkala, bahkan memulai aktivitas sejak dini hari. Salah satunya Eko, karyawan swasta asal Jakarta, yang bersama rekan-rekannya hampir setiap bulan berlari di Cisadon. Rute dari area sekitar kandang sapi milik Presiden Prabowo Subianto menuju Desa Cisadon dapat mencapai sekitar 7 kilometer sekali jalan, dengan jarak tempuh yang bisa bertambah sesuai jalur dan menu latihan.

Di sepanjang rute, papan penunjuk arah membantu pelari dan pendaki menuju berbagai destinasi lain seperti Bukit Paniisan, Situ Rawa Gede, Pasir Limo, hingga jalur yang terhubung ke Gunung Pancar dan kawasan Puncak. Jalur trekking Cisadon juga menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar sawah, kebun teh, hutan pinus, sungai, dan perbukitan yang terbuka luas, termasuk panorama dari Bukit Pasir Limo yang menampilkan lanskap Bogor dari ketinggian.

Namun, karakter jalur yang berupa jalan desa rusak, tanah, makadam, serta lintasan anak sungai dan kubangan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika jalur berubah menjadi licin dan berlumpur. Minimnya sinyal seluler serta suasana desa yang tenang dan alami justru menjadi daya tarik tambahan, menghadirkan pengalaman latihan yang menyatu dengan kehidupan warga lokal sekaligus kesempatan untuk sejenak lepas dari hiruk-pikuk dunia digital.
Jika di musim hujan, jalur Cisadon berubah menjadi lumpur dan kubangan. Pelari maupun warga yang sedang trekking harus lebih berhati-hati agar tidak terpeleset.Β  Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor, kian diminati pelari Jabodetabek berkat medan variatif, elevasi menantang, dan suasana desa yang masih alami.

Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, semakin populer sebagai lokasi latihan lari trail bagi pelari Jabodetabek. Aksesnya yang relatif dekat dari kawasan perkotaan serta karakter medan yang bervariasi menjadikan jalur ini cocok untuk pelari pemula hingga berpengalaman yang ingin melatih daya tahan dan berburu elevasi di alam terbuka.

Sejumlah pelari rutin memanfaatkan jalur ini untuk latihan berkala, bahkan memulai aktivitas sejak dini hari. Salah satunya Eko, karyawan swasta asal Jakarta, yang bersama rekan-rekannya hampir setiap bulan berlari di Cisadon. Rute dari area sekitar kandang sapi milik Presiden Prabowo Subianto menuju Desa Cisadon dapat mencapai sekitar 7 kilometer sekali jalan, dengan jarak tempuh yang bisa bertambah sesuai jalur dan menu latihan.

Di sepanjang rute, papan penunjuk arah membantu pelari dan pendaki menuju berbagai destinasi lain seperti Bukit Paniisan, Situ Rawa Gede, Pasir Limo, hingga jalur yang terhubung ke Gunung Pancar dan kawasan Puncak. Jalur trekking Cisadon juga menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar sawah, kebun teh, hutan pinus, sungai, dan perbukitan yang terbuka luas, termasuk panorama dari Bukit Pasir Limo yang menampilkan lanskap Bogor dari ketinggian.

Namun, karakter jalur yang berupa jalan desa rusak, tanah, makadam, serta lintasan anak sungai dan kubangan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika jalur berubah menjadi licin dan berlumpur. Minimnya sinyal seluler serta suasana desa yang tenang dan alami justru menjadi daya tarik tambahan, menghadirkan pengalaman latihan yang menyatu dengan kehidupan warga lokal sekaligus kesempatan untuk sejenak lepas dari hiruk-pikuk dunia digital.
Pelari melintasi jalur Pasir Limo Cisadon. Cisadon adalah desa kecil yang tenang dan masih alami dengan kehidupan masyarakat lokal yang sederhana dan ramah. Hampir tak ada sinyal seluler di sana, menjadikannya tempat yang sempurna untuk digital detox dan benar-benar lepas dari dunia maya. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor, kian diminati pelari Jabodetabek berkat medan variatif, elevasi menantang, dan suasana desa yang masih alami.

Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, semakin populer sebagai lokasi latihan lari trail bagi pelari Jabodetabek. Aksesnya yang relatif dekat dari kawasan perkotaan serta karakter medan yang bervariasi menjadikan jalur ini cocok untuk pelari pemula hingga berpengalaman yang ingin melatih daya tahan dan berburu elevasi di alam terbuka.

Sejumlah pelari rutin memanfaatkan jalur ini untuk latihan berkala, bahkan memulai aktivitas sejak dini hari. Salah satunya Eko, karyawan swasta asal Jakarta, yang bersama rekan-rekannya hampir setiap bulan berlari di Cisadon. Rute dari area sekitar kandang sapi milik Presiden Prabowo Subianto menuju Desa Cisadon dapat mencapai sekitar 7 kilometer sekali jalan, dengan jarak tempuh yang bisa bertambah sesuai jalur dan menu latihan.

Di sepanjang rute, papan penunjuk arah membantu pelari dan pendaki menuju berbagai destinasi lain seperti Bukit Paniisan, Situ Rawa Gede, Pasir Limo, hingga jalur yang terhubung ke Gunung Pancar dan kawasan Puncak. Jalur trekking Cisadon juga menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar sawah, kebun teh, hutan pinus, sungai, dan perbukitan yang terbuka luas, termasuk panorama dari Bukit Pasir Limo yang menampilkan lanskap Bogor dari ketinggian.

Namun, karakter jalur yang berupa jalan desa rusak, tanah, makadam, serta lintasan anak sungai dan kubangan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika jalur berubah menjadi licin dan berlumpur. Minimnya sinyal seluler serta suasana desa yang tenang dan alami justru menjadi daya tarik tambahan, menghadirkan pengalaman latihan yang menyatu dengan kehidupan warga lokal sekaligus kesempatan untuk sejenak lepas dari hiruk-pikuk dunia digital.
Dari bukit Pasir Limo, pelari maupun wisatawan bisa melihat pemandangan Bogor dari ketinggian. Jalur ini terhubung dengan berbagai lokasi seperti Gunung Pancar, Bukit Paniisan, atau bahkan Gunung Kencana di kawasan Puncak sehingga diperlukan pengetahuan mengenai medan latihan. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor, kian diminati pelari Jabodetabek berkat medan variatif, elevasi menantang, dan suasana desa yang masih alami.

Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, semakin populer sebagai lokasi latihan lari trail bagi pelari Jabodetabek. Aksesnya yang relatif dekat dari kawasan perkotaan serta karakter medan yang bervariasi menjadikan jalur ini cocok untuk pelari pemula hingga berpengalaman yang ingin melatih daya tahan dan berburu elevasi di alam terbuka.

Sejumlah pelari rutin memanfaatkan jalur ini untuk latihan berkala, bahkan memulai aktivitas sejak dini hari. Salah satunya Eko, karyawan swasta asal Jakarta, yang bersama rekan-rekannya hampir setiap bulan berlari di Cisadon. Rute dari area sekitar kandang sapi milik Presiden Prabowo Subianto menuju Desa Cisadon dapat mencapai sekitar 7 kilometer sekali jalan, dengan jarak tempuh yang bisa bertambah sesuai jalur dan menu latihan.

Di sepanjang rute, papan penunjuk arah membantu pelari dan pendaki menuju berbagai destinasi lain seperti Bukit Paniisan, Situ Rawa Gede, Pasir Limo, hingga jalur yang terhubung ke Gunung Pancar dan kawasan Puncak. Jalur trekking Cisadon juga menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar sawah, kebun teh, hutan pinus, sungai, dan perbukitan yang terbuka luas, termasuk panorama dari Bukit Pasir Limo yang menampilkan lanskap Bogor dari ketinggian.

Namun, karakter jalur yang berupa jalan desa rusak, tanah, makadam, serta lintasan anak sungai dan kubangan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika jalur berubah menjadi licin dan berlumpur. Minimnya sinyal seluler serta suasana desa yang tenang dan alami justru menjadi daya tarik tambahan, menghadirkan pengalaman latihan yang menyatu dengan kehidupan warga lokal sekaligus kesempatan untuk sejenak lepas dari hiruk-pikuk dunia digital.
Pelari menunjukkan jarak yang ditempuh lewat jam olahraga (sport watch). Jarak yang ditempuh dari kandang sapi milik Presiden Prabowo Subianto menuju Desa Cisadon berkisar 7 kilometer sekali jalan dan bisa bertambah menyesuaikan jalur yang dilalui. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jalur Trail Cisadon, Destinasi Favorit Pelari Berburu Elevasi
Jalur Trail Cisadon, Destinasi Favorit Pelari Berburu Elevasi
Jalur Trail Cisadon, Destinasi Favorit Pelari Berburu Elevasi
Jalur Trail Cisadon, Destinasi Favorit Pelari Berburu Elevasi
Jalur Trail Cisadon, Destinasi Favorit Pelari Berburu Elevasi
Jalur Trail Cisadon, Destinasi Favorit Pelari Berburu Elevasi
Jalur Trail Cisadon, Destinasi Favorit Pelari Berburu Elevasi
Jalur Trail Cisadon, Destinasi Favorit Pelari Berburu Elevasi
Jalur Trail Cisadon, Destinasi Favorit Pelari Berburu Elevasi
Jalur Trail Cisadon, Destinasi Favorit Pelari Berburu Elevasi
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads