Malaysia tak hanya Kuala Lumpur, ada juga Kuala Selangor dengan keanekaragaman hayati yang masih alami. Di sini kalian bisa melihat elang hingga kunang-kunang.
Jika Kuala Lumpur dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit, maka Kuala Selangor sebaliknya. Kota pesisir pantai ini masih sangat alami dengan hutan mangrovenya, serta satwa-satwa yang statusnya dilindungi.
Kuala Selangor adalah kota muara yang berjarak 55 kilometer di sebelah barat daya Kuala Lumpur. Meski jauh dari kota besar, tapi ada banyak aktivitas wisata menarik yang bisa dilakukan traveler di sini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buat wisatawan yang menyukai aktivitas outdoor, Kuala Selangor menawarkan pengalaman melihat kawanan burung Elang berburu makanan. Untuk bisa melihat dan memberi makan kawanan elang, traveler bisa menuju ke Sky Mirror Jetty di Jalan Sultan Mahmud, Kuala Selangor.
Dari pelabuhan jetty ini, traveler bisa naik kapal mengikuti tur ke lokasi tempat para elang berburu makanan. Biayanya mulai dari 35 Ringgit Malaysia per orang atau setara Rp 154 ribuan jika dirupiahkan.
Wisatawan mengikuti tur melihat elang di Kuala Selangor Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel |
Sebelum mulai tur sore itu, traveler akan diminta mengenakan pelampung untuk alasan keselamatan. Setelah memakai pelampung, traveler bisa langsung naik ke atas kapal. Satu kapal bisa menampung hingga 18 penumpang.
Nakhoda sekaligus pemandu akan memacu kapal itu melewati hutan mangrove menuju ke 'sarang' yang dihuni kawanan burung elang. Elang yang akan traveler lihat berjenis Brahminy Kite Eagle. Elang ini tersebar dari India, Asia Tenggara hingga Australia.
Burung dengan nama ilmiah Haliastur indus ini memiliki ciri bulu berwarna putih di bagian kepala hingga area perut. Sementara bagian punggungnya berwarna cokelat agak kemerahan. Wajar jika elang ini di India disebut juga sebagai red-backed sea eagle atau elang laut punggung merah.
Wisata melihat elang di Kuala Selangor Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel |
Sang nakhoda akan membawa kapal yang dinaiki wisatawan mendekat ke kawanan burung elang yang sedang makan. Elang-elang itu memakan ikan yang hidup di hutan mangrove.
Begitu sudah mendekati lokasi, sang nakhoda akan mematikan mesin kapal sehingga suaranya tidak mengganggu kawanan burung elang yang sedang makan.
Dari kejauhan, elang-elang itu terlihat terbang ke sana ke mari. Beberapa terbang sangat rendah di atas permukaan air untuk menyambar ikan yang jadi makanan mereka. Suasana riuh terasa ketika burung-burung itu sedang 'berpesta' ikan.
Sang nakhoda kemudian akan menebar cacahan ikan ke permukaan air agar semakin banyak burung elang yang datang dan menyambar umpan tersebut. Selama kurang lebih 45 menit, 'pertunjukan' elang yang sedang berburu itu pun selesai. Sang nakhoda membawa kapalnya kembali ke jetty.
Mukbang Seafood di Kuala Selangor
Setelah puas menonton elang makan, kini saatnya perut wisatawan yang harus diisi. Karena lokasinya di pesisir laut, Kuala Selangor terkenal akan kuliner seafoodnya.
Kami pun menuju ke Qun Hua Kuala Selangor Seafood untuk mukbang aneka hidangan laut yang sudah disajikan. Di area depan restoran, ada display ikan-ikan segar. Traveler bisa memilih langsung ikan mana yang dimau, bisa digoreng ataupun dibakar.
Selain ikan, ada juga kerang, udang, hingga kepiting yang bisa dipilih. Begitu sudah memilih seafood yang dimau, juru masak restoran akan mengolahnya menjadi hidangan yang lezat.
Wisata kuliner seafood di Kuala Selangor Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel |
Tak perlu menunggu lama, seporsi udang goreng gandum, cumi goreng tepung, kepiting saus telur asin, kerang saus blackpepper, chicken katsu, hingga ikan saus asam manis sudah tersaji di atas meja. Tak lupa ada cah brokoli sebagai sayuran pendamping
Jadilah malam itu kami dinner dengan seafood lezat dengan citarasa Chinese Food ala Qun Hua Restoran. Acara mukbang seafood itu menjadi penutup kegiatan kami yang manis di Kuala Selangor.
Setelah mukbang seafood, tur hari itu ditutup dengan tur melihat kunang-kunang, satwa yang sudah langka di Indonesia. Di Kuala Selangor, kunang-kunang masih banyak ditemukan karena alamnya yang masih alami.
Kunang-kunang bisa menjadi penanda bahwa lingkungan tersebut masih asri dan alami, karena serangga itu tidak akan bisa bertahan hidup di lingkungan yang sudah rusak. Kelap-kelip cahaya yang dipendarkan kunang-kunang menghiasi rumpun mangrove malam itu.
Tur di Kuala Selangor menjadi pelajaran bagi kami, bahwa semakin alam dilestarikan, maka dia akan memberi imbal balik yang sepadan. Wisatawan akan terus datang dan ekonomi akan terus berputar memberikan manfaat kepada warga sekitar.
Simak Video "Video: Pemasok Narkoba yang Dibawa Pilot ke RI Sudah Teridentifikasi"
[Gambas:Video 20detik] (wsw/wsw)














































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA