Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 11 Mar 2019 19:30 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Naik Bianglala Tertinggi ke-5 di Dunia, Serasa Menembus Awan

Kurnia Yustiana
detikTravel
Bianglala Sky Dream di Lihpao Land, Taiwan (Sky Dream/Facebook)
Bianglala Sky Dream di Lihpao Land, Taiwan (Sky Dream/Facebook)
Taichung - Bianglala di Lihpao Land asyik dikunjungi kalau sedang liburan di Taiwan. Wahana tersebut termasuk salah satu bianglala tertinggi di dunia lho!

Taman rekreasi Lihpao Land berlokasi di Distrik Houli, Taichung, Taiwan. Di sinilah berdiri Sky Dream, bianglala tertinggi di Taiwan dan termasuk lima besar di dunia. Urutan kelima setelah bianglala High Roller di AS, Singapore Flyer di Singapura, Star of Nanchang di China dan London Eye di Inggris.

detikTravel tak melewatkan berkunjung ke sana usai meliput Taiwan Lantern Festival 2019 beberapa waktu lalu. Bentuk wahana yang melingkar itu tampak mencolok karena memang jauh lebih tinggi dari bangunan di sekelilingnya.

Tinggi bianglala Sky Dream ini mencapai sekitar 120 meter. Namun karena letaknya di atas bukit, titik tertinggi bianglala mencapai 384 meter di atas permukaan laut. Bianglala Sky Dream dibuka sejak 2017 lalu. Proses pembangunan wahana yang begitu besar ini pun menghabiskan waktu yang tidak sebentar.

"Dibuka 2017, nanti ulang tahun kedua bulan Mei (2019). Pembangunannya menghabiskan waktu 712 hari," ujar Sasa Lee, Public Relations Specialist Lihpao Land.

BACA JUGA: Perayaan Cap Go Meh di Taiwan, Ada Festival Lampion yang Megah

Sejak dibuka, Sky Dream segera menarik perhatian traveler. Banyak yang berkunjung kemari bersama keluarga, maupun bareng kekasih. Naik bianglala ini, apalagi di sore hari memang terasa romantis.

"Waktu terbaiknya naik bianglala pas sunset dan malam hari. Banyak pasangan yang datang ke sini buat kencan," katanya.

View this post on Instagram

美出新高度! #摩天輪 #天空之夢 #雲海 #雲霧 #台灣美景

A post shared by 麗寶樂園 (@lihpaoland) on Feb 23, 2019 at 1:31am PST



Pada momen tertentu, biasanya diadakan pertujukan cahaya, di mana bianglala tampak menawan dengan sorot lampu berwarna-warni dan menampilkan beraneka bentuk. Misalnya saja cahaya lampu-lampu berbentuk hati. Berhubung wahana ini cukup tinggi, pertunjukan cahaya juga terlihat dari kejauhan.

"Kita juga punya light show di hari spesial, seperti Valentine, Natal, Moon Festival. Jadi kalau lewat jalan raya juga bisa melihat," jelasnya.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)


Sasa pun mengajak detikTravel dan rombongan wartawan dari Jakarta untuk merasakan langsung tempat wisata di Taiwan ini. Hari itu suasana tidak terlalu ramai, kami pun bisa segera naik ke salah satu dari 60 gondola yang ada.

Gondola berwarna merah itu cukup luas, dapat menampung hingga 6 orang. Setelah semua duduk, pintu ditutup dan perlahan gondola bergerak mengikuti perputaran bianglala ke atas. Di sisi atas pintu terdapat peringatan buat traveler untuk tidak merokok, membuang sampah sembarangan hingga membawa makanan dan minuman. Asyiknya lagi, tersedia fasilitas WiFi buat traveler.

Tak lama, daratan makin terlihat jauh di bawah. Kalau cuaca cerah, dari atas akan terlihat indahnya pegunungan hingga laut di kejauhan. Namun hari itu pemandangan agak tertutup kabut, seiring hari sudah sore dan lokasi bianglala yang memang berada di atas bukit. Udara juga cukup dingin, seperti di Puncak, Bogor.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)
Walau begitu, suasana justru terasa unik. Gondola melewati kabut di ketinggian. Ketika mencapai titik tertinggi bianglala, kabut semakin tebal, kami serasa sedang menembus awan. Suasana semakin syahdu dengan sunset oranye yang terlihat di depan mata. Langit tampak oranye, berpadu dengan kabut yang putih. Wah, rasanya ingin berlama-lama di atas, meskipun deg-degan juga karena lokasinya begitu tinggi.

Setelah mencapai titik puncak bianglala, gondola kembali bergerak turun. Tak terasa, perjalanan naik bianglala sudah mendekati akhir. Selama sekitar 25 menit gondola ini membawa kami berputar.

BACA JUGA: Urus Sampah di Jakarta, Bisa Belajar dari Taiwan

Usai naik bianglala, bisa lanjut belanja di toko suvenir. Tokonya tepat berada di dekat pintu ke luar masuk sebelum naik bianglala. Ada miniatur bianglala, gantungan kunci dan lain sebagainya yang dapat dibeli buat oleh-oleh.

Nah, traveler yang penasaran menjajal naik bianglala ini bisa datang setiap hari mulai sekitar pukul 11.00 sampai 21.00 waktu setempat. Biaya tiketnya mulai dari 300 NTD (Rp 138 ribu) untuk pengunjung berusia 12 tahun ke atas.

Sedangkan anak-anak 6-11 tahun tiketnya mulai dari 200 NTD (Rp 92 ribu). Oiya, untuk anak berusia 6 tahun ke bawah, atau yang tingginya di bawah 120 cm harus ditemani orang dewasa.

Pemandangan dari bianglala, tak lama setelah naik gondola (Kurnia/detikTravel)Pemandangan dari bianglala, tak lama setelah naik gondola (Kurnia/detikTravel)
(rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA