Jakarta - Penyerang timnas Norwegia Erling Haaland menentang suvenir tak biasa saat pulang dari Piala Dunia 2026. Dia menggendong rakun.
Tak Disangka-sangka, Haaland Tenteng Rakun Saat Pulang Dari Piala Dunia 2026
Dengan berkelakar Haaland memberikan keterangan dalam postingan di Instagram bahwa rakun itulah yang mengikutinya, bukan dia yang membawa pulang. "It followed me home". Kemudian, diikuti emotikon tertawa. (Jan Langhaug/Reuters)
Sambil menentang taksidermi atau awetan rakun, Haaland turun dari tangga pesawat di Bandara Oslo Garedermoen pada Snein (13/7/2026) waktu setempat dengan tersenyum dan melambaikan tangan seolah menyapa orang lain. (Jan Langhaug/Reuters)
Erling Haaland dan Whiskey Raccoon, rakun yang sudah diawetkan (taxidermied raccoon) dan dibuat menjadi pajangan. Rakun itu digambarkan sedang memegang botol whiskey, sehingga menjadi barang dekorasi yang unik dan lucu. Jangan salah itu bukan merk minuman whisky tetapi gin rasa beri. (Instagram Haaland)
Haaland membeli rajun awetan itu di Wild Bill's Western Store, sebuah toko bertema koboi di Dallas, Texas. Saat berada di sana, Haaland juga membeli topi koboi, sepatu bot, dan berbagai perlengkapan bergaya Western. Ia bahkan sempat terlihat mengenakan kaus bertuliskan "Y'all can kiss my Dallas". Β (Instagram Haaland)
Momen belanjaΒ di Wild Bill's Western Store itu dilakukan Haaland dkk pada 30 Juni 2026, yaitu beberapa jam setelah Norwegia mengalahkan Pantai Gading 2β1 di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Ya, Haaland ke Dallas bersama empat pemain timnas Norwegia lainnya untukΒ jeda sejenakΒ sebelum menghadapi Brasil.Β (Instagram erling Haaland)
Harga pajangan rakun tersebut sekitar USD 750. Setelah Haaland terlihat membawanya pulang, barang itu menjadi viral dan menarik perhatian banyak orang (Liu Ranyang/Getty Images)
Rakun di Texas, termasuk Dallas, bukan satwa yang dilindungi karena terancam punah, tetapi termasuk kategori fur-bearing animal yang pengambilan, kepemilikan, dan perdagangannya diatur oleh hukum. Pajangan rakun awetan Haaland kemungkinan berasal dari jalur legal taksidermi, karena produk jadi (finished products) dari hewan berbulu yang diawetkan dapat dijual sesuai aturan yang berlaku. (Liu Ranyang/Getty Images)











































Komentar Terbanyak
Viral Turis China Dilecehkan Warlok Bali, Berawal dari Salaman Lalu ke Kemaluan
Malaysia Rajai Pariwisata ASEAN, Indonesia Kalah dari Vietnam
Terpopuler: Tetangga Baru Indonesia, Merdeka Tahun 2030