Jakarta - Ajang BRIN Goes to Industry 4 di Jakarta tak hanya membahas hilirisasi riset, tetapi juga menjadi momentum penghargaan Guinness World Records.
Foto Travel
BRIN Raih Guinness World Records di Tengah Gelaran Goes to Industry 4
BRIN kembali menghadirkan program BRIN Goes to Industry ke-4 yang digelar di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara lembaga riset, pelaku industri, hingga sektor kebudayaan dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional berbasis riset dan hilirisasi.
Dalam forum tersebut, BRIN menyoroti bahwa kolaborasi antara lembaga riset dan industri merupakan elemen penting dalam membangun ekosistem inovasi nasional.
Upaya hilirisasi tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi dan produk, tetapi juga mencakup pemanfaatan hasil riset budaya untuk memperkuat identitas sekaligus daya saing industri kreatif Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil MenteriΒ Kementerian Kebudayaan Republik IndonesiaΒ Giring Ganesha. Kehadiran Giring menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan riset budaya yang dinilai memiliki potensi strategis dalam mendukung ekonomi kreatif dan industri berbasis kearifan lokal.
Selain menghadirkan forum diskusi dan pameran hasil riset, BRIN Goes to Industry ke-4 juga melibatkan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Sejumlah produk lokal turut dipamerkan mulai dari kerajinan membatik, produk khas Baduy, hingga berbagai hasil karya berbasis budaya dan ekonomi kreatif lainnya yang menarik perhatian pengunjung acara.
Pada kesempatan yang sama, BRIN juga menerima penghargaan dariΒ Guinness World RecordsΒ atas penemuan lukisan gua tertua di dunia berupa cap tangan menyerupai cakar yang diperkirakan berusia 67.800 tahun di Gua Metanduno, Sulawesi. Temuan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam riset arkeologi dan sejarah peradaban manusia.












































Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia