Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 19 Jul 2020 13:39 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Uniknya Kebun Anggur di Stasiun Kereta Jepang

Putu Intan
detikTravel
Uniknya Kebun Anggur di Stasiun Kereta Jepang
Foto: Instagram @shiojiritokimeguri
Tokyo -

Stasiun kereta di Jepang ditanami anggur pada bagian peronnya. Kebun anggur ini pun jadi daya tarik tersendiri saat berwisata ke Jepang.

Peribahasa 'sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui' agaknya cocok untuk menggambarkan inovasi Stasiun Kereta Kota Shiohiri Jepang. Peron stasiun yang biasanya digunakan penumpang untuk menunggu kereta, dimanfaatkan pula sebagai lahan menanam anggur.

Dilansir dari Sora News 24, Jumat (17/7/2020) anggur ini mulanya ditanam para karyawan stasiun pada tahun 1988. Namun belakangan kebun ini dirawat oleh asosiasi wisata yang menjadi relawan. Mereka juga mendapatkan bimbingun dari petani anggur.

Uniknya Kebun Anggur di Stasiun Kereta JepangFoto: Instagram @shiojiritokimeguri

Tujuan menanami peron dengan anggur adalah untuk menarik perhatian penumpang atau wisatawan yang datang ke stasiun kereta itu. Mereka juga ingin mempromosikan anggur yang menjadi komoditas lokal Shiojiri.

Kota Shiojiri memang terkenal sebagai penghasil wine. Wine dari Shiojiri ini memiliki reputasi sangat tinggi di Jepang.

Salah satu brand terbaik adalah Kikyogahara Merlot yang terkenal di dunia. Harga per botolnya mencapai 10 ribu yen atau sekitar Rp 1,3 juta.

Uniknya Kebun Anggur di Stasiun Kereta JepangFoto: Instagram @shiojiritokimeguri

Anggur yang ditanam di peron stasiun kereta itu adalah jenis Merlot merah dan Niagara putih. Kedua jenis ini biasanya dipanen setiap musim gugur untuk kemudian diproduksi menjadi wine Shinshu.

Nama Shinshu sendiri adalah nama lama dari Nagano, sebuah daerah penghasil wine di Jepang. Wine yang berasal dari Shinshu laris diburu selama berabad-abad.

Kendati tidak ditanam di lingkungan perkebunan, anggur-anggur di peron stasiun kereta tampak sehat. Tentunya ini berkat kerja keras dari relawan yang merawatnya selama masa pertumbuhan. Tanaman anggur itu sendiri mulai tumbuh sekitar bulan Mei setiap tahunnya.

Pengunjung yang datang ke stasiun kereta ini tak cuma dapat menikmati pemandangan kebun anggur lho. Mereka juga bisa mencicipi wine dari kebun anggur itu.

Selama beberapa tahun terakhir, para relawan membuat acara Wine Bar. Acara ini dilaksanakan setiap bulan September.

Para pemegang tiket kereta dapat menikmati segelas wine gratis. Sementara yang tidak punya harus membayar 140 yen (skeitar Rp 19 ribu) per orang.

Nah kalau masih belum puas, pengunjung juga dapat membeli wine per gelas yang harganya 300 yen (sektar Rp 41 ribu). Bagi yang tidak minum wine, ada juga jus anggur yang dibanderol 150 yen (Rp 21 ribu).

Tahun lalu, acara di kebun anggur ini dilaksanakan pada 7-27 September. Untuk tahun ini, penyelenggaraan acara itu belum dapat dipastikan karena pandemi Corona masih menjangkiti Jepang.



Simak Video "Jalan-jalan di Kampung Anggur, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA