Nigeria - Karnaval Fanti Lagos menampilkan tradisi Afro-Brasil di Nigeria. Parade warna-warni ini jadi bagian perayaan budaya saat Paskah.
Foto Travel
Colorful! Karnaval Fanti Lagos Rayakan Warisan Afro-Brasil
Peserta parade tampil dalam kostum warna-warni pada Lagos Fanti Carnival di Lagos, Nigeria pada Senin (6/4/2026). Karnaval ini digelar bertepatan dengan periode Paskah, salah satu momen utama dalam kalender Kristen. (Sodiq Adelakun/Reuters)
Warga memadati pusat kota Lagos untuk menyaksikan parade yang berlangsung di sekitar Tafawa Balewa Square, salah satu ruang publik utama yang kerap digunakan untuk acara nasional dan budaya. (Sodiq Adelakun/Reuters)
Peserta mengikuti parade dengan baju khas, bagian dari tradisi parade jalanan yang menjadi ciri khas karnaval di Afrika Barat. (Sodiq Adelakun/Reuters)
Kostum dan aksesori yang digunakan mencerminkan pengaruh budaya Afro-Brasil, hasil akulturasi antara tradisi Afrika Barat dan Amerika Selatan sejak abad ke-19. (Sodiq Adelakun/Reuters)
Atraksi berkuda ditampilkan dalam parade, menunjukkan peran elemen pertunjukan tradisional dalam memperkaya dinamika visual karnaval. (Sodiq Adelakun/Reuters)
Berbagai komunitas lokal seperti Lafiaji, Isale-Eko, Campos, dan Okepopo turut ambil bagian, masing-masing membawa identitas budaya dan sejarah kawasan mereka. (Sodiq Adelakun/Reuters)
Pertunjukan api dan elemen teatrikal jalanan menjadi bagian dari rangkaian acara, memperkuat karakter karnaval sebagai pertunjukan publik berskala besar. (Sodiq Adelakun/Reuters)
Peserta berkostum tampil di atas kuda dalam parade yang menampilkan perpaduan seni pertunjukan, musik, dan warisan budaya diaspora Afrika. (Sodiq Adelakun/Reuters)
Karnaval ini berakar dari komunitas Afro-Brasil di Lagos, keturunan mantan budak Afrika yang kembali dari Brasil pada abad ke-19 dan membentuk identitas budaya tersendiri di kota tersebut. (Sodiq Adelakun/Reuters)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal