Masjid-masjid Paling Menakjubkan di Dunia, Masjid Kristal hingga Masjid Biru
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Masjid-masjid Paling Menakjubkan di Dunia, Masjid Kristal hingga Masjid Biru

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Senin, 23 Feb 2026 12:49 WIB
Masjidil Haram di Makkah
Masjidil Haram di Makkah (Getty Images/prmustafa)
Jakarta -

Masjid bukan sekadar tempat ibadah bagi umat Islam, tetapi juga menjadi simbol peradaban, seni, dan sejarah yang membentang lintas zaman. Inilah deretan masjid paling menakjubkan sejagat.

Di berbagai penjuru dunia, berdiri masjid-masjid dengan arsitektur megah dan detail artistik yang memukau, mulai dari kubah raksasa, menara menjulang, hingga ornamen kaligrafi yang rumit.

Keindahan masjid tidak hanya terlihat dari kemegahan bangunannya, tetapi juga dari nilai sejarah dan makna spiritual yang melekat di dalamnya. Ada masjid yang berdiri sejak berabad-abad lalu dan menjadi saksi perjalanan sebuah bangsa, ada pula yang dibangun dengan teknologi modern dan desain futuristik yang mencerminkan perkembangan arsitektur masa kini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir informasi dari Veranda dan sumber lain, Senin (23/2/2026), berikut deretan masjid paling menakjubkan di dunia yang tak hanya memikat dari sisi visual, tetapi juga menyimpan kisah dan keunikan tersendiri di setiap sudutnya.

1. Masjid Jama, India

Muslims offer prayers at Jama Masjid on the occasion of Eid al-Adha, in the old quarters of Delhi, India, June 7, 2025. REUTERS/Anushree Fadnavis Masjid Jama di India (Anushree Fadnavis/Reuters)
Masjid Jama dibangun sekitar tahun 1650-1656 atas perintah Kaisar Shah Jahan. Masjid ini menjadi simbol kemegahan arsitektur Mughal yang memadukan marmer putih dan batu pasir merah dalam komposisi yang anggun.

Berdiri megah di kawasan Old Delhi, masjid Jama memiliki kawasan yang luas dan mampu menampung hingga 25.000 jamaah.

Terdapat empat menara pengawas, dua minaret tinggi, serta gapura berhiaskan kaligrafi Persia yang menjadi karakter monumental sekaligus artistik dari Masjid ini.

2. Masjid Kristal, Malaysia

Crystal mosque on sunset in malaysia Masjid Kristal di Malaysia (iStock)
Berbeda dari masjid tradisional pada umumnya, Masjid Kristal tampil dengan gaya modern berbalut baja dan kaca yang berkilau. Masjid kristal terletak di kawasan Taman Tamadun Islam, Terengganu dan menjadi salah satu ikon arsitektur kontemporer di Asia Tenggara.

Desainnya memiliki nuansa budaya Tiongkok, dan saat malam hari masjid ini menampilkan pemandangan indah dari kubah kacanya yang memancarkan cahaya keemasan yang membuatnya tampak seperti terbuat dari emas murni.

3. Masjid Wazir Khan, Pakistan

Di kota Lahore, Pakistan, berdiri sebuah masjid yang telah berusia lebih dari 300 tahun. Tempat ibadah peninggalan dinasti Mughal itu bernama Masjid Wazir Khan. Masjid Wazir Khan di Lahore, Pakistan (Getty Images/Daniel Berehulak)
Masjid Wazir Khan menjadi salah satu permata arsitektur di jantung kota tua Lahore, Pakistan. Dibangun pada masa pemerintahan Shah Jahan, masjid ini memancarkan kemegahan lewat lukisan dinding penuh warna dan detail ubin yang nyaris menutupi setiap sudut bangunannya.

Masjid Wazir Khan memiliki empat menara yang berdiri anggun di halaman hingga pintu masuk ruang shalat, semuanya dihiasi ornamen artistik yang kaya.

Bagian yang paling mencuri perhatian adalah deretan kaligrafi indah berisi kutipan-kutipan Islam, dipadukan dengan motif bunga dan pola geometris, hasil karya para kaligrafer ternama pada masanya.

4. Masjid Lala Mustafa Pasha, Siprus

The Lala Mustafa Pasha Mosque, originally known as the Cathedral of Saint Nicholas and later as the Ayasofya Mosque of Magusa, is the largest medieval building in Famagusta, Cyprus. Masjid Lala Mustafa Pasha, yang awalnya dikenal sebagai Katedral Santo Nikolas dan kemudian sebagai Masjid Ayasofya Magusa, adalah bangunan abad pertengahan terbesar di Famagusta, Siprus.(Getty Images/tunart)
Awalnya dikenal sebagai Katedral Latin Santo Nicholas, Masjid Lala Mustafa Pasha menyimpan jejak arsitektur Gotik bergaya Frankish yang paling mencolok di kawasan Timur Tengah.

Bangunan megah ini diperkirakan dirancang oleh arsitek Prancis, Jean Langlois, pada akhir abad ke-13 hingga awal abad ke-14. Selama berabad-abad, tempat ini menjadi pusat spiritual penting di jantung kota Famagusta bagi berbagai komunitas dan denominasi Kristen.

Hingga pada tahun 1571, setelah wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan Ottoman, bangunan ini bertransformasi menjadi masjid yang ikonik hingga saat ini.

5. Masjid Sultan Ahmed, Turki

A street vendor waits for clients near the iconic Haghia Sophia, in the historic Sultan Ahmed district of Istanbul Tuesday, April 13, 2021. As Muslims around the world began marking Ramadan Tuesday, in mostly-Muslim Turkey, the month of fasting kicked off with some restrictions amid record levels of COVID-19 infections.(AP Photo/Emrah Gurel) Haghia Sophia atau masjid Sultan Ahmed di Istanbul, Turki (Emrah Gurel/AFP)Haghia Sophia
Dianggap sebagai salah satu mahakarya terakhir arsitektur Ottoman klasik, Masjid Sultan Ahmed lebih dikenal dengan sebutan Masjid Biru berkat ribuan ubin Iznik berwarna biru yang menghiasi bagian dalamnya.

Masjid ini dibangun atas perintah Sultan Ahmed I pada 1609 sebagai simbol warisan dan kejayaan pemerintahannya. Namun, sang sultan muda hanya sempat menyaksikan keindahan bangunan ini dalam waktu singkat.

Ia wafat secara mendadak pada 1617, tepat di tahun yang sama ketika pembangunan masjid ikonik tersebut rampung.

6. Masjid Hassan II, Maroko

masjid hassan ii Foto: Getty Images/Chalffy)
Masjid Hassan II di Maroko memiliki arsitektur yang menarik, dengan ukiran batu yang dipahat dengan tangan, mozaik berwarna-warni yang tersusun rumit, serta langit-langit berlapis emas.

Memiliki menara dengan ketinggian mencapai 213 meter, menjadikannya salah satu menara masjid tertinggi di dunia.

Kompleks masjid terdiri dari ruang shalat utama, madrasah, tempat pemandian umum (hammam), museum, hingga perpustakaan.

7. Masjid Nasir al-Mulk, Iran

Colorful light through stained glass window inside Nasir Al-Mulk Mosque (Pink Mosque), a traditional mosque in Shiraz, Iran. Masjid Nasir al-Mulk, di Shiraaz, Iran (Getty Images/iStockphoto/Zephyr18)
Masjid Nasir al-Mulk dijuluki "Masjid Merah Muda" berkat ubin-ubin bernuansa merah muda yang menghiasi langit-langit dan lengkungan bermotif arabesque secara rumit.

Saat pagi hari, cahaya matahari menembus jendela kaca patri khasnya, memantulkan gradasi warna yang indah ke lantai yang dilapisi karpet Persia, menciptakan suasana yang hangat dan memukau.

8. Masjid Agung Sheikh Zayed, Uni Emirat Arab

Masjid Agung Sheikh Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Foto: Getty Images/Juergen Sack
Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed menjadi salah satu simbol utama keindahan budaya dan spiritual di Abu Dhabi.

Masjid ini memiliki 82 kubah marmer putih yang ditopang oleh 1.096 kolom eksterior, serta 96 kolom interior yang dihiasi batu semi mulia. Tujuh lampu gantung kristal Swarovski berlapis emas 24 karat dan karpet terbesar di dunia di ruang shalatnya.

Pola bunga bermotif mutiara yang menghiasi dinding dan lantai menjadi salah satu detail paling memukau dari Masjid Agung Sheikh Zayed.

9. Masjid Shah, Iran

Gerbang masuk Masjid Shah Iran Masjid Shah berdiri megah di pusat Lapangan Naqsh-e Jahan, Iran (Ko Hon Chiu Vincent)
Masjid Shah berdiri megah di pusat Lapangan Naqsh-e Jahan, Iran. Dibangun pada awal abad ke-17 pada masa Dinasti Safawi, masjid ini menjadi simbol kejayaan seni dan budaya Persia.

Keindahan utamanya terletak pada mosaik ubin bergaya haft rangi atau "tujuh warna."

Teknik itu menyuguhkan perpaduan warna hitam, putih, biru tua, biru kehijauan, merah, kuning, dan cokelat muda yang dilukis pada ubin persegi panjang menghasilkan ornamen geometris dan kaligrafi yang memukau.

10. Masjid Agung Xi'an, China

Architectural details of wooden pagoda of the Great Mosque in the Muslim neighborhood of Xian, China. masjid agung Xi'an (Getty Images/karenfoleyphotography)
Sebagai perpaduan harmonis antara arsitektur tradisional China dan nilai-nilai Islami, Masjid Agung Xi'an menjadi salah satu masjid paling unik di dunia.

Terletak di Kota Tua Xi'an, kompleks ini terdiri dari lebih dari 20 bangunan yang tersebar di lima halaman luas, menjadikannya masjid terbesar di Tiongkok sekaligus simbol akulturasi budaya yang kuat.

Keunikan masjid ini terlihat dari desainnya yang menyerupai kuil Tiongkok klasik, lengkap dengan atap melengkung, ukiran kayu, dan ornamen khas dinasti Dinasti Ming dan Dinasti Qing.

Meski begitu, elemen dekoratifnya tetap memuat kaligrafi Arab dan sentuhan Persia sebagai penghormatan terhadap budaya Islam.

11. Masjidil Haram

Masjidil Haram di Makkah Masjidil Haram di Makkah (Getty Images/prmustafa)
Masjidil Haram adalah masjid paling suci bagi umat Islam yang terletak di kota Makkah, Arab Saudi. Di tengah masjid ini berdiri Ka'bah, bangunan berbentuk kubus yang menjadi arah kiblat salat umat Islam di seluruh dunia.

Setiap hari, jutaan muslim menghadap ke arah ini sebagai simbol persatuan dan ketundukan kepada Allah. Masjidil Haram menjadi pusat pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai negara datang untuk melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah, sa'i antara Safa dan Marwah, serta beribadah di area yang penuh nilai sejarah ini.

Di dalam kompleks masjid juga terdapat sumur Zamzam dan Maqam Ibrahim, yang memiliki makna penting dalam perjalanan spiritual umat Islam.

Seiring waktu, Masjidil Haram terus mengalami perluasan untuk menampung jumlah jamaah yang semakin besar. Proyek-proyek modern menjadikannya mampu menampung jutaan orang sekaligus, dengan fasilitas yang semakin lengkap dan nyaman.

Meski mengalami banyak perubahan fisik, kedudukannya sebagai pusat spiritual dan simbol persatuan umat Islam tetap tidak berubah.

12. Masjid Al-Aqsa di Palestina

Masjid Al Aqsa Yerusalem Masjid Al Aqsa di Palestina (Reuters)
Masjid Al-Aqsa terletak di Kota Tua Yerusalem dan merupakan salah satu tempat suci paling penting dalam Islam. Masjid ini berada dalam kompleks Al-Haram al-Sharif, yang juga mencakup Kubah Batu (Dome of the Rock).

Al-Aqsa memiiki makna sejarah penting bagi umat Islam. Masjid ini menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka'bah di Makkah, serta menjadi lokasi peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Secara historis, Masjid Al-Aqsa telah mengalami berbagai renovasi dan pembangunan ulang sejak masa Dinasti Umayyah pada abad ke-7.

Arsitekturnya menampilkan perpaduan gaya Islam klasik dengan pengaruh Bizantium, terlihat dari lengkungan, kubah, dan detail interiornya. Masjid ini mampu menampung ribuan jamaah, terutama saat salat Jumat dan bulan Ramadan.

Selain nilai spiritualnya, Masjid Al-Aqsa juga memiliki makna politik dan sejarah yang sangat kuat. Kompleks ini kerap menjadi pusat perhatian dunia karena posisinya di wilayah yang diperebutkan. Bagi umat Islam, Al-Aqsa bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol iman, sejarah, dan identitas yang terus dijaga hingga kini.

13. Masjid Istiqlal

Warga berfoto di depan papan nama Masjid Istiqlal, Jakarta, menjelang berbuka puasa. Area ini menjadi spot favorit keluarga untuk mengabadikan momen Ramadan. Masjid Istiqlal di Jakarta (Najmi Dhiaulhaq/detikfoto)
Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara yang terletak di pusat Jakarta. Nama Istiqlal berarti kemerdekaan, sebagai simbol rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan dari penjajahan. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga lambang kebanggaan nasional dan persatuan umat.

Masjid ini dirancang oleh arsitek Friedrich Silaban dan diresmikan pada 1978 oleh Presiden Soeharto.

Arsitekturnya bergaya modern dengan kubah besar berdiameter 45 meter yang melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, 1945. Bangunannya mampu menampung lebih dari 100 ribu jamaah, terutama saat salat Jumat dan perayaan Idul Fitri.

Masjid Istiqlal berdiri berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta, mencerminkan semangat toleransi dan keberagaman di Indonesia. Selain sebagai pusat kegiatan keagamaan, masjid ini juga sering menjadi lokasi acara kenegaraan dan kunjungan tokoh dunia. Keberadaannya bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol harmoni dan kebangsaan.

14. Masjid Biru Mazar-i-Sharif

A damaged minaret of the Blue Mosque after the mosque sustained minor damage following a recent earthquake in Mazar-i-Sharif, Afghanistan, November 5, 2025. The mosque, also known as the Shrine of Hazrat Ali, is one of Afghanistan’s most revered religious sites. REUTERS/Sayed Hassib Masjid Biru Mazar-i-Sharif di Afghanistan (Sayed Hassib/Reuters)
Salah satu masjid paling ikonik di Afghanistan adalah Masjid Biru Mazar-i-Sharif atau dikenal sebagai Blue Mosque. Masjid ini terletak di kota Mazar-i-Sharif dan menjadi salah satu landmark paling terkenal di negara tersebut.

Bangunannya memiliki kubah dan menara berwarna biru dengan hiasan kaligrafi serta ubin bermotif indah yang memancarkan keanggunan arsitektur Islam khas Asia Tengah.

Masjid Biru diyakini oleh sebagian umat muslim sebagai lokasi makam Ali bin Abi Thalib. Keyakinan itu berbeda dengan pandangan mayoritas muslim yang meyakini makam beliau berada di Najaf, Irak.

Terlepas dari perbedaan tersebut, masjid ini tetap menjadi pusat spiritual penting dan tempat berkumpulnya masyarakat, terutama saat perayaan Tahun Baru Persia (Nowruz) dan hari-hari besar Islam.

Selain nilai religiusnya, Masjid Biru juga menjadi simbol identitas budaya Afghanistan. Di tengah sejarah panjang konflik dan perubahan politik di negara itu, masjid ini berdiri sebagai lambang keindahan, ketahanan, dan warisan peradaban Islam yang kaya di kawasan tersebut.

Jami Ul-Alfar Mosque di Sri Lanka

A general view of the Red Mosque (Jami Ul-Alfar Mosque) in Colombo, Sri Lanka, on April 5, 2023. (Photo by Thilina Kaluthotage/NurPhoto via Getty Images) Red Mosque di Kolombo, Sri Lanka (Thilina Kaluthotage/Getty Images)
Jami Ul-Alfar Mosque, yang dikenal sebagai Red Mosque, adalah salah satu masjid paling ikonik di Colombo, Sri Lanka. Masjid ini memiliki fasad yang mencolok dengan pola garis merah dan putih yang menyerupai permen atau spiral, sehingga mudah dikenali bahkan dari kejauhan.

Dibangun pada tahun 1908, masjid ini menjadi landmark bersejarah di kawasan Pettah yang ramai.

Arsitekturnya memadukan gaya Indo-Saracenic dengan sentuhan lokal dan kolonial, menciptakan tampilan yang unik dan berbeda dari masjid pada umumnya.

Kubah-kubah kecil berbentuk bawang dan menara-menara rampingnya menambah kesan artistik sekaligus megah. Pada awal abad ke-20, warna dan desainnya yang mencolok juga berfungsi sebagai penanda bagi para pelaut yang mendekati pelabuhan Kolombo.

Selain sebagai tempat ibadah umat muslim setempat, Jami Ul-Alfar Mosque juga menjadi simbol keberagaman budaya Sri Lanka. Di tengah lingkungan multietnis dan multireligius, masjid ini berdiri sebagai representasi sejarah komunitas Muslim di Colombo serta daya tarik wisata arsitektur yang terkenal hingga kini.

Halaman 2 dari 16
Masjid Jama dibangun sekitar tahun 1650-1656 atas perintah Kaisar Shah Jahan. Masjid ini menjadi simbol kemegahan arsitektur Mughal yang memadukan marmer putih dan batu pasir merah dalam komposisi yang anggun.

Berdiri megah di kawasan Old Delhi, masjid Jama memiliki kawasan yang luas dan mampu menampung hingga 25.000 jamaah.

Terdapat empat menara pengawas, dua minaret tinggi, serta gapura berhiaskan kaligrafi Persia yang menjadi karakter monumental sekaligus artistik dari Masjid ini.

Berbeda dari masjid tradisional pada umumnya, Masjid Kristal tampil dengan gaya modern berbalut baja dan kaca yang berkilau. Masjid kristal terletak di kawasan Taman Tamadun Islam, Terengganu dan menjadi salah satu ikon arsitektur kontemporer di Asia Tenggara.

Desainnya memiliki nuansa budaya Tiongkok, dan saat malam hari masjid ini menampilkan pemandangan indah dari kubah kacanya yang memancarkan cahaya keemasan yang membuatnya tampak seperti terbuat dari emas murni.

Masjid Wazir Khan menjadi salah satu permata arsitektur di jantung kota tua Lahore, Pakistan. Dibangun pada masa pemerintahan Shah Jahan, masjid ini memancarkan kemegahan lewat lukisan dinding penuh warna dan detail ubin yang nyaris menutupi setiap sudut bangunannya.

Masjid Wazir Khan memiliki empat menara yang berdiri anggun di halaman hingga pintu masuk ruang shalat, semuanya dihiasi ornamen artistik yang kaya.

Bagian yang paling mencuri perhatian adalah deretan kaligrafi indah berisi kutipan-kutipan Islam, dipadukan dengan motif bunga dan pola geometris, hasil karya para kaligrafer ternama pada masanya.

Awalnya dikenal sebagai Katedral Latin Santo Nicholas, Masjid Lala Mustafa Pasha menyimpan jejak arsitektur Gotik bergaya Frankish yang paling mencolok di kawasan Timur Tengah.

Bangunan megah ini diperkirakan dirancang oleh arsitek Prancis, Jean Langlois, pada akhir abad ke-13 hingga awal abad ke-14. Selama berabad-abad, tempat ini menjadi pusat spiritual penting di jantung kota Famagusta bagi berbagai komunitas dan denominasi Kristen.

Hingga pada tahun 1571, setelah wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan Ottoman, bangunan ini bertransformasi menjadi masjid yang ikonik hingga saat ini.

Dianggap sebagai salah satu mahakarya terakhir arsitektur Ottoman klasik, Masjid Sultan Ahmed lebih dikenal dengan sebutan Masjid Biru berkat ribuan ubin Iznik berwarna biru yang menghiasi bagian dalamnya.

Masjid ini dibangun atas perintah Sultan Ahmed I pada 1609 sebagai simbol warisan dan kejayaan pemerintahannya. Namun, sang sultan muda hanya sempat menyaksikan keindahan bangunan ini dalam waktu singkat.

Ia wafat secara mendadak pada 1617, tepat di tahun yang sama ketika pembangunan masjid ikonik tersebut rampung.

Masjid Hassan II di Maroko memiliki arsitektur yang menarik, dengan ukiran batu yang dipahat dengan tangan, mozaik berwarna-warni yang tersusun rumit, serta langit-langit berlapis emas.

Memiliki menara dengan ketinggian mencapai 213 meter, menjadikannya salah satu menara masjid tertinggi di dunia.

Kompleks masjid terdiri dari ruang shalat utama, madrasah, tempat pemandian umum (hammam), museum, hingga perpustakaan.

Masjid Nasir al-Mulk dijuluki "Masjid Merah Muda" berkat ubin-ubin bernuansa merah muda yang menghiasi langit-langit dan lengkungan bermotif arabesque secara rumit.

Saat pagi hari, cahaya matahari menembus jendela kaca patri khasnya, memantulkan gradasi warna yang indah ke lantai yang dilapisi karpet Persia, menciptakan suasana yang hangat dan memukau.

Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed menjadi salah satu simbol utama keindahan budaya dan spiritual di Abu Dhabi.

Masjid ini memiliki 82 kubah marmer putih yang ditopang oleh 1.096 kolom eksterior, serta 96 kolom interior yang dihiasi batu semi mulia. Tujuh lampu gantung kristal Swarovski berlapis emas 24 karat dan karpet terbesar di dunia di ruang shalatnya.

Pola bunga bermotif mutiara yang menghiasi dinding dan lantai menjadi salah satu detail paling memukau dari Masjid Agung Sheikh Zayed.

Masjid Shah berdiri megah di pusat Lapangan Naqsh-e Jahan, Iran. Dibangun pada awal abad ke-17 pada masa Dinasti Safawi, masjid ini menjadi simbol kejayaan seni dan budaya Persia.

Keindahan utamanya terletak pada mosaik ubin bergaya haft rangi atau "tujuh warna."

Teknik itu menyuguhkan perpaduan warna hitam, putih, biru tua, biru kehijauan, merah, kuning, dan cokelat muda yang dilukis pada ubin persegi panjang menghasilkan ornamen geometris dan kaligrafi yang memukau.

Sebagai perpaduan harmonis antara arsitektur tradisional China dan nilai-nilai Islami, Masjid Agung Xi'an menjadi salah satu masjid paling unik di dunia.

Terletak di Kota Tua Xi'an, kompleks ini terdiri dari lebih dari 20 bangunan yang tersebar di lima halaman luas, menjadikannya masjid terbesar di Tiongkok sekaligus simbol akulturasi budaya yang kuat.

Keunikan masjid ini terlihat dari desainnya yang menyerupai kuil Tiongkok klasik, lengkap dengan atap melengkung, ukiran kayu, dan ornamen khas dinasti Dinasti Ming dan Dinasti Qing.

Meski begitu, elemen dekoratifnya tetap memuat kaligrafi Arab dan sentuhan Persia sebagai penghormatan terhadap budaya Islam.

Masjidil Haram adalah masjid paling suci bagi umat Islam yang terletak di kota Makkah, Arab Saudi. Di tengah masjid ini berdiri Ka'bah, bangunan berbentuk kubus yang menjadi arah kiblat salat umat Islam di seluruh dunia.

Setiap hari, jutaan muslim menghadap ke arah ini sebagai simbol persatuan dan ketundukan kepada Allah. Masjidil Haram menjadi pusat pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai negara datang untuk melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah, sa'i antara Safa dan Marwah, serta beribadah di area yang penuh nilai sejarah ini.

Di dalam kompleks masjid juga terdapat sumur Zamzam dan Maqam Ibrahim, yang memiliki makna penting dalam perjalanan spiritual umat Islam.

Seiring waktu, Masjidil Haram terus mengalami perluasan untuk menampung jumlah jamaah yang semakin besar. Proyek-proyek modern menjadikannya mampu menampung jutaan orang sekaligus, dengan fasilitas yang semakin lengkap dan nyaman.

Meski mengalami banyak perubahan fisik, kedudukannya sebagai pusat spiritual dan simbol persatuan umat Islam tetap tidak berubah.

Masjid Al-Aqsa terletak di Kota Tua Yerusalem dan merupakan salah satu tempat suci paling penting dalam Islam. Masjid ini berada dalam kompleks Al-Haram al-Sharif, yang juga mencakup Kubah Batu (Dome of the Rock).

Al-Aqsa memiiki makna sejarah penting bagi umat Islam. Masjid ini menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka'bah di Makkah, serta menjadi lokasi peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Secara historis, Masjid Al-Aqsa telah mengalami berbagai renovasi dan pembangunan ulang sejak masa Dinasti Umayyah pada abad ke-7.

Arsitekturnya menampilkan perpaduan gaya Islam klasik dengan pengaruh Bizantium, terlihat dari lengkungan, kubah, dan detail interiornya. Masjid ini mampu menampung ribuan jamaah, terutama saat salat Jumat dan bulan Ramadan.

Selain nilai spiritualnya, Masjid Al-Aqsa juga memiliki makna politik dan sejarah yang sangat kuat. Kompleks ini kerap menjadi pusat perhatian dunia karena posisinya di wilayah yang diperebutkan. Bagi umat Islam, Al-Aqsa bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol iman, sejarah, dan identitas yang terus dijaga hingga kini.

Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara yang terletak di pusat Jakarta. Nama Istiqlal berarti kemerdekaan, sebagai simbol rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan dari penjajahan. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga lambang kebanggaan nasional dan persatuan umat.

Masjid ini dirancang oleh arsitek Friedrich Silaban dan diresmikan pada 1978 oleh Presiden Soeharto.

Arsitekturnya bergaya modern dengan kubah besar berdiameter 45 meter yang melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, 1945. Bangunannya mampu menampung lebih dari 100 ribu jamaah, terutama saat salat Jumat dan perayaan Idul Fitri.

Masjid Istiqlal berdiri berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta, mencerminkan semangat toleransi dan keberagaman di Indonesia. Selain sebagai pusat kegiatan keagamaan, masjid ini juga sering menjadi lokasi acara kenegaraan dan kunjungan tokoh dunia. Keberadaannya bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol harmoni dan kebangsaan.

Salah satu masjid paling ikonik di Afghanistan adalah Masjid Biru Mazar-i-Sharif atau dikenal sebagai Blue Mosque. Masjid ini terletak di kota Mazar-i-Sharif dan menjadi salah satu landmark paling terkenal di negara tersebut.

Bangunannya memiliki kubah dan menara berwarna biru dengan hiasan kaligrafi serta ubin bermotif indah yang memancarkan keanggunan arsitektur Islam khas Asia Tengah.

Masjid Biru diyakini oleh sebagian umat muslim sebagai lokasi makam Ali bin Abi Thalib. Keyakinan itu berbeda dengan pandangan mayoritas muslim yang meyakini makam beliau berada di Najaf, Irak.

Terlepas dari perbedaan tersebut, masjid ini tetap menjadi pusat spiritual penting dan tempat berkumpulnya masyarakat, terutama saat perayaan Tahun Baru Persia (Nowruz) dan hari-hari besar Islam.

Selain nilai religiusnya, Masjid Biru juga menjadi simbol identitas budaya Afghanistan. Di tengah sejarah panjang konflik dan perubahan politik di negara itu, masjid ini berdiri sebagai lambang keindahan, ketahanan, dan warisan peradaban Islam yang kaya di kawasan tersebut.

Jami Ul-Alfar Mosque, yang dikenal sebagai Red Mosque, adalah salah satu masjid paling ikonik di Colombo, Sri Lanka. Masjid ini memiliki fasad yang mencolok dengan pola garis merah dan putih yang menyerupai permen atau spiral, sehingga mudah dikenali bahkan dari kejauhan.

Dibangun pada tahun 1908, masjid ini menjadi landmark bersejarah di kawasan Pettah yang ramai.

Arsitekturnya memadukan gaya Indo-Saracenic dengan sentuhan lokal dan kolonial, menciptakan tampilan yang unik dan berbeda dari masjid pada umumnya.

Kubah-kubah kecil berbentuk bawang dan menara-menara rampingnya menambah kesan artistik sekaligus megah. Pada awal abad ke-20, warna dan desainnya yang mencolok juga berfungsi sebagai penanda bagi para pelaut yang mendekati pelabuhan Kolombo.

Selain sebagai tempat ibadah umat muslim setempat, Jami Ul-Alfar Mosque juga menjadi simbol keberagaman budaya Sri Lanka. Di tengah lingkungan multietnis dan multireligius, masjid ini berdiri sebagai representasi sejarah komunitas Muslim di Colombo serta daya tarik wisata arsitektur yang terkenal hingga kini.

(fem/fem)

Simak Video "Menilik Masjid Selo, Salah Satu Masjid Tertua di Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads