DetikTravel

Yang Kamu Belum Tahu Dari Papua, Baju Kain Rumput

Bona - detikTravel - Selasa, 14/03/2017 12:35 WIB
Waisai - Papua terkenal dengan koteka yang biasa digunakan oleh kaum adam. Nah, di Sorong Selatan ada busana yang pasti belum kamu tahu, yaitu baju kain rumput.

detikTravel mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Raja Ampat atas undangan Sidang Sinode GKI XVII, pekan lalu di Pantai WTC, Waisai. Acara ini bukan hanya kegiatannya adalah bazar dari berbagai kabupaten di Raja Ampat.

Di bazar ini ada sebuah stand dari Inanwata yang isinya adalah busana adat dari Sorong Selatan, baju kain rumput. Baju ini digunakan oleh masyarakat sorong selatan untuk berbagai acara adat.

"Biasa kita pakai ini untuk acara seperti antar mas kawin atau pernikahan atau karnaval," kata Ruth Karet, Koordinator persekutuan wanita tingkat klasis.

Daun sagu (Bonauli/detikTravel)Daun sagu (Bonauli/detikTravel)


Baju ini dibuat dari daun sagu yang dikeringkan. Tapi tidak sembarang daun sagu lho. Ada syaratnya.

"Pucuk dari pohon sagu harus yang masih tertutup dan diambil pada saat air laut surut," jelas Ruth.

Daun sagu yang sudah dipetik kemudian direndam selama sebenyar dan diambil tulangnya. Yang tertinggal hanyalah daun saja.

Daun ini kemudian dibelah jadi lebih kecil searah dengan tulang daun. Dari satu daun akan menghasilkan 4 potongan.

Setelah itu, potongan daun akan dijemur selama satu hari. Kalau sudah kering barulah proses pewarnaan dimulai.

Pewarna diambil dari akar pohon bengkulu yang di parut. Akar ini akan memberikan warna merah dan kuning, terganyung dari lamanya proses perebusan. Untuk warna hitam, mereka menggunakan tanah.

Pewarnaan selesai, barulah proses pemintalan dimulai. Proses pemintalan adalah penganyaman kain rumput secara manual.

Pemintalan kain rumput (Bonauli/detikTravel)Pemintalan kain rumput (Bonauli/detikTravel)


2 Rumput kering terlebih dulu dipilin menjadi satu yang akan digunakan sebagai karet dipinggang atau disebut tali. Mereka akan memberikan variasi jumlah dari tali, minimal 2 tali.

Masyarakat Sorong selatan hanya menggunakan kayu sepanjang sekitar 1 meter untuk mengaitkan ujung-ujung tali dan mulai mengayam.

Untuk membuat satu rumput biasanya menghabiskan 4 pucuk daun sagu. Lamanya pengerjaan kain juga tergantung dari banyaknya tali.

Satu kain rumput akan dihargai Rp 500.000 untuk rok. Kalau mau sepasang dengan baju harganya jadi dua kali lipat, yaitu Rp 1.000.000 sepasang.
Masyarakat yang menggunkan baju kain rumput (Bonauli/detikTravel)Masyarakat yang menggunkan baju kain rumput (Bonauli/detikTravel)


"Ini asli dari Sorong selatan, tidak ada di tempat lain," ungkap Ruth.

Bazar ini hanya akan berlangsung selama sampai hari Jumat (17/3/2017). Buat yang lagi ada di Raja Ampat, yuk main-main ke bazar ini! (bnl/wsw)
Baca Juga
Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Most
Popular
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com