Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 26 Jun 2018 16:30 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Bukti Kejayaan Islam di Museum Jalur Sutra China

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Kaligrafi Arab di Xinjiang Uyghur Autonomous Region Museum (Fitraya/detikTravel)
Kaligrafi Arab di Xinjiang Uyghur Autonomous Region Museum (Fitraya/detikTravel)
Urumqi - Peradaban Islam masuk ke China melalui Jalur Sutra, ratusan tahun silam. Jejak-jejaknya tersimpan di museum yang ada di Kota Urumqi, Xinjiang.

Bertualang ke Xinjiang adalah menikmati eksotisme Jalur Sutra yang berumur ribuan tahun di kaki Gunung Tianshan yang tertutup salju abadi. Xinjiang menjadi sangat penting ketika dibukanya Jalur Sutra pada zaman Dinasti Han tahun 60 SM. Buddha dan Islam pun masuk ke China.

Komposisi etnis di Xinjiang sangat menarik. Dari 23,6 juta orang pada sensus 2015, 46% adalah etnis muslim Uyghur, 40 persen adalah etnis Han. Kemudian ada yang lebih minoritas lagi yaitu etnis muslim Kazakhs 6,5%, etnis muslim Hui 4,5% dan etnis lain-lain 3 persen.

detikTravel pada tanggal 3-11 Mei 2018 menjelajah beberapa kota di Xinjiang yaitu Urumqi, Changji, Korla, Yanqi dan Bohu. Saya mencoba mengumpulkan jejak peradaban Islam di sana, terutama dari museum di Urumqi.

Mencari Jejak Islam di Museum Jalur Sutra ChinaTampak depan museum (Fitraya/detikTravel)
Pada Sabtu (5/5) saya diajak oleh State Council Information Office China dan Information Office Xinjiang Uyghur Autonomous Region berkunjung ke Xinjiang Uyghur Autonomous Region Museum. Letaknya ada di tengah Kota Urumqi, ibukota Xinjiang.

Area pertama museum bernama Memory on The History of The Western Region. Di sini traveler muslim bisa melihat jejak Islam di Xinjiang berupa kebudayaan etnis minoritas Uyghur yang muslim. Mereka juga bisa melihat sejarah Jalur Sutra, jalur traveling dan perdagangan masa silam antara China dengan India, Arab dan Eropa.

Museum ini mencatat, pernah berdiri kerajaan Islam di Xinjiang sebelum bergabung dengan kekaisaran China. Pada tahun 907-1271, banyak etnis muslim Uyghur pindah ke lembah Sungai Chu. Mereka mendirikan Kerajaan Karahan dengan ibukota Balashagun dan Kasghar. Pada akhirnya, kerajaan ini ditaklukan Yeludashi dan ia mendirikan Negara Liao Barat di awal abad ke-12.

Mencari Jejak Islam di Museum Jalur Sutra ChinaPrasasti bertulisan Arab (Fitraya/detikTravel)
Negara Liao Barat lalu ditaklukan Mongol tahun 1218. Genghis Khan menghadiahkan kawasan ini ke putranya Chagatai Khan dan mendirikan Kerajaan Chagatai Khanate yang berkuasa dari abad ke-14 sampai abad ke-16. Kerajaan Chagatai juga masuk Islam. Kemudian wilayah ini menjadi kekuasaan Mongol Jungar di abad ke-17. Lalu direbut Dinasti Qing, dan pada 1884 didirikanlah Provinsi Xinjiang sebagai bagian dari Kekaisaran China.

Bukti-bukti peradaban Islam di Xinjiang sangatlah menarik. Ada topi prajurit dengan tulisan Allah. Ada koin emas dari Kerajaan Chagatai dengan aksara Arab. Koin ini ditemukan di Fukang tahun 1976. Diduga ini adalah uang yang dipergunakan tahun 1271-1368 di masa Dinasti Yuan.

Kemudian ada sejumlah piring batu giok, gelas tembaga dan mangkuk perak dengan tulisan Arab yang diperkirakan dari masa Dinasti Qing. Ada juga replika pedang Ubashi Khan, raja terakhir dari dinasti Khanate (1744-1774).

Mencari Jejak Islam di Museum Jalur Sutra ChinaPerabotan dengan hiasan huruf Arab (Fitraya/detikTravel)
Kemudian juga ada prasasti dengan tulisan Arab. Sayang kurang lengkap informasinya, namun ini menunjukan bukti peradaban Islam di Xinjiang. Dengan sejarah yang panjang, mestinya jejak Islam bisa ditampilkan lebih banyak lagi di museum ini. Namun sepertinya, masalah separatisme muslim Uyghur membuat China juga meminimalisir sejarah Islam.

Jangan lewatkan juga ruang ketiga berupa display aneka budaya etnis minoritas Xinjiang. Kita bisa melihat Doppa, peci khas muslim Uyghur dengan aneka warna yang cantik. Selain dipergunakan saat salat, peci ini juga menjadi aksesoris pria Uyghur sehari-hari. Kita juga bisa melihat dekorasi rumah seperti kaligrafi hiasan dinding.

Puas berkeliling, wisatawan bisa mampir ke toko suvenir dan toko perhiasan giok. Xinjiang Uyghur Autonomous Region Museum adalah destinasi yang wajib traveler muslim datangi di Urumqi. Masuk ke museum ini gratis!

Mencari Jejak Islam di Museum Jalur Sutra ChinaDoppa, peci khas muslim Uyghur (Fitraya/detikTravel)
(fay/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA