Temanggung - Warga Temanggung gelar tradisi Nublek Kopi sebagai tanda dimulainya panen dan wujud syukur atas hasil bumi.
Foto Travel
Doa dan Aroma Kopi Menyatu dalam Tradisi Nublek Kopi di Temanggung
Sejumlah warga tampak berkumpul dan memanjatkan doa bersama sebelum prosesi panen dimulai, pada Rabu (20/5/2026). Aroma khas kopi robusta yang mulai dipanen menyatu dengan suasana sakral dalam ritual yang telah lama dijaga oleh masyarakat desa wisata konservasi lingkungan Gunung Gempol itu. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Tradisi Nublek Kopi bukan sekadar seremoni, melainkan juga simbol kebersamaan dan harapan para petani agar diberikan kelancaran serta hasil panen yang melimpah. Dalam prosesi tersebut, masyarakat membawa hasil bumi dan kopi sebagai bagian dari ungkapan syukur kepada Tuhan. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta di Jawa Tengah, Temanggung memiliki beragam tradisi yang berkaitan dengan budaya bertani kopi. Nublek Kopi menjadi salah satu warisan budaya lokal yang terus dilestarikan oleh masyarakat di tengah perkembangan zaman dan modernisasi sektor pertanian. ANTARA FOTO/Anis Efizudin












































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Hotel-hotel Mewah Dubai Meratap, Jual Kemewahan dengan Diskon 50%
Presiden Jerman Mau ke RI, Bertemu Prabowo dan Susuri Terowongan Silaturahmi