Kapal pesiar MV Fiji Princess kandas di pulau Monuriki. Beruntung 30 penumpang bisa dievakuasi. Fiji memang dikenal sebagai pulau surga favorit kapal pesiar.
Fiji, surga pulau yang sesungguhnya, begitu sempurna hingga hampir terlihat seperti hasil editan foto. Terdiri dari lebih dari 300 pulau, kepulauan ini terletak di tengah Samudra Pasifik Selatan. Tidak heran jika pulau ini jadi tujuan favorit turis-turis yang naik kapal pesiar.
Fiji terkenal dengan budaya mereka yang santai. Tidak ada yang terjadi terburu-buru di pulau ini, tetapi itulah yang membuatnya begitu istimewa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat traveler mengunjungi Fiji, makanan bukan hanya sekedar sesuatu yang dimakan. Makanan adalah bagian penting dari perjalanan. Makanan membawa traveler lebih dekat dengan tanah, masyarakat, dan budayanya.
Lovo (loh-voh) adalah metode memasak tradisional Fiji yang menawarkan pengalaman kuliner yang unik dan otentik. Metode ini dengan cara membungkus berbagai bahan makanan dengan daun pisang atau kelapa dan menempatkannya di dalam lubang tanah, yang dilapisi dengan batu panas.
Setelah bahan makanan ditempatkan di dalam lubang, selanjutnya ditutup, dibiarkan matang selama beberapa jam, sehingga panas dari batu secara perlahan meresap ke dalam hidangan dengan rasa asap yang lezat.
Jamuan Lovo biasanya mencakup berbagai macam daging seperti ayam, domba, dan ikan, serta hidangan favorit pulau seperti palusami (daun talas yang dimasak dalam santan kental) dan umbi-umbian seperti singkong, keladi, ubi jalar, sukun dan jagung. Hasilnya adalah beragam hidangan yang menggugah selera, empuk, dan beraroma.
Makanan menyatukan orang, apa pun budaya atau lokasi geografisnya. Di wilayah Pasifik, metode memasak dalam lubahg tanah umumnya digunakan untuk pesta besar pada acara dan perayaan khusus.
Di Selandia Baru, jenis masakan ini dikenal sebagai MΔori hΔngΔ«, sedangkan di Samoa dikenal sebagai umu . Di Papua dikenal sebagai barapen atau bakar batu.
--------
Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain