Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Mar 2019 11:45 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Festival Lampion, Waktu Terbaik Liburan ke Taiwan

Muhammad Idris
detikTravel
Foto: Muhammad Idris/Detikcom
Foto: Muhammad Idris/Detikcom
Jakarta - Taiwan sudah sejak lama menjadi favorit destinasi wisata luar negeri bagi turis asal Indonesia. Dari sisi pengeluaran, untuk berlibur di negara yang dulunya bernama Formosa ini, bisa dikatakan relatif lebih irit dibandingkan Jepang, Korea, bahkan China.

Jika melancong ke Taiwan, ada baiknya memilih waktu beberapa hari setelah Hari Raya Imlek. Ini karena ada Festival Lampion atau Lantern Festival yang digelar setiap tahunnya oleh pemerintah Taiwan pada hari ke-15 setelah Imlek atau bertepatan dengan bulan purnama perdana dalam penanggalan Tiongkok.

Lantern Festival digelar setiap tahun sejak 1990 dan dijadikan sebagai agenda pariwisata paling ramai wisatawan di Taiwan, sekaligus menandai perayaan Tahun Baru China dan awal musim semi. Tahun ini, Lantern Festival berada di Pen Bay, Kota Donggang, Distrik Pingtung, yang terkenal sebagai kota pelabuhan kapal ikan.

Sementara untuk tahun 2020, Kota Taichung dipilih sebagai kota berikutnya sebagai penyelenggara festival. Awalnya, selama beberapa tahun, festival ini selalu diselenggarakan di Taipei, namun kemudian pemerintah Taiwan menggilir di beberapa kota karena banyak pemerintah daerah yang ingin berpartisipasi.

Selama 15 hari penuh di Donggang, banyak lampion-lampion dengan beragam bentuk, dari ukuran kecil hingga raksasa memenuhi lapangan Pelabuhan Pen Bay yang letaknya berada di paling ujung Pulau Taiwan. Lampion berbentuk ikan tuna berwarna emas yang dijadikan lampion utama dan dengan ukuran paling raksasa setinggi 16 meter sebagai simbol mata pencaharian serta lambang kemakmuran warga Pingtung.

Foto: Muhammad Idris/Detikcom

Area lampion utama ditempatkan di tepi Teluk Dapeng, sementara lampion-lampion lainnya dengan dengan tema tematik dari benteng, kuil, dewa-dewa, teknologi, instalasi seni, hingga kartun ditempatkan di jalan hingga gerbang utama. Anak-anak hingga orang tua tumpah ruah di area hampir seluas 38 hektar.

Festival ini semakin menarik karena tak hanya cahaya lampion dengan warna-warni lampu dari 16.000 lampion, area pelabuhan juga disiram cahaya dari teknologi laser. Lampion-lampion ini ditempatkan sesuai tema yang ditonjolkan yakni representasi sejarah, budaya, makanan, dan pariwisata Taiwan.

Jika ingin menikmati Lantern Festival, sangat disarankan datang saat bertepatan dengan waktu pembukaan di hari pertama dan penutupan di hari terakhir. Ini karena banyak sekali pertunjukan selama semalaman penuh sejak pukul 17.00.

Foto: Muhammad Idris/Detikcom

Atraksi yang paling ditunggu pengunjung festival yaitu pertunjukan 300 pesawat drone yang diterbangkan secara bersamaan di atas laut sebagai lampion. Drone tersebut membentuk formasi rumit sehingga menciptakan bentuk binatang, bunga, hingga kata Taiwan.

Lampu-lampu yang berganti warna dari drone sangat teratur membentuk konfigurasi dalam waktu cepat tanpa bertabrakan meski drone-drone tersebut terbang dalam waktu bersamaan dan jarak yang sangat dekat.

Tak cukup di situ, setelah cahaya dari pesawat drone lenyap, langit di atas Deluk Dapeng seketika jadi terang benderang setelah ribuan kembang api tepat di atas laut.

Foto: Muhammad Idris/Detikcom

Sangat disarankan datang ke lokasi Festival Lampion pada sore harinya karena kondisi jalanan yang macet saat festival. Tahun ini saja selama 15 hari penyelenggaraan, total pengunjungnya oleh pemerintah Taiwan diklaim mencapi 12 juta orang baik lokal maupun turis asing, jumlah itu setara dengan setengah penduduk negara tersebut. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA