Sisi Lain Mexico City: Tuan Rumah Piala Dunia yang Perlahan Tenggelam

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sisi Lain Mexico City: Tuan Rumah Piala Dunia yang Perlahan Tenggelam

Bonauli - detikTravel
Selasa, 09 Jun 2026 08:08 WIB
Pemerintah Mexico City membuka kembali jalur light rail yang telah direnovasi sebagai bagian dari persiapan infrastruktur untuk meningkatkan aksesibilitas kota menjelang Piala Dunia. Mexico City, Meksiko, Minggu (11/5/2026).
Stadion di Mexico City (REUTERS/Henry Romero)
Mexico City -

Mexico City mencetak rekor sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak tiga kali. Bukan cuma sejarahnya, geografisnya juga mencengangkan!

Bagi dunia sepak bola, Mexico City bukanlah nama baru. Kota ini adalah tanah suci tempat legenda seperti PelΓ© mengangkat trofi pada 1970 dan Diego Maradona menciptakan gol "Tangan Tuhan" yang ikonis pada 1986. Kini, menyambut Piala Dunia 2026, ibu kota Meksiko ini siap kembali mengukir sejarah sebagai kota pertama di dunia yang telah menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak tiga kali.

Namun di luar gemuruhnya sorakan penonton, Mexico City menyimpan elegi. Berdiri di ketinggian lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut, Mexico City adalah salah satu kota paling padat sekaligus paling unik di bumi. Lebih dari 500 tahun lalu, penjelajah Spanyol membangun kota ini tepat di atas reruntuhan Tenochtitlan, ibu kota megah suku Aztec yang dulunya mengapung di atas Danau Texcoco.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warisan geologis ini menyisakan satu fakta mencengangkan: karena tanahnya yang lunak dan ekstraksi air tanah yang masif, Mexico City perlahan tenggelam.

Citra dari sistem radar NASA mengungkap tingkat penurunan tanah lebih dari 1,27 cm per bulan, menjadikan kota ini salah satu ibu kota dengan tingkat penurunan tanah tercepat di planet ini.

ADVERTISEMENT
Hot air balloons teeming with tourists fly over the Sun pyramid at the Teotihuacan archaeological site, just north of Mexico City, Sunday, Dec. 24, 2023. (AP Photo/Marco Ugarte)Hot air balloons di Mexico City (AP Photo/Marco Ugarte) Foto: AP/Marco Ugarte

Sebagai salah satu kota terbesar dunia, Mexico City harus rela air tanahnya habis diserap hingga ambles. Pembangunan kota tanpa henti juga mempercepat penurunan tanah, seperti dikutip dari CNN.

Amblesnya Mexico City pertama kali didokumentasikan tahun 1920-an. Sejak saat itu, penduduk telah merasakan dampaknya, mulai dari jalan-jalan retak, bangunan yang miring, hingga kerusakan sistem kereta api.

Citra terbaru satelit NISAR, proyek kerja sama antara NASA dan Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO), mengungkap seberapa parah masalah ini dengan detail mengejutkan.

NISAR dirancang untuk memetakan beberapa proses paling kompleks di Bumi dan mampu melacak pergerakan halus seperti penurunan tanah. Satelit ini adalah salah satu sistem radar terkuat yang pernah diluncurkan ke angkasa.

Antara Oktober 2025 dan Januari 2026, selama musim kemarau di Mexico City, NISAR memetakan pergerakan tanah di bawah kota tersebut. Terungkap bahwa beberapa bagian kota tenggelam dengan kecepatan sekitar 2 cm per bulan atau lebih dari 24 cm setiap tahunnya.

Area yang paling parah terdampak termasuk Bandara Internasional Benito Juarez, bandara utama kota tersebut. Monumen Angel of Independence setinggi 34,7 meter, yang dibangun tahun 1910 untuk memperingati 100 tahun kemerdekaan Meksiko, sampai harus ditambahkan 14 anak tangga di dasarnya seiring terus amblesnya tanah di bawahnya.

"Mexico City adalah titik rawan yang sangat dikenal dalam hal penurunan tanah dan citra seperti ini hanya permulaan bagi NISAR," ujar David Bekaert, manajer proyek Institut Penelitian Teknologi Flemish.

Satelit tersebut juga mampu melacak proses lain di Bumi seperti pergeseran gletser atau pertumbuhan tanaman, serta bencana alam seperti letusan gunung berapi.

Fenomena amblesnya permukaan tanah di Mexico City sebenarnya telah terdokumentasikan sejak dekade 1920-an. Sejak masa itu pula, warga setempat harus hidup berdampingan dengan dampaknya yang nyata, mulai dari aspal jalanan yang terbelah, struktur bangunan yang condong miring, hingga gangguan pada jaringan transportasi kereta api.

Kini, potret terkini dari satelit NISAR, sebuah proyek kolaborasi ambisius antara NASA dan Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO), berhasil membeberkan tingkat keparahan krisis geologis ini dengan akurasi yang mencengangkan.

Satelit NISAR sendiri memang dirancang khusus untuk memetakan fenomena-fenomena paling rumit di permukaan bumi, termasuk mendeteksi pergeseran tanah yang sangat tipis sekalipun. Berkat spesifikasi tersebut, satelit ini dinobatkan sebagai salah satu sistem radar paling tangguh yang pernah mengorbit di luar angkasa.

Melalui pengamatan yang dilakukan sepanjang musim kemarau di Mexico City, tepatnya sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026, NISAR merekam aktivitas pergerakan tanah di kawasan metropolitan tersebut. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa sejumlah titik di kota itu mengalami penurunan vertikal mencapai 2 cm setiap bulannya, atau setara dengan lebih dari 24 cm per tahun.

Di antara wilayah yang mengalami dampak paling fatal adalah kawasan Bandara Internasional Benito Juarez, yang merupakan pintu gerbang udara utama bagi kota tersebut. Contoh ikonis lainnya terlihat pada Monumen Angel of Independence.

Struktur setinggi 34,7 meter yang didirikan pada tahun 1910 untuk merayakan seabad kemerdekaan Meksiko ini bahkan harus direnovasi dengan menambahkan 14 anak tangga baru di bagian fondasinya, demi mengimbangi tanah di sekelilingnya yang terus merosot turun.

"Mexico City adalah titik rawan yang sangat dikenal dalam hal penurunan tanah dan citra seperti ini hanya permulaan bagi NISAR," ungkap David Bekaert, selaku manajer proyek dari Institut Penelitian Teknologi Flemish.

Ia juga menambahkan bahwa ke depannya, satelit canggih ini juga memiliki kapasitas untuk memantau fenomena alam lainnya di bumi, mulai dari pergerakan bongkahan gletser, fase pertumbuhan vegetasi, hingga deteksi bencana alam seperti aktivitas erupsi gunung berapi.



(bnl/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads