Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Apr 2019 21:45 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Melihat Pembuatan Bir Legendaris China di Museum Tsingtao

Bona
detikTravel
Foto: Tsingtao Beer Museum (Bonauli/detikcom)
Foto: Tsingtao Beer Museum (Bonauli/detikcom)
Qingdao - Tsingtao merupakan pabrik bir pertama China yang didirikan oleh Jerman. Masih menjadi primadona, yuk intip pembuatannya di Tsingtao Beer Museum.

detikcom mendapat kesempatan untuk jalan-jalan ke Provinsi Shandong, China bersama Dwidaya Tour, beberapa waktu lalu. Di sebuah Kota bernama Qingdao terdapat pabrik bir pertama China yang kini mendunia.

Berada di kawasan Beer Street, Tsingtao Beer Museum menjadi satu kawasan dengan The World of Tsingtao. Setelah puas dengan sejarah perjalanan pabrik bir ini, traveler bisa berkunjung ke Tsingtao Beer Museum.

Di dalam museum ini, traveler akan melihat berbagai mesin pertama yang digunakan oleh brewery Tsingtao. Bahkan ada motor elektrik yang dibuat pada tahun 1896 dan masih berfungsi sampai sekarang.

(Bonauli/detikcom)(Bonauli/detikcom)
Yang menarik, bukan cuma peralatan saja, ada diorama dan proyektor yang membantu traveler untuk mengimajinasikan proses pembuatan bir. Gandum-gandum yang dimasukkan ke mesin penggiling dibuat nyata.

Bangunan museum dibagi menjadi beberapa lantai dengan ruang-ruang tersendiri. Ada pula diorama ilmuwan yang sedang melakukan tes terhadap ramuan bir.

BACA JUGA: Mata Air Terbersih Sedunia Ada di China!

Masuk ke dalam ruangan khusus material mentah, traveler akan melihat bahan-bahan utama yag digunakan dalam brewery ini. Ada 3 bahan utama yaitu gandum, hops dan air.

Hops adalah nama tamanan yang memang sudah digunakan dalam brewing bir. Sejarah penggunaan hops telah tercatat bahkan sejak 500 tahun lalu.

Tanaman ini adalah bahan penting dalam pembuatan bir. Saking pentingnya, hops memberikan aroma dan rasa yang mengagumkan. Karena hal ini, hops dijuluki soul of beer atau jiwanya bir.

(Bonauli/detikcom)(Bonauli/detikcom)
Bukan cuma hops, ragi pun menjadi bagian yang penting dalam memberikan rasa manis dan kadar alkohol dari bir. Dari ragi yang berbeda akan didapat varian rasa yang beragam.

Tak cuma sekedar berkeliling dan melihat proses pembuatan bir.Traveler akan diajak untuk merasakan dan menilai kualitas gandum yang digunakan Tsingtao selama beratus-ratus tahun.

Telah berusia lebih dari 100 tahun, Tsingtao Brewery melakukan perubahan dalam mengolah limbah bir. Contohnya saja abu batu bara yang digunakan dalam brewing akan diolah kembali menjadi bata.

Kemudian ada vinasse atau kulit dari gandum akan digunakan sebagai makanan babi. Sedangkan botol yang pecah akan didaur ulang kembali. Ragi yang terbuang akan diolah menjadi bahan untuk obat.

Selanjutnya, traveler akan dibawa ke ruangan yang lebih gelap dan lembab. Inilah tempat bir-bir tersebut di fermentasi atau secondary fermentation. Setelah lewat 20 hari, bir akan siap dalam varian raw. Rasanya ringan dan segar.

Raw beer akan bertahan sampai 1 bulan. Bir akan memiliki karakter yang lebih kuat bila difermentasikan sampai 45 hari. Rasa yang diberikan lebih tajam dan berkarakter.

(Bonauli/detikcom)(Bonauli/detikcom)
Sebuah cafetaria sudah menunggu di ujung ruang secondary fermentation. Traveler bisa merasakan kesegaran raw beer Tsingtao gratis dengan menunjukkan tiket masuk. Selain satu gelas besar bir, traveler juga dikasih kacang Tsingtao.

Dulu, pengemasan bir sudah dilakukan dengan mesin. Walau tak masif seperti sekarang, namun pengemasan dilakukan dengan cukup baik. Setelah disegel, botol bir akan disusun manual dan dimasukkan ke dalam peti kayu.

Sembari keluar dari museum, wisatawan akan diajak untuk melihat langsung pengepakan bir saat ini. Dalam satu menit saja ada 50 kaleng yang dikemas. Waw!

Sebelum mengakhiri perjalanan di Tsingtao Beer Museum, ada sebuah wahana yang bisa kamu coba. Berbentuk kotak dengan pintu masuk berbentuk botol bir, inilah Drunken House atau rumah mabuk.

(Bonauli/detikcom)(Bonauli/detikcom)
Begitu masuk ke dalam, kamu akan merasa seperti sedang mabuk. Wahana ini menggunakan kemiringan 18 derajat dan ilusi optik untuk membuat pengunjung di dalamnya pusing seperti sedang mabuk.

Setelah lelah berjalan-jalan di museum ini, traveler bisa beristirahat dengan menikmati segelas raw beer gratis yang ditukar dengan tiket masuk. Sembari beristirahat, ada toko oleh-oleh yang bisa traveler kunjungi.

Di toko ini tak hanya tersedia bir Tsingtao dalam berbagai jenis rasa dan kaleng. Tapi juga kacang dan masker bir yang bisa kamu nikmati. Merchandise berupa botol minum dan kaos juga ada lho!

Kamu bakalan sah liburan ke Qingdao kalau sudah menginjakkan kaki ke sini. Yuk, jalan-jalan ke Qingdao! (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED