Masyarakat Adat Gelar Ngertakeun Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Foto Travel

Masyarakat Adat Gelar Ngertakeun Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu

Rengga Sancaya - detikTravel
Senin, 22 Jun 2026 10:00 WIB

Subang - Ribuan masyarakat adat hadir di Ngertakeun Bumi Lamba ke-18 di Tangkuban Parahu, Subang. Tradisi khidmat ini satukan keberagaman Nusantara.

Masyarakat adat mengarak jampana saat upacara adat Ngertakeun Bumi Lamba di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (21/6/2026). Upacara adat Ke-18 sunda nusantara sabuana Ngertakeun Bumi Lamba yang dihadiri oleh berbagai masyarakat adat, suku, ras dan agama di Indonesia tersebut ditujukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah menjadikan alam semesta yang menopang kehidupan sekaligus upaya untuk menjaga alam dan lingkungan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Dalam prosesi tersebut, masyarakat adat tampak mengarak jampana sebagai bagian dari rangkaian ritual adat yang sarat makna. Upacara Ngertakeun Bumi Lamba sendiri dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas alam semesta yang telah memberikan kehidupan, sekaligus sebagai pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam dan lingkungan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Masyarakat adat mengarak jampana saat upacara adat Ngertakeun Bumi Lamba di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (21/6/2026). Upacara adat Ke-18 sunda nusantara sabuana Ngertakeun Bumi Lamba yang dihadiri oleh berbagai masyarakat adat, suku, ras dan agama di Indonesia tersebut ditujukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah menjadikan alam semesta yang menopang kehidupan sekaligus upaya untuk menjaga alam dan lingkungan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Selain menjadi agenda budaya tahunan, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan lintas komunitas adat untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan harmoni dengan alam. ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Masyarakat adat mengarak jampana saat upacara adat Ngertakeun Bumi Lamba di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (21/6/2026). Upacara adat Ke-18 sunda nusantara sabuana Ngertakeun Bumi Lamba yang dihadiri oleh berbagai masyarakat adat, suku, ras dan agama di Indonesia tersebut ditujukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah menjadikan alam semesta yang menopang kehidupan sekaligus upaya untuk menjaga alam dan lingkungan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Di tengah suasana sejuk kaki Gunung Tangkuban Parahu, para peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh penghormatan terhadap tradisi leluhur. ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Masyarakat adat mengarak jampana saat upacara adat Ngertakeun Bumi Lamba di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (21/6/2026). Upacara adat Ke-18 sunda nusantara sabuana Ngertakeun Bumi Lamba yang dihadiri oleh berbagai masyarakat adat, suku, ras dan agama di Indonesia tersebut ditujukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah menjadikan alam semesta yang menopang kehidupan sekaligus upaya untuk menjaga alam dan lingkungan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Tradisi ini diharapkan terus menjadi pengingat bahwa manusia dan alam memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dalam menjaga keberlanjutan kehidupan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Masyarakat Adat Gelar Ngertakeun Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu
Masyarakat Adat Gelar Ngertakeun Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu
Masyarakat Adat Gelar Ngertakeun Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu
Masyarakat Adat Gelar Ngertakeun Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads