Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 17 Mei 2018 19:30 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Jembatan Kaca 3D Pertama di China yang Bikin Deg-degan

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Jembatan kaca 3 dimensi di Shapotou Scenic Area (Wahyu/detikTravel)
Jembatan kaca 3 dimensi di Shapotou Scenic Area (Wahyu/detikTravel)
Zhongwei - China 'hobi' membangun jembatan kaca yang bikin traveler deg-degan. Awal mula tren jembatan kaca ini ternyata dari Shapotou Scenic Area. Seperti apa bentuknya?

Jika traveling ke Kota Zhongwei di Provinsi Ningxia, China ada satu destinasi yang direkomendasikan untuk traveler kunjungi, yaitu Shapotou Scenic Area.

Di objek wisata terpadu ini, traveler bisa menikmati uniknya lanskap Gurun Pasir Tenggeri yang berhadapan dengan Sungai Kuning. Tepat di atas aliran Sungai Kuning, berdiri jembatan yang jadi magnet bagi para wisatawan.

Bukan sembarang jembatan, melainkan jembatan yang terbuat dari kaca dan dihiasi lukisan 3 dimensi. Jembatan ini adalah jembatan kaca 3D pertama yang dibuka di China.

Jembatan kaca 3D ini yang pertama dibangun di China (Wahyu/detikTravel)Jembatan kaca 3D ini yang pertama dibangun di China (Wahyu/detikTravel)
detikTravel berkunjung ke Shapotou Scenic Area bersama dengan rombongan Halal Tour HIMPUH (Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji). Shapotou memang masuk dalam daftar destinasi tour Halal yang menjelajahi Inner Mongolia dan Jalur Sutra Ningxia.

Yang jadi atraksi utama di Shapotou selain gurun pasirnya, tentu saja jembatan kaca 3D yang begitu ikonik. Jembatan ini dibangun pertama kali pada tahun 2014.

Setelah 3 tahun pembangunan, akhirnya pada 31 Juli 2017 jembatan ini dibuka untuk umum. Panjangnya sendiri mencapai 328 meter membentang di atas Sungai Kuning (Huang He).

Harga tiketnya 30 Yuan (Wahyu/detikTravel)Harga tiketnya 30 Yuan (Wahyu/detikTravel)
Sebelum melintasi jembatan kaca 3D, traveler wajib membeli tiket masuk. Harganya 30 Yuan per orang, jika dirupiahkan sekitar Rp 66 ribuan. Harga ini termasuk sewa pelindung sepatu yang wajib dipakai oleh traveler.

Pelindung alas kaki ini akan membantu traveler berjalan dengan nyaman di atas jembatan kaca tadi. Selain itu juga agar jembatan kaca 3D ini tidak rusak meskipun dilintasi oleh ratusan traveler setiap harinya.

Saat detikTravel datang, Shapotou sedang ramai turis. Maklum, kedatangan detikTravel bertepatan dengan liburan Hari Buruh pada tanggal 1 Mei yang lalu. Antrean pun mengular. Tapi tidak mengapa, karena antrean ini tertib.

Traveler wajib mengenakan pelindung sepatu (Wahyu/detikTravel)Traveler wajib mengenakan pelindung sepatu (Wahyu/detikTravel)
Setelah mengenakan pelindung sepatu, traveler dipersilakan untuk berjalan menyusuri jembatan kaca 3 dimensi selebar 2,6 meter ini. Pertama kali yang detikTravel rasakan tentu saja perasaan deg-degan.

Bukan karena takut terjatuh gara-gara permukaan kaca transparan di jembatan tersebut. Tetapi karena angin yang kencang membuat jembatan ini kerap bergoyang-goyang cukup hebat.

Goyangan ini bisa sampai membuat traveler jalan sempoyongan dan harus pegangan di sisi jembatan. Tapi justru di situlah letak keseruan dari jembatan kaca ini. Meksi kerap bergoncang karena diterpa angin, melintas di jembatan kaca ini tetap aman kok.

Traveler sedang berjalan di atas jembatan kaca 3D (Wahyu/detikTravel)Traveler sedang berjalan di atas jembatan kaca 3D (Wahyu/detikTravel)
Traveler tidak perlu takut atau khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Di atas jembatan juga terlihat beberapa petugas keamanan yang berpatroli untuk memastikan traveler tetap aman dan nyaman.

Soal lukisan 3D di atas jembatan, sebenarnya cukup menarik sebagai latar belakang foto. Namun banyaknya pengunjung di atas jembatan saat itu membuat kegiatan foto narsis traveler agak sedikit terganggu.

Meski begitu, traveler masih tetap bisa kok menikmati keseruan jembatan yang melayang 10 meter di atas Sungai Kuning ini. Tinggal pintar-pintar mencari angle dan sabar menanti sepinya pengunjung saja, maka traveler akan mendapat foto yang ciamik.











(rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED