Napak Tilas Perjalanan Ibnu Batutah: 5 Destinasi yang Bisa Dikunjungi Traveler Masa Kini

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Napak Tilas Perjalanan Ibnu Batutah: 5 Destinasi yang Bisa Dikunjungi Traveler Masa Kini

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Senin, 09 Mar 2026 12:47 WIB
Sekilas gambaran Ibnu Batuta yang ada di museum
Sekilas gambaran Ibnu Batutah yang ada di museum (detik)
Jakarta -

Ibnu Batutah, seorang traveler musim, meninggalkan jejak perjalanan dari abad ke-14. Traveler masa kini bisa napak tilas di berbagai destinasi di lima negara, dari Maroko hingga China.

Di abad ke-14, ketika pesawat dan peta digital belum ada, Ibnu Batutah sudah lebih dulu menjelajahi dunia. Selama hampir 30 tahun, ia mengembara melintasi tiga benua dan melewati 44 negara.

Bagi traveler masa kini yang ingin merasakan pengalaman penuh makna, menapak tilas jejak Ibnu Batutah di berbagai destinasi dunia, pengalaman ini bisa jadi pilihan liburan yang berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merangkum kisah-kisah perjalanannya yang legendaris, berikut lima destinasi bersejarah yang pernah disinggahi Ibnu Batutah dan masih bisa dikunjungi hingga sekarang.

5 Rekomendasi Jejak Perhentian Ibnu Batutah

1. Tangier, Maroko

Bangunan-bangunan permukiman berwarna putih di perbukitan yang menghadap Selat Gibraltar di Tangier, Maroko.Bangunan-bangunan permukiman berwarna putih di perbukitan yang menghadap Selat Gibraltar di Tangier, Maroko. (Getty Images/Sergi Formoso)

Kota pelabuhan di utara Maroko ini adalah tempat kelahiran Ibnu Batutah. Dari sinilah ia memulai perjalanan panjangnya pada 1325 saat berusia 21 tahun. Traveler bisa mengunjungi makam Ibnu Batutah yang berada di kawasan medina tua atau Kota Tua Tangier, Maroko.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Tangier menawarkan banyak destinasi menarik yang bisa jadi spot liburan. Melansir The Culture Trip, Senin (23/2/2026), Tangier punya banyak destinasi bersejarah seperti Kasbah dan Masjid Agung Tangier.

Bangunan-bangunan berarsitektur klasik dan panorama Selat Gibraltar menawarkan pengalaman liburan yang berbeda.

2. Makkah dan Madinah, Arab Saudi

Masjidil Haram di MakkahMasjidil Haram di Makkah (Getty Images/prmustafa)

Makkah dan Madinah menjadi perhentian yang penting bagi perjalanan panjang Ibnu Batutah. Pengembaraannya dimulai dari dua kota suci tersebut untuk menunaikan ibadah haji.

Makkah dan Madinah merupakan dua kota yang menjadi saksi sejarah perkembangan agama Islam. Selain menunaikan ibadah haji dan umroh, traveler bisa mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah.

Misalnya di Makkah traveler muslim bisa mengunjungi Masjid Al-Haram, rumah peninggalan Rasulullah, Gua Hira, Padang Arafah, hingga Museum Haramain. Sedangkan di Madinah, ada Masjid Nabawi, Masjid Quba, hingga mengunjungi makam Rasulullah dan para sahabat.

3. Delhi, India

India Gate, New Delhi (Haris Fadhil/detikcom)India Gate, New Delhi (Haris Fadhil/detikcom)

Delhi menjadi salah satu tempat perhentian terlama Ibnu Batutah, di sana ia bekerja sebagai qadi (hakim) di bawah pemerintahan Kesultanan Delhi. Delhi menyimpan berbagai destinasi menarik yang bisa dikunjungi.

Melansir informasi Responsible Travel, traveler bisa mengunjungi Red Fort, Tughlaqabad Fort, Qutub Minar, India Gate, Makam Humayun, serta Benteng Lotus yang ikonik.

4. Istanbul, Turki

ISTANBUL, TURKIYE - FEBRUARY 19: Muslims gather at Sultanahmet Square to break their fast on the first day of the holy month of Ramadan in Istanbul, Turkiye on February 19, 2026. (Photo by Saffet Azak/Anadolu via Getty Images)Suasana buka puasa di istanbul, Turki (Anadolu via Getty Images/Anadolu)

Saat Ibnu Batutah berkunjung, Turki masih berada di bawah kekuasaan Romawi yaitu Konstantinopel. Kini, turki hadir dengan berbagai destinasi yang menjadi saksi peradaban Islam di Eropa dan Asia Barat.

Melansir situs Advantour, berbagai hal bisa dilakukan dan dikunjungi di Istanbul mulai dari Hagia Sophio, Istana Topkapi, Masjid Sultan Ahmed, hingga museum peninggalan Kesultanan Ottoman. Turki menghadirkan pemandangan yang indah dan pengalaman yang berbeda.

5. Guangzhou, China

GUANGZHOU, CHINA - JULY 11: Tourists visit the South China National Botanical Garden on July 11, 2022 in Guangzhou, Guangdong Province of China. The South China National Botanical Garden, the world's largest subtropical botanical garden and China's second national botanical garden, with a total planned area of 319 hectares, was officially unveiled on Monday in Guangzhou. (Photo by Chen Jimin/China News Service via Getty Images)South China National Botanical Garden di Guangzhou, China (China News Service via Getty Ima/China News Service)

Guangzhou atau Canton menjadi salah satu pelabuhan besar yang dikunjungi Ibnu Batutah. Kota ini sejak lama menjadi pusat perdagangan internasional. Kini, Guangzhou tampil modern dengan gedung pencakar langit, tetapi tetap menyimpan jejak sejarah maritim yang kuat.

Buat traveler Indonesia, penerbangan ke Guangzhou juga tidak sulit dan relatif terjangkau. Di pasar-pasar besar, para pedagang biasa menyebut angka dalam bahasa Indonesia.

Melansir situs Hong Kong Tourism Board, Guangzhou memiliki banyak destinasi yang bisa traveler kunjungi mulai dari Museum Raja Nanyue, Klenteng Guangxiao, Gunung Baiyun, Menara Zhenhai, hingga Dr Sun Yat-sen Memorial Hall yang sarat akan sejarah kuno di kota tersebut.

Napak tilas jejak Ibnu Batutah bukan hanya tentang mendatangi kota-kota bersejarah. Perjalanan ini bisa menjadi refleksi bahwa dunia sudah terhubung jauh sebelum era teknologi. Dari Tangier hingga Guangzhou, nyatanya setiap kota menyimpan cerita tentang keberanian, pencarian makna, dan pertemuan lintas budaya.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads