Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 08 Okt 2020 14:45 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Pengalaman ke Taj Mahal: Ditipu Bus, Dipalak Sewa Mobil

Riswihani
detikTravel
India masih berada di posisi kedua setelah AS dengan jumlah kasus Corona terbanyak. Namun, pemerintah malah memperbolehkan warganya untuk mengunjungi Taj Mahal.
Foto: AP/Pawan Sharma
Hari pertama di Agra saya berkeliling menggunakan jasa Tuktuk senilai 150 rupee. Saya menuju toko-toko souvenir, restoran, dan juga taman.

Supir mobil pergi begitu saja setelah mengantarkan saya ke hotel. Saya skip saja cerita hari pertama di Agra, berikutnya memasuki hari kedua, saya juga memulai aktivitas dini hari, pukul 04.30.

Saya start dari hotel dengan diantar tuktuk menuju ke Taj Mahal. Saya datang sepagi itu supaya tidak terlambat menyaksikan sunrise di sini.

Dari tempat turun tuktuk, kami masih harus naik bus lagi menuju ke tempat pembelian tiket. Ternyata, di sana sudah ramai antrean walau masih sepagi ini.

Selesai membeli tiket, pengunjung masuk satu persatu melalui pintu setelah melewati pemindaian.

Berjalan mulai dari gerbang utama saya bisa menyaksikan kemegahan kompleks bangunan Taj Mahal yang sangat mewah dengan taman yang luas dan dominasi bangunan berlapis marmer.

Untuk masuk ke dalam Taj Mahal traveler diminta tertib antri dalam barisan dan sebelumnya mengambil kantung kain untuk membungkus sepatu. Karena saat masuk ke dalam bangunan, alas kaki tidak boleh kotor. Di dalam Taj Mahal, pengunjung diarahkan berjalan searah dalam jalur yang sudah diberi pagar pembatas.

Taj Mahal yang menjadi ikon negara India ini dibangun atas nama cinta Raja Shah kepada istri ketiganya, Mumtaz Mahal, yang meninggal saat melahirkan anak ke-14. Bangunan ini dibuat untuk mengenang istrinya.

Taj MahalTaj Mahal Foto: Riswihani/d'traveler

Masa konstruksinya menghabiskan waktu hingga 22 tahun. Menurut informasi yang saya dapat, Taj Mahal ini digunakan untuk ibadah sholat Jumat, tetapi hanya penduduk Agra yang diperkenankan sholat disini. Taj Mahal ini dipenuhi dengan kaligrafi menakjubkan yang beberapa di antaranya di ambil dari Kitab Suci Al-Quran.

Bangunan Taj Mahal ini dibangun dengan geometri dan simetri matematika yang sempurna. Arsitek yang bernama Ustad Ahmad Lahauri merancang untuk melindungi ruang bawah tanah bila terjadi kehancuran dengan cara memiringkan sedikit empat menara di sekitar Taj Mahal. Sehingga, bila terjadi bencana istana yang akan runtuh di sekitar ruang bawah tanah saja, bukan si bagian atasnya.

Sekitar jam 09.40 saya sudah mengelilingi hampir keseluruhan kawasan ini, saya beranjak meninggalkan Taj Mahal melanjutkan pergi ke Agra Fort, yaitu benteng yang terletak sekitar 2,5 km dari Taj Mahal. Bangunan itu merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Dominasi warna bangunan nya berwarna merah bata. Jika kalian berkeliling disini, usahakan tidak datang di tengah hari karena sangat panas.

Selesai berkeliling Agra Fort saya sempat datang mampir ke Itmad-Ud-Daula yang disebut-sebut sebagai Baby Taj Mahal. Bangunan makam ini sering di gambarkan sebagai "kotak permata".

Selesai dari sini, sopir mobil rental sudah menjemput saya untuk mengantar kembali ke New-Delhi untuk bersiap pulang ke Jakarta.

***

Artikel merupakan kiriman pembaca detikcom. Artikel telah ditayangkan di rubrik d'traveler. Pembaca detikcom bisa membagikan pengalaman traveling lewat sini.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Masjid Ramlie Musofa, Taj Mahal-nya Ibu Kota"
[Gambas:Video 20detik]

(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA