Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Nov 2020 20:08 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Kota-kota dengan Nama Aneh, dari Dildo, Hell hingga Boring

BBC Indonesia
detikTravel
Banyak kota di dunia punya nama yang aneh. Beberapa memanfaatkannya untuk mendapat uang, sementara yang lain berusaha mengubahnya untuk memperbaiki citra yang buruk.
Nama kota aneh, Dildo Foto: BBC Indonesia

Kota Vandals

Bagi Kota Vandals di Prancis, banyaknya turis yang datang karena tertarik dengan nama itu membuat warga tak tahan lagi. Pada 2008, komunitas yang terletak di selatan kota Metz itu memilih untuk mengganti nama menjadi Vantousiens, dalam upaya menghilang dari kesadaran publik.

Wali Kota Vandals saat itu, Claude Vellei, berkomentar, "Terlalu banyak orang datang ke sini berharap menemui orang yang salah. Kami bukan vandal, dan tidak ada alasan bagi orang-orang untuk menyebut kami dengan cara itu."

Kota Hell

Banyak kota di dunia punya nama yang aneh. Beberapa memanfaatkannya untuk mendapat uang, sementara yang lain berusaha mengubahnya untuk memperbaiki citra yang buruk.Papan nama kota Hell di Norwegia Foto: BBC Indonesia

Tapi nama yang tak biasa dapat memiliki nilai komersial yang sangat tinggi. Barangkali contoh yang paling membuktikan ini adalah sebuah desa di Norwegia bernama Hell, yang telah menjadi destinasi wisata populer selama hampir satu abad.

Nama desa ini berakar dari bahasa kuno Nordik, yaitu 'hellir', yang berarti gua di dalam jurang.

Pada tahun 1930-an, surat kabar New York Times melaporkan banyak warga Amerika yang berkunjung ke desa itu untuk berfoto di depan papan nama stasiun kereta api, dan membeli kartu pos bertulisan Hell is frozen over (Neraka sudah dingin).

Publisitas ini telah memungkinkan Hell menggelar berbagai acara besar termasuk Hell Blues Festival, yang diadakan setiap tahun, dan bahkan RallyCross World Championships.

Kota Hell di Norwegia telah mendulang keuntungan dari namanya selama puluhan tahun.

"Namanya telah membuat Hell menjadi brand perjalanan," kata Kjersti Greger, manajer pemasaran dan komunikasi Trondelag. "Orang-orang di sana bahkan memasang papan tulisan Hell ala Hollywood di pinggir bukit supaya lebih kelihatan."

Dalam beberapa tahun terakhir, kota-kota lain telah melancarkan berbagai usaha inovatif untuk memanfaatkan namanya, melalui kekuatan media sosial.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4

BERITA TERKAIT