Jam Gadang Berusia 100 Tahun, Saksi Sejarah yang Memikat Wisatawan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Foto Travel

Jam Gadang Berusia 100 Tahun, Saksi Sejarah yang Memikat Wisatawan

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Kamis, 30 Jul 2026 12:19 WIB

Bukittinggi - Jam Gadang di jantung Kota Bukittinggi tetap berdiri megah selama 100 tahun. Jam ini sudah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Minangkabau.

ikon wisata bukittinggi
Selama 100 tahun, menara jam yang berada di jantung Kota Bukittinggi ini tidak hanya menjadi penunjuk waktu, tetapi juga saksi perjalanan sejarah dari masa kolonial, perjuangan kemerdekaan, hingga perkembangan pariwisata modern Sumatera Barat. Foto: Johanes Randy
Foto udara pekerja mengecat ulang monumen Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (23/3/2025). Pemkot Bukittinggi mengecat ulang bangunan cagar budaya yang diresmikan pada tahun 1927 itu sekaligus membenahi kawasan pedestrian untuk menyambut kedatangan wisatawan pada momen Lebaran 2025.  ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/rwa.
Jam Gadang dibangun pada 20 Juni 1926 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Menara ini merupakan hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada H.R. Rookmaaker, pejabat kontrolir (controleur) Fort de Kock, nama lama Kota Bukittinggi. Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Siapa yang tak kenal Jam Gadang? Ikon Bukittinggi, Sumatera Barat ini hampir 100 tahun berdiri kokoh meski tanpa besi penyangga dan semen.
Jam Gadang dibangun oleh seorang Arsitek asli Minangkabau yaitu Yazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh. Kemudian total biaya pembangunannya mencapai tiga ribu gulden saat masa itu. Foto: Rifkianto Nugroho
Pengunjung berada di kawasan pedestrian Jam Gadang Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (21/4/2024). Pemkot Bukittinggi mencatat, jumlah pengunjung yang masuk ke objek wisata berbayar selama libur lebaran di kota itu menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 100.218 orang dengan Pendapat Asli Daerah (PAD) yang dicapai Rp2,2 miliar, sementara pada periode yang sama 2023 sebanyak 153.542 orang dengan PAD mencapai Rp3,3, miliar. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Spt.
Lokasi Jam Gadang ini berada di tengah Taman Sabai Nan Aluih, pusat kota Bukittinggi. Dilansir dari laman sumbarprov.go.id, Bukittinggi sebagai surganya wisata di Sumatera Barat mulai dari alam, kuliner, hingga sejarah.Β  Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Jam Gadang di Bukittinggi, Sumbar. (AIsyah Lutfi/detikSumut)
Konon, mesin jam Gadang hanya ada dua di dunia. Satunya ada di Big Ben, Inggris. (Foto Aisyah Lutfi/detikSumut)
Siapa yang tak kenal Jam Gadang? Ikon Bukittinggi, Sumatera Barat ini hampir 100 tahun berdiri kokoh meski tanpa besi penyangga dan semen.
Tidak sah berkunjung ke Bukittinggi tanpa singgah dan mengabadikan bangunan yang menjadi simbol kota ini yaitu Jam Gadang. Foto: Rifkianto Nugroho
Jam Gadang Berusia 100 Tahun, Saksi Sejarah yang Memikat Wisatawan
Jam Gadang Berusia 100 Tahun, Saksi Sejarah yang Memikat Wisatawan
Jam Gadang Berusia 100 Tahun, Saksi Sejarah yang Memikat Wisatawan
Jam Gadang Berusia 100 Tahun, Saksi Sejarah yang Memikat Wisatawan
Jam Gadang Berusia 100 Tahun, Saksi Sejarah yang Memikat Wisatawan
Jam Gadang Berusia 100 Tahun, Saksi Sejarah yang Memikat Wisatawan
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads