7 Fakta Benteng Laferriere, Berada di Puncak Gunung-Keajaiban Dunia Kedelapan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

7 Fakta Benteng Laferriere, Berada di Puncak Gunung-Keajaiban Dunia Kedelapan

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Senin, 13 Apr 2026 12:32 WIB
Tragedi memilukan terjadi di Benteng Laferriere, Haiti, pada Sabtu (11/4/2026). Sebanyak 30 wisatawan dilaporkan tewas akibat insiden desak-desakan yang terjadi di kawasan benteng bersejarah tersebut.
Tragedi memilukan terjadi di Benteng Laferriere, Haiti, pada Sabtu (11/4/2026). Sebanyak 30 wisatawan dilaporkan tewas akibat insiden desak-desakan yang terjadi di kawasan benteng bersejarah tersebut. (Getty Images/Hudson Louis)
Jakarta -

Benteng Laferriere kembali menjadi sorotan setelah tragedi 30 wisatawan tewas. Ini fakta menarik situs warisan dunia tersebut.

Tragedi memilukan terjadi di Benteng Laferriere, Haiti, pada Sabtu (11/4/2026) waktu setempat. Sebanyak 30 wisatawan dilaporkan tewas akibat insiden desak-desakan yang terjadi di kawasan benteng bersejarah tersebut.

Mengutip Hatian Times, Senin (13/4), peristiwa nahas ini terjadi saat lokasi wisata yang juga merupakan situs Warisan Dunia UNESCO itu dipadati pengunjung, termasuk rombongan pelajar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepadatan yang tinggi di area benteng memicu kepanikan hingga berujung pada insiden saling dorong yang memakan korban jiwa.

Insiden tersebut diketahui berlangsung dalam rangka acara kumpul-kumpul pemuda bertajuk Citadel Vibe 3.0. Acara itu sebelumnya ramai dipromosikan oleh sejumlah influencer di media sosial, khususnya TikTok, sehingga menarik ribuan orang untuk datang ke lokasi secara bersamaan.

ADVERTISEMENT

Lonjakan pengunjung yang tidak terkendali diduga menjadi pemicu utama terjadinya kepadatan ekstrem di area benteng. Situasi yang semula merupakan ajang berkumpul berubah menjadi kepanikan massal, hingga berujung pada insiden tragis yang merenggut puluhan nyawa.

Peristiwa ini memicu sorotan terhadap fenomena overtourism serta pengelolaan keamanan di destinasi wisata populer dunia.

Di balik tragedi tersebut, Benteng Laferrieresebenarnya merupakan bangunan bersejarah yang menyimpan banyak cerita dan fakta menarik. Lalu, apa saja fakta menarik dari benteng yang menjadi ikon sejarah Haiti ini?

Fakta Benteng Laferriere yang Perlu Diketahui

Merangkum informasi dari sejumlah sumber, berikut fakta-fakta Benteng Laferriere yang wajib diketahui:

1. Keajaiban Dunia Kedelapan

Melansir informasi dari Citadelle Laferriere, Benteng Laferriere kerap dijuluki sebagai "keajaiban dunia kedelapan." Julukan itu disematkan karena skala bangunannya yang sangat besar serta lokasinya yang berdiri megah di puncak gunung.

Kemegahan dan kokohnya struktur benteng itu menjadikannya salah satu karya arsitektur militer paling mengesankan di dunia, sekaligus simbol kejayaan Haiti pada masa awal kemerdekaan.

2. Situs Warisan Dunia UNESCO

Selain dijuluki sebagai "keajaiban dunia kedelapan," Benteng Laferriere juga telah diakui secara internasional sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1982.

Penetapan itu menegaskan nilai sejarah dan arsitektur benteng tersebut sebagai warisan penting dunia, sekaligus simbol perjuangan dan identitas nasional Haiti.

3. Benteng Terbesar di Amerika

Benteng Laferriere dikenal sebagai salah satu benteng terbesar di benua Amerika. Skala bangunannya yang masif memiliki luas sekitar 8.998 meter persegi dengan tinggi mencapai 43 meter, dan ketebalan dinding sekitar 4 meter, menjadikannya berbeda dari benteng-benteng lain di kawasan tersebut.

Ukuran dan kekuatannya dirancang untuk menunjukkan kemampuan negara tersebut dalam membangun infrastruktur militer yang monumental.

4. Berada di Puncak Gunung

Benteng Laferriere berdiri kokoh di puncak Gunung Bonnet a l'Eveque, di wilayah utara Haiti. Berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, benteng ini menawarkan panorama luas yang membentang hingga ke arah laut.

Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang dramatis di tiga sisi, berupa hamparan perbukitan hijau yang curam. Sementara di sisi utara, tampak kota Cap-HaΓ―tien dengan suasana khasnya, deretan toko berwarna-warni, jalanan yang hidup, hingga aktivitas warga yang masih mempertahankan keseharian sederhana, seperti berkumpul dan bermain di ruang publik.

5. Dibangun Usai Kemerdekaan Haiti

Benteng Laferriere dibangun pada awal abad ke-19 pada masa pemerintahan Henri Christophe (Henri I) sehingga kerap disebut sebagai Citadelle Henri Christophe.

Awalnya pembangunan benteng ini dimulai oleh Jean-Jacques Dessalines pada tahun 1820 sebagai benteng pertahanan terakhir jika Prancis kembali menyerang Haiti. Gagasan tersebut kemudian dilanjutkan dan diselesaikan oleh Henri Christophe sesaat setelah Haiti berhasil meraih kemerdekaan.

Sebagai negara yang baru merdeka, pembangunan benteng ini bukan sekadar untuk pertahanan, tetapi juga simbol kekuatan dan kedaulatan. Bahkan, konstruksinya disebut sebagai salah satu benteng terbesar di benua Amerika, sekaligus menjadi representasi sistem keamanan Haiti pada masa awal berdirinya.

Dari sisi arsitektur, benteng ini dirancang dengan pendekatan yang unik dan penuh perhitungan. Jika dilihat dari jalur utama menuju puncak gunung, bentuknya menyerupai haluan kapal raksasa yang menjorok keluar dari lereng.

Melansir Encyclopaedia Britannica, pembangunan benteng melibatkan 20 ribu hingga 200 ribu pekerja, yang sebagian besar merupakan mantan budak.

6. Punya Ratusan Meriam di Dalamnya

Konstruksi batu besar di Benteng Laferriere ini juga dilengkapi dengan sekitar 365 meriam dalam berbagai ukuran, termasuk yang berukuran sangat besar. Hingga kini, persediaan bola meriam masih dapat ditemukan di berbagai sudut benteng, menjadi bukti kuat fungsi militernya di masa lalu.

Menariknya, meriam-meriam tersebut berasal dari berbagai kerajaan. Beberapa di antaranya merupakan rampasan atau peninggalan dari raja-raja Eropa pada abad ke-18.

Saat ini, meriam berbahan besi dan perunggu masih terpasang dan dapat dilihat langsung oleh pengunjung. Dari jendela benteng, pengunjung juga bisa menyaksikan detail ukiran atau lambang kerajaan Eropa yang masih terlihat pada meriam-meriam tersebut.

7. Bisa Menampung Ribuan Orang

Pada masa awal kemerdekaan Haiti, benteng ini difungsikan sebagai tempat perlindungan bagi raja, prajurit, hingga masyarakat setempat saat terjadi ancaman serangan musuh.

Melansir Encyclopedia, benteng ini memiliki kapasitas yang sangat besar, mampu menampung hingga 15 ribu tentara. Benteng ini berdiri setinggi 43 meter dengan ketebalan dinding mencapai 4 meter, serta memiliki luas sekitar 8.998 meter persegi.

Benteng Laferriere dibangun dengan strategi pertahanan khusus. Dalam situasi darurat, raja dapat menerapkan taktik scorched earth atau bumi hangus, yakni membakar wilayah sekitar untuk menghambat musuh. Sementara itu, raja, tentara, dan warga akan berlindung di dalam benteng yang dirancang sebagai pertahanan yang nyaris tak tertembus.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads