Liburan memang bukan aktivitas yang murah, tetapi dengan sedikit cara agar kita bisa liburan dengan hemat. Salah satu caranya pilih-pilih negara yang nggak mahal-mahal amat.
Salah satu faktor yang bikin liburan terasa lebih murah adalah nilai tukar mata uang negara tujuan terhadap rupiah. Semakin rendah nilai mata uangnya dibanding rupiah, semakin besar juga daya beli wisatawan Indonesia di negara tersebut.
Itulah sebabnya beberapa negara jadi favorit backpacker karena biaya makan, transportasi, hingga penginapan terasa jauh lebih terjangkau setelah dikonversi ke rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, liburan ke negara dengan mata uang kuat seperti dolar AS, euro, atau pound sterling biasanya membuat pengeluaran cepat membengkak. Karena itu, banyak wisatawan mulai melirik negara-negara dengan kurs yang lebih bersahabat, seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, atau Turki.
Dengan kurs yang relatif lebih murah, budget yang sama bisa dipakai untuk liburan lebih lama atau menikmati lebih banyak aktivitas selama perjalanan.
detikTravel merangkum 15 negara dengan nilai kurs yang cocok untuk liburannya warga +62:
Asia Tenggara:
1. Vietnam
Mata uang Dong (VND) memiliki nilai yang hampir setara atau bahkan terkadang lebih rendah dari Rupiah. Biaya makan di pinggir jalan relatif sama dengan jajan di Jakarta, sekitar sekitar Rp 20.000. Di sana juga tersedia banyak penginapan kelas menengah sangat terjangkau.
2. Thailand
Street Food Bangkok (AFP) |
Meskipun Baht (THB) cukup kuat, persaingan pariwisata yang tinggi membuat harga akomodasi dan transportasi tetap kompetitif. Belanja di pasar malam Bangkok masih relatif jauh lebih murah dibanding mal di Jakarta.
3. Laos
Blue Lagoon, di Vang Vieng, Laos (AP/Anupam Nath) |
Nilai tukar Kip Laos (LAK) yang relatif lemah membuat Laos tetap termasuk destinasi yang ramah untuk backpacker, terutama karena biaya dasar seperti makanan lokal, transportasi, dan penginapan sederhana masih tergolong rendah secara nominal.
Di kota seperti Luang Prabang, wisatawan bisa menemukan banyak pilihan guesthouse, street food, hingga transportasi lokal dengan harga yang bersahabat dibanding destinasi Asia yang lebih mahal.
Namun, perlu diingat bahwa keuntungan dari kurs yang murah tidak selalu terasa maksimal karena nilai tukar rupiah juga ikut berfluktuasi terhadap mata uang global. Meski begitu, Laos tetap menarik bagi backpacker karena kombinasi biaya hidup yang rendah, suasana kota yang tenang, serta pengalaman budaya yang kuat membuatnya tetap kompetitif sebagai destinasi hemat di Asia Tenggara.
4. Kamboja
Kamboja menjadi salah satu destinasi favorit backpacker karena biaya hidup relatif terjangkau dan sistem pembayarannya yang unik, dolar AS banyak digunakan berdampingan dengan mata uang lokal riel (KHR). Kondisi itu membuat harga di sektor wisata seperti penginapan, makanan, dan transportasi cenderung stabil dan mudah diprediksi oleh wisatawan.
Di kota-kota seperti Siem Reap dan Phnom Penh, backpacker bisa menikmati perjalanan hemat sambil mengunjungi destinasi ikonik seperti Angkor Wat, yang menjadi daya tarik utama dan salah satu kompleks candi paling terkenal di dunia.
Asia Selatan & Tengah
5. India
Rupee (INR) dan rupiah memiliki perbandingan yang membuat biaya hidup di sana terasa sangat murah. Traveler bisa mendapatkan penginapan layak dengan harga di bawah Rp 150.000 per malam.
6. Nepal
Destinasi favorit bagi pecinta trekking. Biaya izin pendakian dan pemandu di Nepal masih sangat terjangkau bagi kantong orang Indonesia dibandingkan mendaki di Eropa atau Amerika.
7. Sri Lanka
Usai pemulihan ekonomi, Sri Lanka sangat agresif menarik turis dengan harga murah. Transportasi kereta apinya adalah salah satu yang paling indah dan termurah di dunia.
8. Uzbekistan
Bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia. Nilai tukar Som (UZS) membuat kamu merasa seperti "jutawan" saat menukarkan uang, mirip dengan saat memegang Dong Vietnam.
Eropa & Timur Tengah
9. Turki
Fluktuasi mata uang Lira (TRY) yang cenderung melemah terhadap mata uang asing menjadikannya destinasi Eropa-Asia yang sangat terjangkau. Makan kebab asli dan naik balon udara di Cappadocia kini lebih masuk akal bagi kantong IDR.
10. Georgia
Terletak di perbatasan Eropa dan Asia. Biaya makan dan wine di sini luar biasa murah untuk standar Eropa, dengan pemandangan pegunungan Kaukasus yang megah.
11. Iran
Rial (IRR) adalah salah satu mata uang terlemah di dunia. Dengan rupiah, traveler bisa menikmati fasilitas hotel bintang lima dan tur sejarah dengan harga yang sangat rendah.
Afrika & Amerika Latin
12. Mesir
Devaluasi mata uang pound mesir (EGP) menjadikan kunjungan ke Piramida dan menyusuri Sungai Nil sangat murah bagi turis Indonesia di pada 2026.
13. Maroko
Meskipun tiket pesawatnya mahal, biaya hidup di kota-kota seperti Marrakesh atau Fez relatif rendah. Harga makanan di alun-alun Jemaa el-Fnaa sangat bersahabat.
14. Kolombia
Peso Kolombia (COP) sering kali memiliki pergerakan yang searah dengan Rupiah, namun biaya akomodasi dan kopi kelas dunia di sana sangat terjangkau bagi wisatawan internasional.
15. Argentina
Karena kondisi ekonomi internalnya, nilai tukar Peso Argentina (ARS) sangat rendah. Ini adalah waktu terbaik bagi orang Indonesia untuk mengunjungi Amerika Selatan dengan biaya makan dan penginapan yang "miring".
Tips Tambahan untuk Liburan 2026:
Gunakan QRIS Antarnegara:
Di tahun 2026, konektivitas pembayaran QRIS diprediksi sudah mencakup lebih banyak negara di Asia Tenggara dan beberapa negara Asia lainnya, sehingga Anda bisa mendapatkan kurs yang lebih jujur tanpa biaya admin money changer.
Pesan Tiket Jauh Hari:
Harga bahan bakar pesawat pada 2026 fluktuatif, tiket pesawat seringkali menjadi komponen termahal. Gunakan fitur price alert di aplikasi travel dan pesan tiket jauh-jauh hari.
(bnl/fem)














































Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha