Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau


Kamis, 16 Mar 2017 16:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Ajaib! Saat Lautan Australia Berubah Warna Jadi Biru Bercahaya

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Saat lautan Tasmania berubah warna biru bercahaya (Leanne Marshall/Instagram)
Saat lautan Tasmania berubah warna biru bercahaya (Leanne Marshall/Instagram)
Tasmania - Fenomena alam ajaib baru-baru ini terjadi di pesisir pantai Tasmania, Australia. Warna laut di sana seketika berubah menjadi biru bercahaya. Kenapa ya?

Fenomena alam yang menakjubkan terjadi hampir di berbagai penjuru dunia. Salah satunya yang baru saja terjadi di pesisir pantai Preservation Bay, Tasmania, Australia. Lautan di sana, berubah warna menjadi biru bercahaya saat malam tiba.

Traveler yang kebetulan sedang berada di pantai tersebut pun seperti melihat sedang melihat lautan yang dihiasi lampu neon berwarna biru. Kejadian langka ini pun berhasil diabadikan oleh beberapa orang traveler, termasuk fotografer bernama Brett Chatwin.

Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Kamis (16/3/2017), lautan Preservation Bay di Tasmania ini kedapatan bercahaya pada Sabtu (11/3) pekan lalu. Fenomena langka ini baru sekali ini terjadi di pesisir pantai Preservation Bay, selama beberapa dekade terakhir.


Rupanya fenomena alam lautan bercahaya ini disebabkan oleh peristiwa blooming alga berjenis Noctiluca scintillans. Alga ini akan berubah warna menjadi biru terang saat menemukan lingkungan yang cocok, yaitu perairan yang tenang dan hangat.

Itu karena jenis alga ini mempunyai kemampuan bioluminesens, alias mampu berpendar cahaya saat gelap. Jadinya, kita bisa melihat perairan bak menyala disoroti lampu neon berwarna biru.


Selain bisa berpendar, jenis fitoplankton berwarna biru ini rupanya dikenal cukup berbahaya di dunia kelautan. Jenia alga Noctiluca diketahui sebagai 'Vacuum Cleaner'-nya lautan. Mereka mampu memangsa semua plankton yang ada di perairan dimana dia berada.

Kalau semua plankton sudah dimangsa, otomatis ikan-ikan pemakan plankton akan kehabisan stok makanan. Meski begitu, jenis alga ini tidak berbahaya bagi manusia, melainkan lebih ke taraf mengganggu saja, begitulah pendapat Profesor Gustaaf Hallegraeff ahli alga berbahaya seperti dilansir dari Huffington Post Australia.

Walaupun cukup merugikan, namun alga ini mengubah wajah perairan Tasmania jadi cantik sekali di kala malam. Seperti sedang melihat Aurora borealis, namun bedanya ini bukan di atas langit, melainkan di bawah laut.



(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED
Tapal Batas

Potret Masjid Terjauh di Indonesia

Senin, 29 Mei 2017 07:52 WIB

Inilah masjid Al Aqsha di Merauke, Papua. Masjid yang punya arti terjauh, punya makna memang masjid ini cukup jauh dari mana-mana dan di ujung timur Indonesia.