DetikTravel

Weekend Getaway

Yuk, Sayangi Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel - Jumat, 17/02/2017 19:15 WIB
Jakarta - Orangutan bukanlah makanan, melainkan hewan yang layak dicintai. Yuk, sayangi satwa langka ini dimulai dari rumahnya, Taman Nasional Tanjung Puting, Kalteng.

Baru-baru ini mencuat satu kasus yang cukup mencengangkan dan jadi perbincangan di kalangan traveler. Ada seekor orangutan yang dibunuh, lalu dagingnya dimasak, dan dimakan beramai-ramai. Tempat kejadian peristiwa ini ada di Desa Tumbang Puroh, Kecamatan Sei Hanyo, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Peristiwa yang cukup memilukan ini makin membuat kita sadar, bahwa selama ini orangutan masih menjadi satwa yang terpinggirkan, dan dianggap musuh bagi sebagian orang. Nasibnya pun makin terpuruk, habitatnya diberangus untuk lahan kelapa sawit, dan dianggap sebagai hama.

Padahal, hewan pemalu ini berperan penting dalam keseimbangan ekosistem hutan hujan tropis. Orangutan juga memiliki kekerabatan yang dekat dengan manusia. Konon menurut penelitian, DNA Orangutan 97% persen mirip dengan DNA manusia.

Orangutan yang kekerabatannya dekat dengan manusia (Debora Kusumadewi/d'Traveler)Orangutan yang kekerabatannya dekat dengan manusia (Debora Kusumadewi/d'Traveler)
Dari informasi yang dihimpun detikTravel, Jumat (17/2/2017), orangutan merupakan satwa jenis kera besar yang dilindungi oleh undang-undang. Status konservasinya sendiri termasuk dalam daftar Critically Endangered di IUCN, alias kritis terancam punah.

Ada 2 jenis orangutan yang ada di Indonesia, yaitu orangutan Sumatra (Pongo abelii) dan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Salah satu habitat tempat kita bisa melihat orangutan ada di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalteng.

Secara geografis, Tanjung Puting menempati wilayah Kecamatan Kumai di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kecamatan Hanau serta Kecamatan Seruyan Hilir di Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah. Kawasan ini dulunya ditetapkan sebagai cagar alam di tahun 1935. Statusnya meningkat menjadi taman nasional pada tahun 1982.

Orangutan asyik bergelantungan di pohon (Ari Saputra/detikTravel)Orangutan asyik bergelantungan di pohon (Ari Saputra/detikTravel)
Ada 3 camp di Tanjung Puting yang mesti traveler kunjungi untuk melihat orangutan Borneo. 3 Camp itu antara lain, Camp Tanjung Harapan, Camp Pondok Tanggui dan Camp Leakey. Di 3 lokasi ini, traveler bisa melihat lebih dekat seperti apa kehidupan sehari-hari orangutan, dari mulai yang kecil sampai yang dewasa.

Di Tanjung Puting juga, kita bisa melihat bahwa orangutan merupakan jenis hewan yang sama sekali layak untuk kita musuhi. Tingkah orangutan ini justru menggemaskan. Yang masih kecil, asyik bergelayut manja dan tak mau jauh-jauh dari induknya.

Sementara yang sudah lebih dewasa, asyik bersantai sambil mengunyah makanannya. Semuanya tampak hidup damai dan bahagia bersama dengan kelompoknya. Tak ada sedikit pun gelagat bahwa mereka adalah hama yang perlu dibasmi.

Orangutan bersantai di Camp Tanjung Harapan (Agung/detikTravel)Orangutan bersantai di Camp Tanjung Harapan (Agung/detikTravel)
Justru kita sebagai manusia lah yang perlu introspeksi. Mengapa kasus pembunuhan terhadap orangutan terus berulang. Sudah selayaknya, satwa yang hampir punah ini kita lindungi bersama.

Traveler yang ingin kenal lebih dekat dengan orangutan, bisa memanfaatkan waktu di akhir pekan ini untuk berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting. Sayangilah mereka, sebelum satwa asli Indonesia ini makin terpuruk di ambang jurang kepunahan.

Yuk, kita sayangi orangutan (Ari Saputra/detikTravel)Yuk, kita sayangi orangutan (Ari Saputra/detikTravel) Foto: Debora Kusumadewi/dTraveler
(wsw/krn)
Baca Juga
Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com