Berani Injak Bara Api! Tradisi Unik Warnai Perayaan Shejit di Cibarusah

Saat bara api membara di halaman kelenteng, para peserta ritual melangkah di atas hamparan bara sebagai bagian dari prosesi keagamaan.
Momen tersebut disaksikan ratusan warga dan pengunjung yang memadati area kelenteng untuk menyaksikan salah satu tradisi paling ikonik dalam perayaan Shejit.
Salah satu prosesi yang paling menyita perhatian adalah tradisi melintasi bara api, sebuah ritual yang menjadi penutup rangkaian perayaan tahunan tersebut.
Sebelum prosesi injak bara api berlangsung, umat terlebih dahulu mengikuti berbagai ritual keagamaan, persembahyangan, serta pembacaan doa sebagai bentuk penghormatan kepada dewa utama yang dipuja di kelenteng.
Perayaan kemudian dimeriahkan dengan atraksi barongsai, liong, tandu golok, dan berbagai tradisi khas Tionghoa yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Perayaan Shejit tidak hanya menjadi momentum ibadah bagi umat Tionghoa, tetapi juga menjadi upaya melestarikan warisan budaya yang telah bertahan selama ratusan tahun.
Berdiri sejak 1673, Kelenteng Ngo Kok Ong hingga kini tetap menjadi simbol sejarah, toleransi, dan keberagaman masyarakat di Cibarusah.
Saat bara api membara di halaman kelenteng, para peserta ritual melangkah di atas hamparan bara sebagai bagian dari prosesi keagamaan.
Momen tersebut disaksikan ratusan warga dan pengunjung yang memadati area kelenteng untuk menyaksikan salah satu tradisi paling ikonik dalam perayaan Shejit.
Salah satu prosesi yang paling menyita perhatian adalah tradisi melintasi bara api, sebuah ritual yang menjadi penutup rangkaian perayaan tahunan tersebut.
Sebelum prosesi injak bara api berlangsung, umat terlebih dahulu mengikuti berbagai ritual keagamaan, persembahyangan, serta pembacaan doa sebagai bentuk penghormatan kepada dewa utama yang dipuja di kelenteng.
Perayaan kemudian dimeriahkan dengan atraksi barongsai, liong, tandu golok, dan berbagai tradisi khas Tionghoa yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Perayaan Shejit tidak hanya menjadi momentum ibadah bagi umat Tionghoa, tetapi juga menjadi upaya melestarikan warisan budaya yang telah bertahan selama ratusan tahun.
Berdiri sejak 1673, Kelenteng Ngo Kok Ong hingga kini tetap menjadi simbol sejarah, toleransi, dan keberagaman masyarakat di Cibarusah.