DetikTravel

Travel Highlight Bengkulu

Benteng Inggris yang Cantik Tapi Mistis di Bengkulu

Johanes Randy Prakoso - detikTravel - Kamis, 15/12/2016 18:55 WIB
Bengkulu - Berada di tepi Pantai Tapak Paderi di Bengkulu, berdiri Benteng Marlborough peninggalan Inggris. Di balik pesonanya, tersimpan kisah mistis yang menyelimutinya.

Hal itu pun diketahui detikTravel ketika berkunjung ke Benteng Marlborough di Bengkulu beberapa waktu lalu. Oleh pemandu, detikTravel pun diceritakan berbagai kisah mistis yang melingkupi Benteng Marlborough.

Mulai dari pintu masuknya saja, traveler bisa melihat parit penuh jebakan yang mengelilingi benteng. Tidak mengherankan, dahulu benteng ini memang digunakan sebagai tempat pertahanan Inggris dari pejuang Bengkulu.

Yang mengherankan, terdapat dua makam bertuliskan Robert Hamilton dan Thomas Parr. Kabarnya Hamilton adalah tentara dan Parr adalah seorang residen. Mereka dimakamkan di dalam benteng, karena takut makamnya dihancurkan warga yang anti penjajah.

Parit yang kini berisi rumput hijau (Fitraya/detikTravel)Parit yang kini berisi rumput hijau (Fitraya/detikTravel)
Tidak sampai di situ, ada juga lorong yang dahulu sempat menjadi bekas ruang penjara. Dari sekian ruang tahanan, ada sebuah tembok berdarah yang menjadi saksi bisu dari seorang tahanan Belanda yang sempat ditahan di situ.

Tahanan itu menggurat dan menulisi tembok dengan darahnya. Namun mungkin karena sudah tua, warna temboknya malah menjadi coklat dan bukan merah. Gambarnya pun berupa empat arah mata angin dalam bahasa Belanda bertuliskan curhat penderitaan si tahanan.

Pemandu menunjuk tembok berdarah (Fitraya/detikTravel)Pemandu menunjuk tembok berdarah (Fitraya/detikTravel)
Yang tidak kalah menyeramkan, juga ada kisah penampakan yang cukup populer di Benteng Marlborough. Yakni penampakan seorang wanita Inggris bernama Helen di ruang bawah tanah.

Alkisah ada seorang perempuan Inggris bernama Helen yang jatuh cintah dengan pria lokal, sampai pindah agama dan berganti nama menjadi Helen Nurhayati. Keluarganya marah dan mengurung Helen di ruang bawah tanah Benteng Marlborough.

Helen meninggal dalam penahanan. Nah, beberapa pengunjung dan penjaga benteng konon pernah melihat penampakan perempuan bule yang mengenakan pakaian putih ala orang Eropa. Biasa penampakannya terlihat menjelang maghrib.

Jeruji penjara di Benteng Marlborough (Fitraya/detikTravel)Jeruji penjara di Benteng Marlborough (Fitraya/detikTravel)
Walau punya sejumlah kisah mistis nan menyeramkan, Benteng Marlborough yang memiliki luas 2,7 hektar ini juga punya banyak spot asyik untuk berfoto. Contohnya seperti di pintu besar gerbang pertama, bagian jeruji, barak tentara, taman hingga bastion yang menghadap laut.

Hal itu membuktikan, kalau Benteng Marlborough tetap menjadi pilihan destinasi wisata sejarah yang menarik dan asyik untuk dikunjungi di Bengkulu. Biarlah kisah mistis yang ada menjadi bagian dari sejarah Benteng Marlborough, di samping keindahannya yang mempesona. (rdy/fay)
Baca Juga
Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Most
Popular
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com