Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 13 Feb 2018 17:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Tahun 2017, 2,9 juta Orang Indonesia Traveling ke Singapura

Shinta Angriyana
detikTravel
Ilustrasi Merlion (Fitraya/detikTravel)
Ilustrasi Merlion (Fitraya/detikTravel)
Jakarta - Wisatawan Indonesia masih menyukai Singapura sebagai salah satu alternatif wisata luar negeri. Ini dibuktikan dari meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia.

Tercatat di tahun 2017, sebanyak 2.954 juta orang Indonesia telah datang ke Singapura. Dalam skala persentase, jumlah ini mengingkat sebanyak 2 persen dari tahun sebelumnya.

Raymond Lim, Area Director Indonesia Singapore Tourism Board menuturkan, daerah yang masih banyak mendominasi adalah Ibukota Jakarta,

"Jakarta masih terus menjadi sumber kedatangan pengunjung terbanyak meskipun sebagian besar di luar Jakarta mengalami pertumbuhan yang lebih besar di tahun 2017," ujarnya.

Pada Desember 2017, tercatat ada 330.081 orang Indonesia yang datang ke Singapura. Jumlah ini merupakan yang terbesar sepannang tahun 2017.

Raymond juga menjelaskan, bahwa rata-rata orang Indonesia yang datang ke Singapura juga berdurasi pendek,

"Banyak juga orang Indonesia yang datang dari Batam dengan kapal ferry. Waktu kunjungannya pun singkat, biasanya tidak menginap, atau hanya 2-3 hari saja," katanya.

Orang Indonesia yang datang ke Singapura serta wisatawan mancanegara lainnya kini gemar untuk berwisata cruise atau kapal layar. Pelayaran dari Singapura meningkat di tahun 2017 sejumlah 421 pelayaran, 16 di antaranya merupakan maiden call atau kapal yang berangkat dari Singapura.

Karena banyaknya turis yang meningkat ke Singapura, pihak Singapore Tourism Board juga membuka kantor regional di Surabaya, untuk membantu memperluas potensi wisata Singapura di wilayah Indonesia,

"Memanfaatkan potensi pertumbuhan di kota-kota di luar Jakarta akan tetap menjadi salah satu fokus utama kami di tahun 2018. Kantor regional kami yang baru dibuka di Surabaya pada bulan Oktober 2017 akan memungkinkan kami untuk memperkuat upaya pemasaran di pulau Jawa bagian timur, Bali dan Sulawesi. Sementara kantor regiobal di Jakata akan fokus pada pulau Jawa bagian tengah dan barat serta Sumatera," tambahnya. (rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED