Panen Emas Merah di Jatiluwih, Tradisi Warisan Dunia yang Tetap Lestari

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Foto Travel

Panen Emas Merah di Jatiluwih, Tradisi Warisan Dunia yang Tetap Lestari

Rengga Sancaya - detikTravel
Selasa, 09 Jun 2026 09:00 WIB

Bali - Petani di Jatiluwih, Bali, memanen padi beras merah. Tradisi tahunan ini menjadi simbol lestarinya warisan budaya dan pertanian dunia.

Petani memanen padi beras merah di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali. Senin (8/6/2026). Panen padi beras merah yang digelar setiap bulan Juni tersebut menjadi tradisi pertanian khas Bali sekaligus menjadi kerifan lokal di kawasan objek wisata yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia itu. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Tradisi panen yang digelar setiap bulan Juni ini tidak hanya menjadi bagian dari siklus pertanian masyarakat setempat, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan warisan budaya yang telah diakui dunia. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Petani memanen padi beras merah di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali. Senin (8/6/2026). Panen padi beras merah yang digelar setiap bulan Juni tersebut menjadi tradisi pertanian khas Bali sekaligus menjadi kerifan lokal di kawasan objek wisata yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia itu. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Padi beras merah yang dipanen di kawasan Jatiluwih merupakan salah satu komoditas khas yang telah lama dibudidayakan oleh petani setempat. Dengan latar belakang terasering hijau yang memukau, kegiatan panen menghadirkan pemandangan khas pedesaan Bali yang masih terjaga hingga kini. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Petani memanen padi beras merah di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali. Senin (8/6/2026). Panen padi beras merah yang digelar setiap bulan Juni tersebut menjadi tradisi pertanian khas Bali sekaligus menjadi kerifan lokal di kawasan objek wisata yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia itu. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Jatiluwih dikenal sebagai kawasan pertanian yang menerapkan sistem irigasi tradisional subak, sebuah kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Bali. Sistem ini menjadi salah satu alasan kawasan tersebut ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO karena dinilai mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan budaya. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Petani memanen padi beras merah di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali. Senin (8/6/2026). Panen padi beras merah yang digelar setiap bulan Juni tersebut menjadi tradisi pertanian khas Bali sekaligus menjadi kerifan lokal di kawasan objek wisata yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia itu. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Bagi masyarakat setempat, musim panen bukan sekadar kegiatan ekonomi, melainkan juga bagian dari tradisi yang sarat nilai budaya. Proses bercocok tanam hingga panen dilakukan dengan tetap menjaga prinsip-prinsip adat dan kearifan lokal yang telah diwariskan selama berabad-abad. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Panen Emas Merah di Jatiluwih, Tradisi Warisan Dunia yang Tetap Lestari
Panen Emas Merah di Jatiluwih, Tradisi Warisan Dunia yang Tetap Lestari
Panen Emas Merah di Jatiluwih, Tradisi Warisan Dunia yang Tetap Lestari
Panen Emas Merah di Jatiluwih, Tradisi Warisan Dunia yang Tetap Lestari
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads