Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 10 Apr 2020 21:06 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

5 Fakta Tembok Besar China, Peninggalan Dinasti Qin

Muhammad Rifqie Putra
detikTravel
Tembok Besar China
Tembok Besar China. Foto: (iStock)
Jakarta -

The Great Wall of China atau Tembok Besar China adalah salah satu warisan dunia UNESCO dan ikon dari negara China. Tembok ini dibangun selama berabad-abad oleh tangan manusia, dan telah berumur lebih dari 2.000 tahun. Tempat ini merupakan salah satu destinasi favorit di China.

Tembok Besar China ini sejak 24 Maret 2020, telah dibuka kembali setelah tutup akibat pandemi Corona. Hal ini menjadi bukti bahwa China telah bangkit dari keterpurukannya setelah dipukul oleh pandemi Corona.

Sayangnya, tembok ini mengalami vandalisme setelah dibuka untuk pertama kali setelah pandemi Corona. Mengutip CNN, kejadian ini viral pada Selasa (7/4/2020) melalui jejaring sosial Weibo. Vandalisme dilakukan oleh seorang wisatawan di area Badaling. Badaling sendiri merupakan jalur favorit untuk melihat pemandangan The Great Wall. Saat melakukan aksinya wisatawan tersebut tertangkap tengah merusak Tembok Besar China dengan menggunakan kunci.

Akibat ini, para warganet China geram dan menginginkan agar pelaku ditangkap dan dihukum. Kabarnya, pihak Tembok Besar China telah melakukan serangkaian pendisiplinan kembali di zona Badailing sebagai jawaban atas kegeraman warganet. Vandalisme sendiri merupakan 7 jenis aksi perusakan lainnya.

Nama wisatawan yang melanggar sendiri akan dimasukkan ke daftar hitam dan akan diberitahukan kepada publik. Nantinya, nama-nama ini akan diberi pembatasan saat membeli tiket masuk Tembok Besar China.

Fakta tentang Tembok Besar China menurut berbagai sumber:

1, Panjangnya hingga 8.000 km lebih

Panjang sebenarnya dari Tembok Besar China adalah 8.851 km. Panjang ini merupakan keseluruhan jika dihitung dengan panjang dari parit dan keseluruhan komplek. Seseorang pernah melakukan perjalanan dan menghabiskan waktu selama berbulan-bulan untuk menjalaninya.

2. Punya Banyak Nama

Sebelum nama Tembok Besar China ditetapkan, tembok ini memiliki banyak nama dahulunya. Beberapa nama itu antara lain, Barrier, Fortress, Rampant, Purple Frontier, dan Earth Dragon.

Tembok Besar ChinaTembok Besar China Foto: (BBC)

3. Memiliki Banyak Jalur

Tembok Besar China memiliki banyak jalur. Setidaknya, Tembok Besar China memiliki 5 jalur yakni Juyongguan, Badaling, Mutianyu, Jinshanling, dan Simatai. Juyongguan adalah jalur paling dekat dengan Beijing dan pernah menjadi lokasi peperangan dahulunya. Badaling merupakan paling favorit karena terdapat museum dan tempat belanja. Mutianyu berada dipegunungan sehingga memiliki pemandangan yang indah, jalur ini juga ramah terhadap anak-anak. Dua terakhir, Jinshanling dan Simatai memiliki jarak yang jauh jika melalui dari Beijing, tapi bagi penyuka petualang layak mencoba jalur ini.

4. Miliki Banyak Mitos

Banyak mitos mengitari sekitar Tembok Besar China. Mitos yang pernah beredar adalah bahwa material yang digunakan sebagai pondasi adalah tulang manusia. Selain itu mitos lainnya adalah bahwa Tembok Besar China bisa terlihat dari bulan, nyatanya para astronot mengklaim bahwa mitos ini tidak benar.

Tembok Besar ChinaTembok Besar China Foto: Raras Prawitaningrum/detikcom

5. Melewati 15 Wilayah

Tembok Besar China melintasi 15 wilayah yang ada di Tiongkok Utara. Beberapa wilayah tersebut adalah Heilongjiang, Jilin, Liaoning, Mongolia Dalam, Beijing, Tianjin, Hebei, Shandong, Henan, Shanxi, Shaanxi, Gansu, Ningxia, Qinghai, dan Xianjing.



Simak Video "Tambah 3.989, Total Kasus Positif Covid-19 di RI Jadi 244.676"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA