DetikTravel

Atmosfer Alam Minahasa Utara

Jejak Petualang - d'Traveler - Jum'at, 26/07/2013 16:34:37 WIB
detikTravel Community -  

 

 

Saat menjelajah nusantara kita akan mendapati berbagai keunikan aktifitas warga lokal yang mendiami ribuan pulau di indonesia. Salah satunya di pulau nain wilayah kabupaten minahasa utara provinsi sulawesi utara.

Hamparan laut tenang, menyajikan keanekaragaman hayati untuk dimanfaatkan masyarakat   pulau  di diutara taman nasional bunaken. Bagian selatan pulau nain yang posisinya lebih terlindungi dari gelombang besar saat musim angin barat, memiliki prosentase tutupan karang yang lebih tiggi. Jadilah sisi pulau terluar pulau dengan luas 166 hektar ini  memberi berkah tersendiri bagi masyarakatnya yang berprofesi sebagai nelayan.

Beragam jenis ikan melimpah di perairan teduh ini, Mengarahkan perahu ke selatan pulau, kita memulai pencarian ikan-ikan kecil penghuni permukaan perairan dangkal  yang dikenal nelayan setempat dengan sebutan ikan mai-mai.

Ikan teri yang  hidup bergerombol ini.berukuran sekitar 5 centimeter dengan warna metalik yang terlihat mengkilap saat berenang. Pak basrin yang bertugas memantau pergerakan ikan akan memberi isyarat jika beliau telah menemukan koloni ikan mai mai.

Jaring halus  yang terbentang sekitar 30 meter digunakan untuk  menggiring ratusan ikan  yang masuk anggota keluarga engraulidae ini. Jaring sengaja dibuang melingkar untuk menghalau ikan mai-mai agar tidak keluar dari perangkap kami. Kami harus bergerak cepat mengikat kedua ujung jaring untuk menghindari ikan lolos. Dengan 4 kali tebar jaring, nelayan pulau nain rata rata  memperoleh hasil tangkapan sekitar 5 kilogram.

Keberadaan pulau yang cukup jauh dari pusat perdagangan,membuat nelayan harus memutar otak agar hasil tangkapan mereka tidak terbuang percuma karena rusak sebelum atau saat dijual. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengolah hasil tangkapan  agar tetap awet dan segar sampai ditangan  konsumen. Untuk ikan mai-mai yang berukuran mini, penjemuran adalah cara yang paling ekonomis karena sekarang saatnya musim kemarau, matahari bersinar sepanjang hari.

Tidak hanya ikan mai-mai dan ikan asap di minahasa yang harus diawetkan untuk meperpanjang masa konsumsinya. Di kepulauan talaud, masyarakatnya pun harus mencari cara pegolahan atas berlimpahnya hasil perkebunan kelapa.   Kelapa merupakan tanaman dengan nilai ekonomi  tinggi, karena semua bagian pohonnya dapat dimanfaatkan.

Kopra didapat dari proses pengeringan daging buah kelapa, untuk selanjutnya diolah menjadi bahan baku minyak kelapa dan produk turunan lainnya seperti bahan bakar setara solar. Semua itu diawali dari pengumpulan ratusan buah yang bernamana latin cocos nucifera/ milik  om suleman ini.

Untuk membuat kopra diperlukan buah kelapa yang berumur sekitar 300hari  dengan empat per lima bagian kulit kering serta berwarna coklat. Proses yang teramat panjang  untuk menghasilkan kopra, tetapi sayang kerja keras petani berbanding terbalik dengan rendahnya  harga jual kopra ditingkat petani.

 

saksikan selengkapnya dala Jejak Petualang episode "Atmosfer alam minahasa utara" Senin 29 juli 2013 pkl 14.45 WIB

 

FOLLOW juga akun twitter resmi @JejakPetualang7 untuk update info terkini dari Jejak Petualang @TRANS7

 


Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com