Bukan Sekadar Adu Rotan, Ojung Jadi Simbol Persaudaraan Suku Tengger

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Foto Travel

Bukan Sekadar Adu Rotan, Ojung Jadi Simbol Persaudaraan Suku Tengger

Rengga Sancaya - detikTravel
Jumat, 07 Agu 2026 10:00 WIB

Jawa Timur - Tradisi Ojung Suku Tengger di Malang kembali digelar dengan aksi sabet rotan sebagai penutup Hari Raya Karo dan pelestarian budaya leluhur.

Sejumlah warga Suku Tengger saling menyabet menggunakan rotan saat tradisi Ojung di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026). Tradisi Ojung yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan Hari Raya Karo tersebut digelar sebagai bentuk pelestarian warisan budaya leluhur sekaligus mempererat kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Suku Tengger. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Dalam pelaksanaannya, dua warga Suku Tengger berhadapan dan saling mengayunkan rotan sebagai simbol keberanian serta ketangguhan. Meski terlihat keras, tradisi ini memiliki nilai kebersamaan yang kuat karena dilakukan dengan aturan dan semangat menjaga hubungan persaudaraan antarwarga. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Sejumlah warga Suku Tengger saling menyabet menggunakan rotan saat tradisi Ojung di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026). Tradisi Ojung yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan Hari Raya Karo tersebut digelar sebagai bentuk pelestarian warisan budaya leluhur sekaligus mempererat kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Suku Tengger. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Warga yang mengikuti maupun menyaksikan tradisi ini turut merasakan suasana kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Tengger. Setiap rangkaian kegiatan menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Sejumlah warga Suku Tengger saling menyabet menggunakan rotan saat tradisi Ojung di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026). Tradisi Ojung yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan Hari Raya Karo tersebut digelar sebagai bentuk pelestarian warisan budaya leluhur sekaligus mempererat kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Suku Tengger. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Melalui tradisi Ojung, masyarakat Suku Tengger terus mempertahankan warisan leluhur yang sarat makna. Selain menjadi bagian dari perayaan adat, kegiatan ini juga menjadi simbol persatuan dan persaudaraan yang terus hidup di tengah masyarakat Ngadas. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Bukan Sekadar Adu Rotan, Ojung Jadi Simbol Persaudaraan Suku Tengger
Bukan Sekadar Adu Rotan, Ojung Jadi Simbol Persaudaraan Suku Tengger
Bukan Sekadar Adu Rotan, Ojung Jadi Simbol Persaudaraan Suku Tengger

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads