Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 31 Mar 2021 16:24 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Mengenal Palma, Kota Pengungsian yang Diserang ISIS

Putu Intan
detikTravel
Bendera Mozambik
Bendera Mozambik Foto: (iStock)
Palma -

Serangan ISIS di Palma, Mozambik yang menewaskan warga lokal dan asing sungguh disayangkan. Padahal, kota ini menjadi suaka bagi mereka yang ingin menyelamatkan diri dari konflik.

Serangan yang terjadi pada Rabu (24/3/2021) lalu itu dilakukan oleh para militan yang tidak diketahui jumlahnya. Serangan ini dilakukan di Palma yang merupakan bagian dari Provinsi Cabo Delgado.

Human Rights Watch menjelaskan para militan ini datang dan tanpa pandang bulu menembaki warga sipil yang berada di rumah mereka dan di jalanan. Tak cuma itu, para militan ini juga menyerang warga asing yang hendak melarikan diri.

Saat ini, pemerintah tengah berusaha untuk mengevakuasi penduduk dan korban yang selamat. Mereka dibawa ke pabrik gas di Semenanjung Afungi, di lepas pantai Samudera Hindia. Mereka lalu dipindahkan ke Pemba, sebuah kota yang terletak 250 km di selatan Palma.

"Dalam tiga hari terakhir, aparat keamanan memprioritaskan penyelamatan ratusan penduduk, warga negara Mozambik dan warga negara asing," kata Kementerian Pertahanan Saranga.

Palma sendiri merupakan kota seluas 3.576 kilometer persegi yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan Tanzania. Di sana hidup 75.000 penduduk yang mencari suaka atau tempat perlindungan dari tindakan kekerasan yang semakin meningkat di Cabo Delgado.

Selain itu, Palma juga menjadi pusat logistik untuk proyek gas internasional. Oleh sebab itu, banyak pekerja asing yang tinggal di sana.

Dikutip dari Lonely Planet, tak banyak hal spesial yang bisa didapatkan dari Palma. Meskipun termasuk kota pesisir, Palma tak dapat sepenuhnya memanfaatkan pantai untuk pariwisata karena kotor.

Di sana juga terdapat pulau seperti Pulau Tecomaji, Pulau Roungi, dan Pulau Vamizi. Semua pulau itu dimiliki secara privat sehingga tak bisa sembarangan dimanfaatkan masyarakat. Palma memiliki sejumlah hotel yang umumnya digunakan para pekerja asing menginap.

Mereka yang menetap di Palma dengan tujuan menghindari konflik dan bekerja, justru mendapatkan perlakuan sadis dari kelompok militan. Mereka ditembak, bahkan dipenggal dan beberapa jasadnya dibiarkan tergeletak di jalanan.



Simak Video "Serangan ISIS di Mozambik: Puluhan Tewas, Ratusan Terjebak di Hotel"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA