Terungkap Alasan Kenapa Greenland Hanya Disebut Pulau, Bukan Benua

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terungkap Alasan Kenapa Greenland Hanya Disebut Pulau, Bukan Benua

Tim detikTravel - detikTravel
Minggu, 21 Jun 2026 20:13 WIB
Dari Inuit ke Viking hingga Trump: Sejarah Panjang Greenland
Greenland (DW News)
Jakarta -

Dalam pelajaran geografi, kita mengenal Greenland sebagai pulau terbesar di bumi, sedangkan Australia menyandang predikat sebagai benua terkecil.

Jika dilihat di peta, keduanya memiliki karakteristik yang mirip, sama-sama daratan masif yang seluruh sisinya dikepung oleh samudra. Secara ukuran, Australia memiliki luas sekitar 7.682.300 kmΒ². Angka ini memang hampir empat kali lipat lebih besar daripada Greenland yang berluas 2.166.086 kmΒ².

Namun, mengapa batas pemisah status keduanya begitu kontras? Mengapa Australia tidak disebut pulau raksasa, dan mengapa Greenland tidak naik kasta menjadi benua?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maupun Encyclopaedia Britannica, benua sekadar didefinisikan sebagai daratan sangat luas yang bagian tengahnya tidak terpengaruh angin laut, sedangkan pulau adalah daratan yang dikelilingi air.

Definisi berbasis ukuran ini tentu multitafsir dan sulit mencapai mufakat.Melansir data dari NASA dan Live Science, para ilmuwan akhirnya menetapkan tiga indikator ilmiah utama yang membedakan Australia dan Greenland:

ADVERTISEMENT

3 Alasan Greenland Disebut Pulau Bukan Benua

1. Karakteristik Geologis

Perbedaan paling mendasar terletak di bawah lempeng bumi. Secara geologis, Australia berdiri di atas lempeng tektoniknya sendiri, yaitu Lempeng Australia. Hal inilah yang membuatnya memenuhi syarat mutlak sebagai sebuah benua mandiri.

Sebaliknya, Greenland secara geologis merupakan bagian dari Lempeng Amerika Utara. Meskipun posisinya terus bergerak menjauh selama jutaan tahun, secara struktural Greenland tetap menempel pada kerak benua Amerika Utara, sehingga ia hanya dihitung sebagai sebuah pulau.

2. Sisi Biologis

Dari kacamata evolusi makhluk hidup, Australia adalah wilayah yang terisolasi secara ekstrem selama jutaan tahun. Akibatnya, Australia memiliki flora dan fauna endemik yang tidak bisa ditemukan di belahan bumi lain, seperti kanguru, koala, dan pohon eukaliptus.

Sementara itu, keanekaragaman hayati di Greenland tidak bersifat eksklusif. Sebagian besar spesies hewan dan tumbuhan di sana-seperti beruang kutub, serigala, dan berbagai vegetasi tundra-memiliki banyak kesamaan dengan spesies yang tersebar di wilayah lingkar Arktik lainnya, seperti Kanada dan Skandinavia.

3. Sisi Antropologis

Faktor manusia dan budayanya juga menjadi pembeda yang kuat. Australia memiliki suku asli Aborigin, kelompok antropologis unik yang sejarah, genetik, dan budayanya hanya berkembang secara spesifik di daratan Australia.

Di sisi lain, penduduk asli Greenland, yaitu suku Inuit, tidak hanya mendiami pulau tersebut. Rekam jejak antropologis menunjukkan bahwa garis keturunan dan kebudayaan suku Inuit tersebar luas di seluruh wilayah kutub utara, mulai dari Kanada, Alaska (Amerika Serikat), hingga Siberia (Rusia).



(bnl/bnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads