Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 31 Mei 2020 08:19 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Tasmania Punya Kejadian Alam Langka Saat Pandemi Ini

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Overland Track di Cradle Mountain Lake St Clair National Park, Tasmania, Australia
Pinus di Overland Track, Cradle Mountain Lake St Clair National Park, Tasmania, Australia (Foto: CNN)

Overland Track sangat sepi

Biasanya Overland Track akan menarik 60 pendaki dari seluruh dunia per hari antara Oktober dan Mei. Mereka akan melakukan perjalanan enam hari sepanjang 65 kilometer dari Gunung Cradle ke Gunung Ossa (puncak tertinggi Tasmania) dan berakhir di Danau St Clair (danau alami terdalam Australia).

Saat ini, hanya ada ilmuwan dan peneliti di sana. Virus Corona memaksa penutupan semua taman nasional dan situasi ini tentu sangat menggembirakan karena tanpa gangguan pengunjung.

Wood menjelajah Overland Track selama lima hari melewati lembah-lembah glasial, hutan kuno, dan padang rumput. Platipus, bebas berkeliaran tanpa memperhatikannya ketika berpapasan.

Penemuan spesies baru

James seperti mengisolasi di alam dalam perjalanan ini. Ia pernah bekerja di Meksiko hingga Afrika, dan Australia adalah hal yang sangat berbeda ketika turun dari pesawat.

Keragaman flora Tasmania jauh lebih rendah daripada daratan Australia. Tapi spesies baru masih diidentifikasi setiap tahun.

Di tahun ini, James menemukan tanaman yang hanya diketahui dari koleksi lain yang dibuat 30 tahun yang lalu. Mereka bahkan tidak tahu apa itu.

Penemuan seperti itu cukup langka di Eropa tetapi jauh lebih umum di sini. Peluang untuk belajar tentang hal-hal baru sangat besar bagi seseorang dengan minat seperti itu.

Overland Track di Cradle Mountain Lake St Clair National Park, Tasmania, AustraliaOverland Track, Australia (Foto: CNN)

Seiring perubahan habitat Tasmania, banyak spesies alpine-nya mungkin punah.

"Beberapa populasi telah hilang karena kebakaran dan mungkin tidak dapat tumbuh kembali secara alami karena penyebaran yang buruk," kata James.

Kebanyakan tegakan pinus pensil adalah klon, yaitu dari satu individu. Ini berarti pengumpul benih harus menangkap variasi genetik di wilayah yang luas untuk memastikan keanekaragaman hayatinya.

Dalam perjalanan ini, James dan temannya menyisir kawasan seluas 300 hektar. Mereka mengambil biji dari 46 pohon dan mendapat 8.000 benih yang layak tanam kembali.

Koleksi tersebut akan disimpan di Tasmanian Seed Conservation Centre dan Millennium Seed Bank (UK). Pada akhirnya, suatu hari, benih-benih tersebut dapat ditanam kembali ke alam.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA