DetikTravel

Dibalik Nama Tanimbar Evav

Jejak Petualang - d'Traveler - Senin, 04/08/2014 14:59:05 WIB
detikTravel Community -  

       terbentang lebih dari 3000 mil diantara samudera hindia dan samudera pasifik, indonesia menjadi negeri kepulauan terbesar di dunia. ribuan pulau melingkupi bumi ibu pertiwi, transportasi laut menjadi sangat penting untuk menghubungkan masyarakat antar pulau di indonesia. saya pun memanfaatkan kapal kayu untuk menuju sebuah pulau di sudut barat daya kepulauan kei - maluku tenggara, yakni tanimbar evav.

 

       mengawali perjalanan saya layar kapal bermuatan sekitar 50 orang ini mulai terkembang. melewati beberapa gugusan pulau, kapal kayu ini akan menjelajahi lautan hampir 5 jam lamanya. gelombang dan arah angin akan turut mempengaruhi kecepatan gerak perahu bermesin tiga ini. pasang surut yang merupakan fenomena naik turunnya permukaanair laut yang disebabkan gaya gravitasi bulan, turut mempengaruhi jadwal pelayaran kapal antar pulau ini. jika perhitungan pasang surut air laut meleset, kapal-kapal yang berukuran sedikit besar  tidak bisa merapat ke dermaga pulau.

 

tanimbar evavyang berarti pulau tanimbar kei berada di pulau paling ujung dari kabupaten maluku tenggara  yang berbatasan langsung dengan laut arafuru. nama pulau ini menggabungkan dua  kepulauan yang melingkupinya kepulauan tanimbar di bagian selatan dan pulau kei di bagian utara. konon penduduk asli pulau tanimbar kei merupakan para migran dari bali yang mendiami daratan tanimbar kei secara tradisional.setiap hari perjuangan berat bagi para mama – mama demi satu kendi air sudah menanti. Terbatasnya sumber air bersih membuat para mama harus giat mengambil air setiap hari. Bahkan mereka harus melewati tangga kayu elyub yang telah berusia lebih dari enam abad yang tidak kalah menantang. Sungguh pekerjaan yang bagi saya sendiri tidak mudah.

 

dibagian daratan tinggi bediri rumah rumah adat yang telah berusia ratusan tahun. rumah ini dihuni para tetua adat sebagai pewaris tradisi leluhur tanimbar evav. sementara dibagian bawah terdapat kampung yang merupakan pembauran masyarakat asli dengan pendatang. ini merupakan cara untuk mempertahankan budaya, namun tetap terhubung dengan dunia luar. setiap rumah adat di tanimbar evav memiliki nama masing-masing yang diyakini berasal dari langit  asal leluhur mereka.rumah-rumah dibangun dari kayu pilihan dan pasak kayu sebagai penyambung dari setiap bagian rumah. semua proses pembangunannyapun harus sesuai dengan peraturan adat.

 

setaria italica beauv atau hotong menjadi makanan alternative paling dikenal di tanimbar kei. dikenal sebagai sejenis padi halus  yang mirip alang-alang, hotong dapat hidup di dataran rendah ataupun dataran tinggi. tumbuhan ini tidak memerlukan penanganan khusus seperti padi atau jagung. relatif tidak memerlukan banyak air sehingga bisa ditanam di lahan kering atau lahan tadah hujan. tanaman semusim  - hotong dapat dipanen 75 hingga 90 hari  setelah ditanam. bagi masyarakat tanimbar kei, hotong merupakan makanan pokok warisan nenek moyang. semua proses penanganannya pun menjadi bagian dari kegiatan adat.

 

pengolahan hotong sebagai makanan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan padi, hanya saja  semua masih dilakukan secara tradisional. semua proses pengolahan ini di iringi dengan tabuhan tifa dan lagu adat yang berisi puji-pujian terhadap sang pencipta atas berkat hotong bagi masyarakat tanimbar evav. bulir-bulir hotong dipisahkan dari tangkainya menggunakan kaki hal ini disebabkan karena biji hotong yang kecil sehingga tidak mungkin dilakukan dengan tangan. selain sebagai makanan pokok, hotong dapat di buat menjadi penganan seperti kue, bubur dan wajik. tentu saja bagi mama mama ini pengolahan hotong tidaklah rumit  dalam beberapa saat saja wajik hotong telah dapat disantap.

 

hasil laut pum tak luput dari buruan para warga disii, sasaran kami adalah cacing laut yang mendiami pasir tepi pantai.salah satunya kian ataucacing laut, waktu yang tepat untuk mencari kian adalah saat air surut. kian merupakan salah satu jenis cacing gelang dari kelas nematoda. ia hidup di bawah pasir pantai untuk berlindung dari predator. kian mengkonsumsi alga serta fungi dari pasir yang ditinggalinya. jenis hewan triploblastic protostomes ini  memiliki bentuk panjang dan bulat, juga tidak mempunyai otot gelang sehingga badannya hanya mampu mengeliat dari sisi ke sisi.

 

kian  tinggal di pasir dengan membentuk lubang berdiameter 1 sampai 2 cm saja sehingga nelayan terkadang sulit untuk menangkapnya.berbeda dengan cacing darat kian merupakan cacing laut yang tidak mempunyai  darah  berwarnah merah karena tidak mengandung hemoglobin. tetapi mengandung cuprum  sehingga tubuhnya berwarna putih. kandungan protein yang tinggi pada kian serta rasanya yang lezat  mampu memberikan alternatif sumber protein bagi masyarakat pesisir seperti  di tanimbar evav.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com