Lampora Menyala Saat Tradisi Jamasan Kendeng

Ratusan warga membawa obor menyala saat mengikuti tradisi Lampora dalam rangkaian Jamasan Kendeng di lereng Pegunungan Kendeng, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026). ANTARA FOTO/Aji Styawan

Tradisi Jamasan Kendeng juga menjadi bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki yang diberikan alam sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang masih terjaga di kawasan Pegunungan Kendeng. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Selain sebagai agenda budaya tahunan, Jamasan Kendeng dimanfaatkan masyarakat untuk menyuarakan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui rangkaian acara tersebut, warga mengajak masyarakat luas untuk turut menjaga ekosistem Pegunungan Kendeng yang membentang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Pesan pelestarian alam dan penolakan terhadap berbagai bentuk perusakan lingkungan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat Kendeng. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Ratusan warga membawa obor menyala saat mengikuti tradisi Lampora dalam rangkaian Jamasan Kendeng di lereng Pegunungan Kendeng, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026). ANTARA FOTO/Aji Styawan
Tradisi Jamasan Kendeng juga menjadi bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki yang diberikan alam sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang masih terjaga di kawasan Pegunungan Kendeng. ANTARA FOTO/Aji Styawan
Selain sebagai agenda budaya tahunan, Jamasan Kendeng dimanfaatkan masyarakat untuk menyuarakan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui rangkaian acara tersebut, warga mengajak masyarakat luas untuk turut menjaga ekosistem Pegunungan Kendeng yang membentang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. ANTARA FOTO/Aji Styawan
Pesan pelestarian alam dan penolakan terhadap berbagai bentuk perusakan lingkungan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat Kendeng. ANTARA FOTO/Aji Styawan