Adu Cambuk Demi Turunnya Hujan, Tradisi Tiban Sedot Perhatian Warga Tulungagung

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Foto Travel

Adu Cambuk Demi Turunnya Hujan, Tradisi Tiban Sedot Perhatian Warga Tulungagung

Rengga Sancaya - detikTravel
Senin, 08 Jun 2026 07:00 WIB

Tulungagung - Tradisi Tiban kembali digelar di Tulungagung. Kesenian adu cambuk warisan leluhur ini menjadi simbol permohonan hujan saat musim kemarau.

Dua peserta adu kekuatan saling mencambuk dalam gelaran kesenian tradisional Tiban di Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (7/6/2026). Kesenian rakyat yang diwariskan secara turun-temurun tersebut lazim digelar masyarakat agraris saat memasuki musim kemarau sebagai simbol permohonan turunnya hujan sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal dan tradisi budaya leluhur yang masih bertahan di sejumlah daerah di Jawa Timur. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Dalam pertunjukan tersebut, para peserta saling beradu kekuatan dengan menggunakan cambuk dalam arena terbuka yang disaksikan ratusan warga. Setiap cambukan yang mengenai tubuh peserta memicu sorak sorai penonton yang antusias mengikuti jalannya tradisi yang sarat makna tersebut. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Dua peserta adu kekuatan saling mencambuk dalam gelaran kesenian tradisional Tiban di Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (7/6/2026). Kesenian rakyat yang diwariskan secara turun-temurun tersebut lazim digelar masyarakat agraris saat memasuki musim kemarau sebagai simbol permohonan turunnya hujan sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal dan tradisi budaya leluhur yang masih bertahan di sejumlah daerah di Jawa Timur. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Tiban bukan sekadar pertunjukan adu ketangkasan dan keberanian. Bagi masyarakat setempat, kesenian ini memiliki nilai spiritual dan budaya yang kuat. Tradisi tersebut dipercaya sebagai simbol permohonan kepada Tuhan agar hujan segera turun dan memberikan kesuburan bagi lahan pertanian yang mulai mengering akibat musim kemarau.Β  ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Dua peserta adu kekuatan saling mencambuk dalam gelaran kesenian tradisional Tiban di Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (7/6/2026). Kesenian rakyat yang diwariskan secara turun-temurun tersebut lazim digelar masyarakat agraris saat memasuki musim kemarau sebagai simbol permohonan turunnya hujan sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal dan tradisi budaya leluhur yang masih bertahan di sejumlah daerah di Jawa Timur. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Meski terlihat keras dan menegangkan, para peserta menjalani ritual ini dengan penuh kesadaran dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Mereka mengenakan atribut khusus dan mengikuti aturan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh desa. Setelah pertarungan selesai, para peserta biasanya saling berjabat tangan sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Adu Cambuk Demi Turunnya Hujan, Tradisi Tiban Sedot Perhatian Warga Tulungagung
Adu Cambuk Demi Turunnya Hujan, Tradisi Tiban Sedot Perhatian Warga Tulungagung
Adu Cambuk Demi Turunnya Hujan, Tradisi Tiban Sedot Perhatian Warga Tulungagung
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads