Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 23 Feb 2021 09:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Tradisi Unik di Irak, Pembeli Pertama Bayar Seikhlasnya

Vendor in small grocery store in Market in downtown Arbil northern Iraq
Foto: Pedagang di pasar Arbil (Getty Images/FotoGablitz)
Arbil -

Ada sebuah tradisi unik di Irak. Pembeli pertama boleh membayar seikhlas mereka. Para pedagang menganggap pelanggan pertama ini sebagai pertanda baik.

Istiftah adalah istilah untuk menyebut pelanggan pertama yang datang berbelanja hari itu ke sebuah kedai atau kios di pasar. Istiftah dianggap sebagai pertanda baik lancarnya rezeki di hari itu oleh para pedagang.

Para pelanggan pertama di hari itu bebas menentukan harga untuk barang atau jasa yang akan dibelinya, tanpa proses tawar menawar yang biasa terjadi di pasar tradisional.

"Pelanggan pertama amat luar biasa. Ia membawa keberkahan dan kesejahteraan langsung dari Tuhan kepada pedagang di pagi hari," kata Hidayet Sheikhani (39), salah seorang pedagang di pasar tradisional Arbil di utara Irak, seperti dikutip dari CNN, Selasa (23/2/2021).

Negara yang penduduknya terkenal ramah seperti Irak, Istiftah berarti pembuka. Sebenarnya, Istiftah adalah tradisi unik dan kuno, tidak hanya di Irak, tetapi di seluruh Timur Tengah.

Mobile food Cart selling local food to people passing by in  Bazaar of Erbil, in Northern iraqPedagang di pasar Arbil, Irak Foto: Getty Images/FotoGablitz

Sheikhani mewarisi tradisi itu dari kakeknya, yang memiliki toko di pasar yang sama seabad yang lalu. Dari kakeknya pula Sheikhani tahu bila Istiftah menjadi penentu jual beli pada hari itu.

Sheikhani menjual syal dan topi sulam tradisional di pasar Arbil yang ramai, terletak di ibu kota wilayah Kurdistan, Irak.

Para pemilik toko di pasar Arbil sudah tiba di kios mereka sejak fajar menyingsing. Mereka sudah siap menyambut rezeki dari pagi hari. Dengan sigap, mereka menggulung daun jendela toko mereka dan menuangkan segelas teh manis yang menjadi minuman wajib untuk memulai hari.

Pemilik toko yang belum menjual apapun sejak pagi akan meletakkan kursi di luar tokonya, sebagai isyarat kepada rekan-rekan mereka.

Pedagang yang telah melakukan penjualan pertama akan mengarahkan pembeli yang datang ke toko lain, sampai semua pedagang mendapatkan Istiftah-nya. Baru setelah itu mereka akan menerima pelanggan kedua dan seterusnya.

"Itu berlaku untuk pemilik toko Muslim dan Yahudi, kata Sheikhani. Arbil sendiri merupakan rumah bagi komunitas warga Yahudi yang sudah ada sejak berabad silam.

Selanjutnya : Istiftah, Tradisi yang Terancam Punah

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA