Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 17 Mei 2021 10:40 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Teka-teki Sejarah Mesir Kuno, Tak Terungkap Hingga Tahun 1799

Hari Suroto
detikTravel
morning light on pyramids
Foto: Ilustrasi piramida (iStock)
Kairo -

Mesir kuno memiliki peradaban yang sangat maju. Namun tahukah kamu, semua itu baru terungkap pada tahun 1799 berkat jasa Napoleon Bonaparte. Bagaimana kisahnya?

Mesir dikenal memiliki jejak peradaban tertua, dengan peninggalan piramid, sphynx, batu bertulis gambar kuno atau batu hieroglyph dan mumi.

Namun hingga tahun 1799, tidak ada yang mengetahui sejarah Mesir. Walaupun sudah beratus-ratus tahun lamanya banyak pelancong Eropa yang berkunjung ke Mesir, tapi tidak ada seorang pun dari mereka yang dapat membaca hieroglyph.

Para pelancong ini sadar bahwa jika mereka dapat membaca hieroglyph, maka banyak yang akan diketahui tentang sejarah Mesir.

Misteri ini terpecahkan ketika Napoleon Bonaparte bersama dengan pasukannya melakukan ekspedisi untuk menaklukkan Mesir yang waktu itu dikuasai Turki.

Pada Mei 1798, Napoleon berlayar dari Perancis selatan ke Alexandria, Mesir.

"Pasukan Perancis sekalian, piramid-piramid berusia 40 abad ini akan memandang takjub pada kalian", seru Napoleon menyemangati pasukannya.

Setelah mereka bertempur melawan pasukan berkuda Mesir, jatuhlah Kairo ke tangan Perancis. Pasukan Napoleon menang.

Untuk melindungi pasukannya dari angkatan laut Inggris dan pasukan Turki, maka seorang insinyur ditugaskan Napoleon untuk membangun sebuah benteng pertahanan di Kota Rosetta, dekat muara Sungai Nil.

Saat sedang bekerja menggali benteng itulah, ditemukan sebuah batu hitam yang sudah kuno. Pada batu itu terdapat tulisan dalam tiga bahasa yang isinya sama berbunyi Cleopatra: tulisan gambar kuno atau hieroglyph, tulisan Mesir kuno dan tulisan Yunani.

Dengan membanding-bandingkannya antara satu sama lain, maka salah satu pasukan Napoleon yang bernama Champillon berhasil membaca tulisan hieroglyph kuno itu. Dengan demikian, sejak saat itu dapatlah dipecahkan sejarah Mesir.

Batu hitam yang menjadi petunjuk penting itu kemudian diberi nama batu Rosetta, sesuai nama kota tempat ditemukannya.


---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Di Balik Kemeriahan Parade Akbar Pemindahan Mumi Kerajaan Mesir Kuno"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA