Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 02 Des 2020 07:05 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Ramai Seruan Azan Ajak Jihad, di Afghanistan Ada Museum Jihad

museum jihad
Foto: Museum Jihad di Afghanistan (AFP)


Museum Jihad Dibangun untuk Tujuan Mulia

Meski dibangun untuk mengenang kemenangan Afghanistan atas Soviet, namun sang pencipta museum membangun Museum Jihad tidak untuk mengagung-agungkan perang. Tujuannya lebih untuk mengenang sejarah, pengorbanan serta kekejaman perang, sehingga generasi yang akan datang bisa mengambil pelajaran dari kesalahan para pendahulu mereka.

Sawabi, yang sekarang jadi pengajar seni di Universitas Herat mengaku jiwanya sangat tersentuh ketika terlibat langsung dalam pembangunan Museum Jihad pada 2002 silam.

Namun bagi sebagian warga Herat yang lain, reaksinya justru berbeda. Mereka sama sekali tidak terpengaruh akan heroisme Jihad. Namun Sawabi tidak mempermasalahkan itu.

"Meski saat itu saya masih kecil, saya masih bisa mengingat mayat ada dimana-mana dan bagaimana mereka bermandi darah. Semua adegan itu masih teringat di memori saya. Memori itu membuat kami tetap termotivasi. Saya pikir memori itu membantu kami untuk membuat diorama yang sangat ekspresif," kisah Sawabi.

Museum Jihad di AfghanistanDiorama Museum Jihad dibuat sedetail mungkin Foto: AP

Sebelum membuat diorama di Museum Jihad, seniman serta sejarawan memang duduk bersama mewawancarai langsung para pejuang serta penyintas perang, sehingga mereka bisa mereka ulang adegan untuk diorama dengan sangat detail.

Selain diorama perang, senjata-senjata betulan yang digunakan saat itu juga tersimpan rapi di dalam museum Jihad. Ada juga foto-foto korban, keluarga, surat-surat, puisi, serta foto-foto medan tempur yang dipajang di lantai paling atas museum.

"Tempat ini (Museum Jihad) bisa menunjukkan kepada kita betapa kejamnya perang bisa terjadi. Kami, generasi berumur lanjut telah mengalami perang ini, tapi anak-anak yang tumbuh sekarang akan melihat ini hanya sebagai memori. Adegan-adegan ini bisa menunjukkan kepada mereka betapa menyakitkan hidup orang-orang di masa lalu dan bagaimana pengorbanan mereka. Ini bisa jadi pelajaran yang baik bagi mereka," pungkas Sawabi.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA